Top 10 Makanan Murah dan Enak di Jepang

Kenapa kakek-kakek dan nenek-nenek di Jepang itu masih sehat bugar meski sudah dimakan umur? Karena kebiasaan mengkonsumi makanan yang sehat. Jepang itu terkenal sekali dengan makanan segarnya. Mereka lebih suka dengan makanan segar termasuk untuk urusan masak-memasak. Bahan yang dipilih masih segar, dibeli dan dimasak pada hari yang sama. Pola seperti inilah yang membuat umur mereka panjang dan Jepang menduduki tingkat penyakit jantung yang rendah.

Saya akui, orang-orang Jepang itu terampil banget dalam mengatur hidangan makanan mereka, sehingga terlihat cantik dan menggugah selera. Ambil contohnya berbagai macam kreasi donburi ataupun sushi, sumpah bikin air liur kemana-mana. Menurut saya pribadi, makanan Jepang itu enak-enak meskipun ada yang membosankan juga. Kenapa? Cita rasanya hampir sama, hampir lho yaa, yaitu : manis, asin, gurih, dan sedikit asam. Trus, setiap kali makan pasti ketemu sama yang namanya miso soup (nggak terlalu suka), trus nori maupun wakame (sejenis rumput laut), dan beni shoga (acar jahe merah).

makanan-murah-dan-enak-di-jepang
yang kaya gini cuma ada di restauran

Bicara soal makanan, setiap daerah di Jepang punya makanan favorit dengan ciri khas tersendiri – misalnya di wilayah Hokkaido sangat populer dengan menu seafood nya – dari yang harganya 1x gaji saya sampai yang sangat murah. Tapi semurah-murahnya Jepang, masih murahan di Jawa toh?

Budget yang saya siapkan untuk makan per hari selama di Jepang yaitu 3000 yen atau setara 300-ribuan rupiah. Ternyata dengan budget segitu, masih ada sisa lumayan loh, bisa masuk tabungan buat backpackeran tahun depan. LOL. Bagi teman-teman yang suka jajan, hobi makan, tapi menjunjung tinggi asas “HEMAT” seperti saya, cobain deh salah satu Top 10 Makanan Murah dan Enak di Jepang kalau kalian pas Jepang.

Dalam kamus traveling, temen yang baik itu nggak akan membiarkan temennya kelaparan ditengah jalan. Catet!

1.  YAKITORI

Yakitori adalah sate khas Jepang (pada umumnya ayam), yang biasanya dinikmati bersama dengan beer atau sake. Yakitori merupakan street food yang sangat populer. Oleh karenanya, makanan ini mudah ditemukan di restoran, pedagang gerobak kecil, maupun warung kaki lima yang disebut Yatai. Apalagi waktu ada festival, gampang sekali ditemukan.

street-food-japan-2
Yatai

Saya nyobain Yakitori untuk pertama kali di Hakodate, Hokkaido, tepatna di Lawson. Satu tusuk Yakitori yang saya beli ini harganya 120 yen. Harga segitu kalau di Jogja udah dapet seporsi sate ayam plus lontong hehe.

makanan-jepang-yakitori
Yakitori

Rasanya? Gurih dan enak banget!! Daging ayam dan lemaknya dibaluri bumbu khas Jepang, lalu dibakar. Watashi wa yakitori ga suki desu!! Wuiizzhh..sok Jepang nih yee. Pantas saja Yakitori termasuk salah satu makanan festival musim panas yang paling banyak dimakan di Jepang. Saya aja pengen makan Yakitori terus.

Yakitori pada umumnya adalah sate ayam, tapi ternyata ada banyak jenis seperti dibawah ini, mulai dari yang halal sampai yang istimewa (pork) seperti yakiton : babi bakar.

yakiton-pork-grill-japan
Yakiton

2.  TAIYAKI

Sebuah kue yang bentuknya menyerupai ikan bream. Secara harafiah, arti nama taiyaki sendiri adalah ikan laut panggang. Taiyaki dibuat dengan adonan yang mirip pancake atau waffle, dan diisi pasta kacang azuki yang rasanya manis, ditambah krim cuztard, cokelat, keju dan lainnya. Jadi bisa dibayangkan kan rasanya seperti apa? Camilan ini mudah sekali ditemukan di hampir seluruh wilayah Jepang, seperti di yatai, supermarket, dan festival di Jepang.

taiyaki
Foto ini dipajang atas ijin teman saya Carolina Rosaline ^_^

Konon, kalau sudah datang ke Jepang tapi nggak nyobain taiyaki, bakal rugi banget seperti saya yang nggak sempat beli taiyaki. Lha gimana, perut udah full. Si Rara itu dah yang ngebet banget pengen makan taiyaki.

