Pantaskah Kyoto Diklaim Sebagai Tempat Terbaik di Jepang?

Tokyo merupakan ibu kota modern negara Jepang, dimana terlihat arsitekturnya yang hypermodern, layar video raksasa dan distrik elektronik. Memang, pertama kali memasuki kota Jepang, seluruh bangunan kaca dan gemerlapnya menyambut saya. Namun setelah menjajaki selama 10 hari, sebuah perhiasan terselip di sebuah kota di Jepang ini. Kota kecil yang kaya akan warisan budaya dimana masih berbalut nuansa klasik dengan sejumlah kuil kuno dan geisha di era modernisasi ini. Namanya Kyoto.

Backpacking ke Jepang membuat saya mengerti arti sebuah perjalanan singkat ke negeri orang dan pada akhirnya jatuh cinta dengan Kyoto sejak injakan pertama. Eksplorasi kuil Budha dan Shinto yang mana terdapat 1600 kuil Budha dan 400 tempat suci Shinto, juga hunting geisha Jepang yang sebagian besar bekerja dan tinggal di Kyoto. FYI : di Kyoto, geisha disebut geiko.

Kecantikan arsitektur kuno serta kekayaan sejarah dan budayanya, menjadikan si ‘jantung’ sejarah Jepang ini masuk dalam 17 Situs Warisan Dunia UNESCO. Bukan hanya kuno, kota ini juga merupakan kota modern dengan musik, pusat seni dan kebudayaan, dan restaurant dengan desain interior yang keren khas Jepang atau istilah British nya Japanese-style restaurant.

Berikut adalah bukti nyata bahwa Kyoto merupakan sebuah kompilasi sempurna antara masa lalu dan sekarang yang sangat dekat dengan alam terbuka, versi backpackeraddict.com.

1. PESONA NYATA HUTAN BAMBU SAGANO

sagano-bamboo-forest-kyoto-jepang-1

Sebuah jalur hutan bambu yang panjangnya lebih dari 500 meter, berada di antara kuil Tenryuji dan Kuil Nonomiya. Namanya lebih dikenal sebagai Bamboo Grove. Saya mendapatkan pengalaman dan perasaan yang berbeda ketika berdiri ditengah-tengah tangkai bambu yang menjulang tinggi. Sinar matahari yang bersinar melalui rumpun bambu, apalagi saat angin bertiup kencang, saya seperti melihat gambar hutan bambu yang bergerak memancarkan nuansa tenang. Inilah pesona nyata dari Hutan Bambu Sagano. Berjalan menyusuri hutan bambu ini GRATIS. Kita hanya perlu mempersiapkan fisik dan kamera untuk menempuh jalan yang indah ini. Saya tidak melanjutkan jalur sampai titik teratas karena kondisi siang itu hujan di Kyoto, dan lupa membawa payung maupun jas hujan.

Sayangnya saya pergi siang hari dan jatuh di bulan Mei, pas lagi ramai-ramainya wisatawan. Jadi, saran saya, untuk mendapatkan pengalaman dan hasil foto terbaik tanpa keramaian, pergilah sepagi mungkin. Hindari akhir pekan atau hari libur karena banyak turis yang memenuhi tempat ini terutama di musim gugur dan musim semi. Sebenarnya Tanah Air kita Indonesia juga memiliki beberapa tempat seperti ini, hanya saja di hutan bambu Sagano sangat terjaga kebersihannya.

2.  KILAU KUIL EMAS | KINKAKU-JI / GOLDEN PAVILION

kinkaku-ji-golden-pavillion-unesco-world-heritage-kyoto-japan-backpackeraddict

Kinkaku-ji yang memiliki nama resmi Rokuon-ji adalah salah satu kuil terkemuka di Kyoto sekaligus merupakan simbol Kyoto yang dibangun pada akhir abad ke 14. Awalnya, bangunan ini digunakan sebagai vila untuk Ashikaga Yoshimitsu. Namun setelah kematian Yoshimitsu, seperti yang ditunjukkan dalam surat wasiatnya, bangunan tersebut dialih fungsikan sebagai kuil sekte Buddhisme Zen yang terkenal dengan praktik zazen atau meditasi religius.

Pada tahun 1950 kuil ini dibakar oleh seorang bikhu, hingga kejadian ini terkenal melalui novel Yukio Mishima, Kinkakuji (Kuil Paviliun Emas). Pada tahun 1955, bangunan ini dipulihkan, kemudian dilakukan perbaikan secara besar-besaran pada tahun 1987 dan semua lapisan emas bangunan ini diganti. Kinkaku-ji merupakan salah satu bukti sejarah yang diakui sebagai UNESCO World Heritage Sites.

Kalau nggak terlalu suka ramai, saya sarankan kesini pagi pas baru dibuka dan hari Senin pagi. Hindari weekend atau long weekend karena kurang nyaman untuk dinikmati.

3.  KUIL NAGA LANGIT | TENRYU-JI TEMPLE

tenryuji-temple-kyoto 2

Tenryuji merupakan salah satu properti budaya penting bagi Kyoto, dan terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Terletak di Arashiyama, daerah kaki pegunungan di pinggiran barat Kyoto, Kuil Tenryu-ji merupakan atraksi utama di Arashiyama. Sebuah kuil yang luas dengan desain taman Zen garden-style terbaik di Kyoto dan pemandangan pegunungan yang menawan.

