Explore Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan Dalam 2 Hari

Siapa yang tak kenal Nusa Lembongan? Nama pulau tersebut pasti tak asing untuk telinga kalangan traveler, termasuk saya. Yup! Sebuah Pulau kecil yang berada di tenggara Pulau Bali, bersebelahan dengan pulau Nusa Ceningan dan Nusa Penida. Tidak ada lalu lintas, tidak ada razia polisi, suasana pedesaan yang masih kental dan pemandangan alam megah yang jauh dari gedung-gedung bertingkat, sehingga Nusa Lembongan merupakan tempat yang sempurna untuk

bersantai dan menikmati alam. Di Lembongan dan Ceningan ini, saya merasakan Bali dari sudut yang lain.

✈ Perjuangan menuju Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan

Karena pada waktu itu musim long weekend, kami takut tidak mendapatkan tiket penyeberangan pagi. Jadi kami  booking Glory Express seminggu sebelum keberangkatan. FYI : tiket yang sudah dibeli tidak bisa di refund. Tapi masih bisa kita jual ke orang lain kok, tenang aja kalo misal tiba-tiba cancel wkwkwkwk. Kami sempat jual beberapa tiket ke orang lain lantaran beberapa teman tiba-tiba cancel.

Sama seperti menuju ke Nusa Penida, untuk menuju ke Nusa Lembongan kita harus naik fastboat, kecuali ada yang sanggup mengayuh pakai perahu dayung yaa hehe! Di Sanur ini banyak agen yang menjual tiket fastboat, misalnya Sugriwa Express, Glory Express, dll. Waktu itu, saya dan teman-teman memilih untuk pakai Glory Express. Jujur aja, alasannya karena Glory Express paling murah dibanding yang lain. Per keberangkatan harganya Rp. 65.000,- jadi kalo PP yaa Rp. 130.000,-. Kami pilih jam keberangkatan Sanur – Lembongan hari Sabtu yang jam 08.30 WITA (paling pagi) dan Lembongan – Sanur hari Minggu yang jam 16.30 WITA (paling sore), supaya kita punya banyak waktu untuk mengeksplor keindahan Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan lebih lama.

✈ Menginap dimanakah saya?

Karena saya dan teman-teman ingin menghabiskan waktu di Nusa Lembongan & Ceningan untuk 2 hari, jadi kami booking kamar di The Beach Huts hotel via Agoda. Rate per kamar waktu itu @ Rp. 340.000,-. Disini kami surprised banget! Ternyata hotel kami itu berada pas di tepi pelabuhan. Begitu turun dari fastboat, menengok ke atas, eeh..sudah kelihatan hotel kami deh. Posisi ini memudahkan pada saat nanti kita akan kembali ke Bali. Dan yang pasti, kita bisa menikmati suasana malam di pinggir pantai!

the-beach-huts-hotel-lembongan

Begitu sampai hotel, kami langsung menaruh barang-barang bawaan. Kemudian bergegas untuk mencari motor sewaan. Sempat syok waktu itu, karena si pemilik motor memberikan harga Rp. 180.000 terhitung mulai saat itu hingga keesokan harinya. Beruntungnya pergi sama anak-anak Bali, dengan jurus maut bahasa Bali akhirnya kami mendapat harga Rp. 100.000 plus bensin full-tank, sampai besok sorenya.

Dari The Beach Huts hotel kami mendapatkan guide map wisata-wisata menarik yang ada di Nusa Lembongan dan Ceningan. Hal itu memudahkan kami untuk menjangkau tempat-tempat tersebut, meskipun pada akhirnya tetap memanfaatkan google map hehe

✈ Apa saja yang saya explore?

Beberapa obyek yang paling terlihat jelas yaitu air pantai yang super biru – sangat bagus untuk diving dan snorkeling -, indahnya karang pantai berpasir putih, tebing-tebing yang unik, dan sentra industri budidaya rumput laut. Tapi maafkan daku teman-teman, ada beberapa spot yang saya lupa nama tempatnya. Ditambah juga, foto yang terlampir tidak lengkap karena ada di flash disk yang ilang T_T

DREAM BEACH, Nusa Lembongan

dream-beach-lembongan-watermark

Dream Beach menjadi destinasi pertama kami. Untuk turun ke pantai ini, kita harus melewati Dream Beach Huts Hotel. Pantai yang bersih, air laut yang biru, dan ombak yang cukup besar membuat banyak wisatawan yang menjadikan Dream Beach sebagai kawasan untuk aktivitas surfing.