3.  RAMEN

Saya lupa nama kedai yang jual ramen ini, soalnya huruf kanji semua bok! Tapi ini ada di Tokyo. Saat masuk kedai, duduk, dan memesan, saya tidak berharap banyak akan rasanya. Ramen mendarat di meja saya. Berdoa, lalu…sluurrppp…aahh. Edaann!!! Ini ramen terenak yang pernah saya makan seumur hidup. Jelasnya, rasa mie ramen di Indonesia dan di Jepang itu berbeda.

“Ya eya laahh…makan langsung di negara penerbitnya kalee!!!”

Nggak juga. Setiap daerah di Jepang punya ramen yang berbeda dengan daerah lainnya yaa. Ini karena saya mengalami sendiri. Masing-masing memiliki ciri dan rasa yang khas. Selama backpackeran di Jepang, saya makan beberapa ramen di Osaka, bahkan di Tokyo. Hanya ramen di kedai inilah yang menurut saya paling enak, teman-teman juga bilang begitu.  Sebenarnya banyak traveler yang merekomendasikan Ramen Ichiran – ramen yang populer – dengan rasa yang enak. Tapi saya nggak sempat nyicipin si Ichiran yang ada di Shibuya itu.

tonkotsu-ramen

Satu porsi Tonkotsu Ramen yang saya pesan diatas itu seharga 640 yen (masih inget banget wkwkwk), dengan topping : chashu (potongan daging babi yang direbus), menma (rebung yang dibumbui garam), negi (daun bawang), jamur kuping dan nori (rumput laut kering). Kuah ramennya berwarna putih dan agak kental. Ini adalah ramen khas regional Hakata. Tampilannya kelihatan biasa aja kan? Tapi, asli…rasanya enak pakai banget, gurih!! Mungkin karena mengandung babi, jadi rasanya sangat gurih ya.

4.  ODEN

Saya suka banget! Street food yang satu ini merupakan varian dari Oden, makanan Jepang di musim dingin. Kalau yang saya beli ini terbuat dari gurita dan bahan-bahan rahasia lainnya yang direbus dan disajikan dengan tusuk sate. Rasanya lebih enak dari tempura yang sering saya beli di pedagang jajanan sekolah. Oden itu berukuran besar, sebesar harganya juga yaitu 440 yen per tusuk. Nggak rugi sih, karena sangat puas dengan rasanya yang enak. Ini saya beli di Kyoto, tepatnya di sepanjang jalan jajanan kaki lima menuju kuil Kiyomizu-dera.

oden-tempura-jepang-japan

Disepanjang jalan ini, banyak sekali dijual makanan khas Jepang serta cinderamata. Yang sangat sangat sangat menyenangkan adalah hampir semua toko oleh-oleh makanan di area ini menyediakan tester. Hampir di semua toko oleh-oleh itu saya masuki hanya untuk nyicipin tester, pura-pura survey, dan akhirnya pergi. “Domo arigatou..!” . . . . kata saya sambil membungkukkan badan dan melemparkan senyuman paling manis ke mereka. Disini juga, saya nyicipin green tea asli Jepang lho, nyicipin tester maksudnya. LOL. Nyesel banget, saya nggak sempat foto-foto untuk sesi tester ini. Sampai akhirnya kenyang karena kebanyakan icip-icip. Malu-maluin kan? Jangan ditiru yaa teman-teman. Plis!

5.  ONIGIRI

Sebuah nasi kepal yang dibentuk menjadi segitiga dan dibalut dengan nori. Onigiri termasuk makanan yang sangat populer di Jepang. Rasanya hampir sama dengan onigiri yang dijual di 7eleven maupun Indomaret di Indonesia. Bedanya hanya terletak di harga. Onigiri di Lawson dan 7eleven di Jepang ini dibanderol 120 yen, lebih murah di Indonesia ya?

onigiri
Maap fotonya blur, mobilnya kenceng banget! ^_^

Onigiri menjadi menu sarapan andalan saya selama 10 hari di Jepang selain sandwich. Saya nobatkan onigiri sebagai makanan terhemat. Satu onigiri itu sudah mengenyangkan perut saya di pagi hari sebelum berjalan jauh.

6.  KORROKE

Korroke adalah kroket nya Jepang. Kentang tumbuk berpadu saus krim, dilapisi tepung roti atau panir dan digoreng dengan cara deep-fried. Hasilnya? Kandungan minyaknya tidak melimpah, lebih renyah, dan gurih. Cobain aja.

makanan-jepang-korokkei

Korokke yang saya beli ini ukurannya lebih besar dari kroket yang sering saya makan. Disajikan dalam keadaan dibungkus kertas, sehingga mudah dipegang dan dimakan. Jenis jajanan ini masih berada pada harga rata-rata camilan ringan di Jepang, yaitu 148 yen.