Tapi saya, Dhyan, Rara, Om Kamal, Roberto, Roy, dan Bernhard, gak masuk lebih dalam ke tamannya, soalnya bayar cyin. Kita-kita ini kan cari tempat wisata yang gratisan. LOL.

4. GEISHA atau GEIKO?

Artinya sama kok. Namun di Kyoto, Geisha disebut dengan Geiko, yaitu wanita penghibur profesional yang sudah dilatih dalam berbagai seni tradisional Jepang seperti seni tari dan musik, juga seni berkomunikasi. Para Geiko hadir pada saat makan, perjamuan, dan acara lainnya. Peran utama mereka adalah membuat tamu merasa nyaman dengan percakapan, permainan minuman dan pertunjukan tari.

geisha-gion-kyoto-jepang

Geisha sebenarnya dapat ditemukan di beberapa kota di Jepang termasuk Tokyo dan Kanazawa. Namun, Kyoto adalah tempat terbaik dan bergengsi untuk mendapatkan pengalaman bersama Geiko. Kamu bisa bertemu Geiko di Gion Kobu, Gion Higashi, Miyagawacho, Pontocho (sekitar distrik Gion di Kyoto pusat) dan Kamishichiken (dekat Kuil Kitano Tenmangu). Kalau saya sih cuma lihat Geiko secara kebetulan di jalan. LOL. Soalnya nggak mampu dinner ditemenin Geiko, harus bayar sekitar 50.000 Yen per Geiko, belum termasuk biaya makan yang rata-rata berkisar 10.000 – 30.000 Yen. Ini mah biaya tiket PP pesawat Bali – Jepang plus biaya jalan-jalannya! LOL.

5.  KIYOMIZU-DERA TEMPLE

kiyomizu-dera-temple-kyotoDi area pegunungan Higashiyama, sebelah timur Kyoto, berdiri megah sebuah Kuil Budha yaitu Kiyomizu-dera. Nama Kiyomizu-dera secara harfiah berarti “Kuil Air Murni”, dan silsilah nama ini diambil dari air murni di dekat Air Terjun Otowa. Kiyumizu-dera merupakan salah satu landmark paling terkenal di Kyoto yang menawarkan lanskap unik disetiap 4 musim di Jepang. Dari fajar hingga senja, Kuil Kiyomizu-dera menciptakan lanskap yang menakjubkan dengan hiasan indahnya kota kuno dibawahnya. Kiyomizu-dera pertama kali dibangun pada tahun 798 dan termasuk salah satu situs warisan sejarah yang diakui UNESCO sebagai Historic Monuments of Ancient Kyoto UNESCO World Heritage.

6. FUSHIMI INARI TAISHA

fushimi-inari-taisha-kyoto-3 fushimi-inari-taisha-kyoto

Saat keluar dari stasiun kereta Inari, pintu masuk Fushimi Inari Taisha bisa dilihat. Fushimi Inari adalah kuil Shinto terbesar di negeri matahari terbit yang didedikasikan untuk Dewi Padi, Inari. Fushimi Inari Taisha menduduki posisi teratas sebagai destinasi wisata populer di Jepang. Kalau kamu pernah nonton film Memoirs of Geisha, berarti kamu pernah melihat Fushimi Inari, dimana ada adegan ketika Sayuri berlari menyusuri ribuan torii berwarna merah menyala.

Torii adalah simbol agama Shinto, berupa gerbang tradisional Jepang yang sering ditemukan di pintu masuk maupun di dalam Jinja/kuil Shinto. Torii memiliki makna sebagai transisi antara dunia yang terbatas dan dunia para Dewa yang tak terbatas. Tidak seperti di kuil-kuil lainnya yang sudah saya kunjungi, di Fushimi Inari ini benar-benar merasakan berjalan di daerah yang ‘sangat suci’.

ABANG PENGAMEN ELIT & SAYA (BONUS)

street-music-kyoto-japan

***

Asli, Kyoto itu emang keren banget. Bukan hanya saya, hahkan hampir semua travel magazine menyatakan bahwa Kyoto menjadi salah satu kota terbaik dan paling menarik di dunia.  Saya benar-benar jatuh cinta! Kyoto menawarkan saya akan banyak pemandangan visual klasik nan megah dan pengalaman yang kaya budaya. Sehingga tak cukup kalau singgah di Kyoto hanya pada saat weekend. Kyoto, tunggu aku. Suatu saat aku akan kembali memelukmu. LOL.

Jadi menurut kamu, pantaskah Kyoto diklaim sebagai tempat terbaik di Jepang?

the best of Kyoto

 

 

Heavy Rock Backpacking!

backpackeraddict

 

* Sebagian foto adalah koleksi pribadi saya dan koleksi dari kameranya travel mates saya : Roy Nababan dan Roberto Tarigan.

6 thoughts on “Pantaskah Kyoto Diklaim Sebagai Tempat Terbaik di Jepang?

  1. perlu siapin budget banget ini, kemaren itung2 sehari di jepang buat backpacker sekitar 1 juta. entah kenapa salut sama perfektur kyoto.. masih banyak yang bisa dikelilingi lagi ya.

    Like

    • Wahh asikk ada yang mau ke Jepun. Bulan September kayakna gak terlalu banyak turis, jadi lebih enak buat nikmatin liburan disana. Maklum…saya lebih suka kalo gak banyak turis hehehee. Semoga sukses n lancar ke Jepun na yaa mas Hilmi 🙂

      Like

Terima Kasih Sudah Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s