Tebing DEVIL’s TEARS, Nusa Lembongan

Devil’s Tear masih satu garis kawasan dengan Dream Beach. Hanya saja kita perlu menempuh perjalanan beberapa menit dengan motor atau bisa juga jalan kaki. Berhati-hatilah saat kita menginjakkan kaki disini, walaupun untuk sekedar berfoto. Nyawa saya dan ketiga teman hampir melayang saat berpose dan sengaja menunggu water blow demi hasil foto yang luar binasa! Special thanks to Budi Pande yang udah menghasilkan foto keren dibawah ini.

devil's-tear-lembongan

Ombak besar menghantam punggung, menyeret tubuh, dan membuat saya tak berdaya melawan arus yang menarik saya kebelakang. Tak peduli sesakit apa luka dikaki, yang saya cari pada saat itu hanyalah batu karang besar untuk saya pegang sembari arus air menarik kencang. Teddy, teman seperjuangan saya, memiliki luka yang paling parah dibandingkan saya yang lecetnya tak seberapa akibat goresan karang tajam dari musibah ini. Sedangkan 2 teman saya yang lain, Yogi dan Adi, selamat tanpa goresan luka se-centi-pun. Masih dikatakan beruntung yaa, karena arus air yang kuat tidak berhasil menyeret kami ke jurang. Oh no!!

Yang perlu menjadi catatan adalah, bahwa tidak ada Tim SAR disini. Jadi, ada baiknya kita waspada dan lebih respect terhadap kekuatan alam. Sebab, semburan ombak di Devil’s Tear ini bisa mencapai hingga 15 meter. Sudah banyak korban yang ditelan si air mata setan ini. Menurut penuturan warga setempat ketika kami ngobrol, dua bulan sebelum kami kesini, sepasang kekasih/suami istri asal Singapore tewas hanyut diseret semburan ombak ganas ketika mereka sedang selfie.

Hutan Mangrove, Nusa Lembongan

Selain wisata pantai, saya memilih Hutan Mangrove sebagai wisata alternative di Nusa Lembongan. Saya dan teman-teman menjelajahi hutan mangrove yang luasnya 202 Ha dengan menggunakan kapal sampan tradisional selama kurang lebih 45 menit. Waktu itu kami 6 orang, masing-masing dikenakan tarif Rp. 80.000 per orang. Suasana sejuk, dingin, air yang tenang dan pepohonan bakau yang asri benar-benar terasa disini. Bagi saya aktivitas ini sangat menyenangkan juga menegangkan, sebab pada saat itu hanya kelompok kami dan bapak pendayung sampan yang berada di dalam hutan.

hutan-mangrove-lembongan

Hutan Bakau atau Mangrove merupakan salah satu hutan yang kaya akan karbon dan tumbuh di daerah pasang surut di kawasan tropis. Ia juga menjadi pendukung berbagai jasa ekosistem, termasuk produksi perikanan dan siklus unsur hara.  Selain itu hutan mangrove dimanfaatkan untuk mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami. Hutan mangrove Nusa Lembongan merupakan salah satu dari tiga lokasi hutan mangrove terluas di Bali yaitu Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai (1373,5 Ha), Nusa Lembongan (202 Ha), dan Taman Nasional Bali Barat (602 Ha) .

Tamarind Bay / Tamarind Beach, Nusa Lembongan

Tamarind-bay

Sore hari saya tiba di Tamarind Bay, niatnya ingin menikmati sunset. Ternyata salah spot, karena Tamarind Bay memang bukan lokasi yang tepat untuk melihat sunset. Seorang bapak memberitahu saya bahwa ada tempat dimana kita bisa menikmati sunset. Menurut pengamatan, spot ini lebih banyak digunakan para traveler untuk snorkeling karena gelombang air di pantai ini cenderung lebih tenang dan terumbu karang yang beraneka ragam nan cantik. Pertanyaannya adalah, kenapa tidak ada foto saya snorkeling? *ngek ngok

Sunset Beach (Sandy Bay), Nusa Lembongan

sunset-beach-1

Dari Tamarind Bay kami cepat-cepat meluncur ke Sunset Beach, sebuah sunset point atas rekomendasi dari bapak-bapak yang tadi di Tamarind Bay. Lokasinya cukup rumit untuk dituju, sehingga kami sempat ‘nyasar‘ beberapa kali. Setibanya di Sunset Beach, kami menelusuri indahnya bibir pantai yang surut dan menanjaki batu-batu karang untuk menuju atas tebing. Panorama berhiaskan bukit, laut, ombak, dan sunset, membawa kita pada jiwa yang tenang.