7.  YAKISOBA

Sebut saja mie goreng ala Jepang yang berisi daging babi atau sapi, kobis, dan semuanya diolah dengan saus yakisoba. Lalu diberi garnish : taburan rumput laut bubuk, bonito kering atau kezuribushi (katzuobushi yang sudah diserut), mayonaise, dan beni shoga (acar jahe merah). Cita rasa Yakisoba itu menurut saya manis, gurih, asin, dan sedikit asam.

yakisoba

Yakisoba adalah salah satu jenis street food yang saya jumpai di area sebelah pintu masuk Fushimi Inari, Kyoto. Harga satu porsi sekitar 400-an yen. Sangat cocok untuk kamu yang super duper kelaparan sebab porsinya ‘WOW’ sungguh melimpah. Kami beli Yakisoba 2 porsi dan sharing ber-7, itupun masih sisa. Nggak kebayang kan gimana banyaknya?

8.  DONBURI

Nasi campurnya orang Jepang nih! Menu restaurant yang terbilang paling murah, enak dan mengenyangkan di Jepang ya Donburi. Istilah umum dari Donburi (dibaca: domburi) yaitu rice-bowl. Sebuah nasi putih yang dimasukkan ke dalam mangkuk berukuran sedang maupun besar, lalu diberi aneka topping yang enak-enak diatasnya. Lagi, sangat populer di Jepang.

donburi

donburi-2

Ada banyak variasi dari donburi dengan topping daging, ikan, dan sayuran – seperti foto diatas -. Di Yoshinoya, banyak menu donburi seperti ini. Hemat lagi! Makan donburi itu dijamin kenyang. Harganya bermacam-macam mulai dari 350 yen sampai sekian ribu yen. Porsinya pun ada yang sedang dan jumbo. Donburi sering disingkat Don, jadi kalau kamu nemu menu yang namanya Gyudon, Oyakodon, Katsudon, dan don don yang lain – kecuali Don Juan – berarti itu anak-anaknya Donburi.

9.  NIKU MESHI

Makanan lezat ini saya temukan di sebuah kedai/kantin bernama Okamuraya, di daerah Akihabara, surga nya anime, manga, game Jepang, dan gadget dengan harga murah. Nama makanan ini niku meshi, dalam bahasa Indonesia niku berarti nasi dan meshi berarti daging. Jadi, niku meshi adalah nasi daging.

okamuraya-akihabara-japan

Terbuat dari irisan tipis tetelan daging sapi/babi yang direbus dalam kaldu dan bumbu-bumbu kurang lebih 5 jam. Kemudian disajikan bersama telur rebus, tofu, dan daikon (lobak putih raksasa). Saya pesan ukuran sedang seharga 700-an yen sudah dapat sepaket niku-meshi dan teh hijau yang merupakan minuman nasional Jepang. Pertama kali saya melihat makanan ini mendarat di meja saya…

“Kenyang nggak yaa makan segini? Tau gitu tadi pesen yang jumbo deh!”

niku-meshi-akihabara-okamuraya-japan

10 menit kemudian, nyam nyam nyam, dan…

“Gila. Nggak habis! Sayang banget, padahal enak.”

Sepertinya Okamuraya ini terkenal banget, soalnya waktu saya makan disini, ramai nya minta ampun, sampai harus jadi peserta waiting list dulu cuy. Rasa masakannya enak!  Ada dua pilihan porsi yang tersedia disini, yaitu porsi biasa dan porsi jumbo. Kamu suka yang mana?

10.  UDON

udon

Kalau ramen ukuran mie nya tipis kecil, udon ini lebih besar dan warnanya lebih putih. Soal kuah, udon lebih bening. Ramen dilengkapi nori, sedangkan udon menggunakan wakame (sejenis rumput laut, tapi masih basah) dan bersanding dengan tempura. Tekstur udon kalau udah sampe di gigi ya kenyal. Harganya mulai 400-an yen.

TIPS Berburu Makanan HALAL di Jepang

Buat teman-teman muslim yang pengen nyicipin ramen ataupun masakan lainnya ketika berada di Jepang, lebih telitilah ketika akan memesan. Di dalam menu-book yang penuh dengan huruf kanji, masih ada nama dalam bahasa Inggris untuk sebagian kedai makan. Seperti ramen, saya tidak yakin 100% apakah dia menggunakan kaldu babi untuk semua sajian ramen atau tidak. So, perhatikan dengan seksama yaa manteman.

Gimana, udah ngiler belom? LOL. Sebenarnya masih banyak lagi seperti takoyaki, okonomiyaki, sandwich, bento, dan lainnya. Tapi berhubung banyak foto yang dimakan virus hp, jadi maaf yaa saya cuma bisa kasih bocoran dikit. Mudah-mudahan ini bisa jadi referensi buat teman-teman yang mau ke Jepang.

 

Heavy Rock Backpacking!

backpackeraddict

 

* Sebagian foto adalah koleksi dari kameranya travel mates saya, Roy Nababan.

Terima Kasih Sudah Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s