sunset-beach

Jembatan Kuning atau Jembatan Cinta

Sebuah jembatan gantung atau terkenal dengan nama Jembatan Kuning, menghubungkan kedua pulau Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Jembatan yang panjangnya 150 meter dan lebar 1.5 meter ini menjadi lokasi favorit para traveler yang ke Nusa Lembongan. Pasalnya, para traveler menjadikan lokasi ini sebagai spot untuk berfoto ketika mereka menyeberangi pulau. Jembatan yang terbuat dari besi dan kayu ini juga dijuluki sebagai Jembatan Cinta.

jembatan-kuning-lembongan

UPDATE : Jembatan Kuning ini roboh pada 6 Oktober 2016 dan menewaskan 7 orang. Diduga roboh akibat kerusakan fondasi.

Blue Lagoon, Nusa Ceningan

blue-lagoon-nusa-ceningan-1

Di Barat Daya Nusa Ceningan, nampak pemandangan laut dengan birunya air yang akan memanjakan mata kita, yaitu Blue Lagoon. Bisa dikatakan sebuah pantai tebing karang yang berada di teluk kecil. Faktor yang mempengaruhi warna air laut di Blue Lagoon Nusa Ceningan ini antara lain adalah faktor cahaya matahari, kadar garam dalam laut, pantulan warna langit, maupun fitoplankton atau zat pelarut dan kandungan organisme. Sehingga, warna biru air laut Blue Lagoon yang beredar di internet itu tidak rekayasa (kecuali dibikin aneh-aneh di Photoshop).

blue-lagoon
Difoto oleh Budi, yang jadi model si Yogi.

Masih satu kawasan dengan Blue Lagoon, terdapat cliff jump point untuk memacu adrenalin para manusia-manusia pemberani nan bernyali besar. Melompat di ketinggian 10 meter dari tebing dan tenggelam di lautan sedalam 4 meter-an. Ketika menuju spot ini, tak ada satu makhlukpun yang beraktivitas disini. Hanya tersisa beberapa meja dan kursi yang terbuat dari semen. Menimbulkan kesan seperti pernah ada bar/cafe kemudian dihentikan lantaran arus ombak yang cukup besar menerpa area ini dilihat dari banyaknya sisa-sisa terpaan air laut yang menggenang. Konon, menurut info penduduk lokal, dulu banyak traveler yang melakukan aksi lompat disini. Namun, karena lokasi ini rawan dan cukup banyak memakan korban jiwa, area ini perlahan mulai sepi.

✈ Saya makan apa? Makan teman.

Saya dan teman-teman adalah tipe orang yang tidak terlalu ribet kalau soal makanan. Maklum backpacker hemat, tapi bukan pelit yaa! hehe. Kami sepakat untuk membawa beberapa bekal makanan dari Denpasar seperti : camilan, pop mie (andalan), dan aqua.

backpackeraddict.com

Hal ini dilakukan untuk menghemat biaya pengeluaran selama di Lembongan & Ceningan, karena kami memperkirakan bahwa harga makanan di pulau ini jauh lebih mahal daripada di Denpasar. Dugaan saya salah. Ternyata masih ada warung makan sederhana yang membanderol makanan seperti nasi goreng, mie goreng (bukan mie instant), capcay seharga 10 ribu – 15 ribu-an saja.

tuna-bakar-lembongan

Sedangkan untuk makan di warung yang dipenuhi turis asing, harga yang ditawarkan mulai dari 30 ribu. Waktu itu saya pesan tuna bakar sambal matah, nasi, dan es teh, total harga 65 ribu (seperti penampakan diatas). Tapi saya lupa apa nama warungnya, dan jujur saja makanan ini rasanya benar-benar hambar.

TIPS : Jangan malu untuk survey harga. Mintalah menu terlebih dahulu di pintu masuk, sebelum kita memutuskan makan di suatu warung/cafe. Jika harga tidak cocok untuk kantong kamu, berpindahlah ke warung yang lain, dan jangan lupa untuk mengatakan “Maaf yaa Pak/Bu/Mbak”. Tetapi kalau tidak punya masalah dengan kantong, yaa monggo saja.

Rasanya masih belum puas mengeksplore Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan hanya dalam waktu 2 hari. Masih banyak aktivitas yang belum saya coba gara-gara tragedi Devil’s Tear, yaitu snorkeling.

6 thoughts on “Explore Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan Dalam 2 Hari

Terima Kasih Sudah Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s