Pengalaman Backpacking di Jepang Dengan Kereta Express ‘Shinkansen’

TGV (Train a Grande Vitesse) mungkin menjadi kereta tercepat di Eropa. Tapi jangan lupa lho, Shinkansen merupakan kereta api tercepat di Asia, dan menjadi kereta api tercepat pertama di dunia yang dilengkapi dengan alat pendeteksi gempa. Ini merupakan pengalaman backpacking di Jepang dengan Shinkansen yang tak ternilai harganya. Sebuah kereta peluru dan menjadi salah satu simbol Jepang yang paling terkenal dengan perpaduan teknik-teknik dan teknologi yang hebat, dirancang untuk menghubungkan ibukota Jepang, Tokyo, ke kota-kota besar Jepang lainnya dengan waktu tempuh hanya beberapa jam. Shinkansen merupakan kereta super ekspres yang terkenal di dunia, dengan kecepatan mencapai 320 km / jam!

 Rasanya baru tidur sebentar, tapi lobby airport sudah riuh sekitar pukul 6 pagi. Buka mata, dan teriak-teriak sendiri.

“A…aa…aku dimanaaa??”

Lol. Nggak ding! Begitu melek sudah banyak warga Jepang yang berjalan cepat mengejar jam kereta. Time is money! Di dalam airport ini terdapat Stasiun Terminal underground untuk Keikyu Line dan Stasiun Terminal di lantai 3 untuk Tokyo Monorail Line. Bullet train, atau kereta peluru, atau Shinkansen itu super keren dan berteknologi canggih banget! Pokoknya saya seperti wong ndeso lah waktu pertama kali tiba di Jepang. Berhubung mandi di airport itu bayar, jadi kami semua gak mandi. Yang penting gosok gigi, cuci muka, pakai deodorant, dan tidak lupa ‘senyum’.

TEKNOLOGI YANG DIGUNAKAN KERETA SHINKANSEN

Shinkansen menggunakan teknologi Magneticaly Levitated Train (Maglev Train), sehingga teknologi ini yang menyebabkan kereta tidak menyentuh rel. Trus, melayang? Yak, betul banget, walaupun hanya melayang beberapa sentimeter saja diatas rel. Jadi, desain dan rancangan Shinkansen menggunakan konsep-konsep fisika. Salah satu konsep yang diterapkan adalah Hukum I, II, dan III Newton. Hayoo..masih ingat nggak ketiga hukum Newton tersebut? Kereta Shinkansen tidak menggunakan roda besi yang bergesekan dengan lantai, kereta tersebut menggunakan roda magnet yang tolak menolak dengan relnya tanpa bersentuhan. Tidak ada gaya gesek antara roda dengan rel, sehingga bisa meningkatkan percepatan yang dihasilkan oleh Shinkansen.

AKTIVASI JR PASS 7 DAYS ORDINARY

JRPass-7-days

Saking bersemangatnya, kami menunggu di depan JR EAST Travel Service Center (JR PASS exchange office) di Haneda International Airport Terminal jam 06.30 sedangkan kantor baru buka jam 07.45. Nggak apa-apa lah daripada dapet antrean belakang. Begitu kantor sudah buka, langsung deh aktivasi JR Pass  dan naik ke lantai atas, yaitu ke stasiun untuk berangkat ke Hakodate. JR Pass tidak bisa dibeli di Jepang. Jadi, sebelum ke Jepang harus beli dulu di Indonesia, atau beli secara online. Saya beli Exchange Order JR Pass 7 Days Ordinary di H.I.S Denpasar, Bali., dengan masa berlaku 7 hari berturut-turut. Harga Exchange Order JR Pass 7 Days Ordinary 29.110 yen, kurs waktu itu 120 (tahun 2016), jadi kalau di Rupiah-kan senilai 3,5 jutaan kurang dikit.

Wow, JR Pass mahal yaa?? Enggak dong! Coba bandingkan kalau nggak pake JR Pass,  barangkali pengeluaran untuk transportasi saja selama di Jepang bisa dua sampai tiga kali lipatnya. Jadi, JR Pass merupakan cara yang paling ekonomis dan aman untuk bepergian ke seluruh Jepang dengan kereta api.

Cara mengaktifkan JR Pass :

  • Tukarkan Exchange Order JR Pass di JR Exchange Office. Saya menukarkan di JR EAST Travel Service Center – Haneda International Airport, letaknya ada di lantai 2F dekat dengan Ticket Gate dan Lobby Arrival.
  • Isi formulir dan tunjukkan paspor asli yang sudah tertempel Visa Jepang. Tidak bisa kalau bentuk fotocopy. Nama di tiket harus sama dengan nama yang ada paspor.
  • Tulis tanggal mulai perjalananmu menggunakan JR Pass.
  • Setelah divalidasi, JR Pass siap digunakan mulai pada tanggal yang telah dipilih hingga batas akhir yang dipilih.

baca juga :

Pengalaman Mengurus Visa Jepang Tanpa Harus Datang Ke Kantor Kedubes

PENGALAMAN NAIK SHINKANSEN DI JEPANG

Keistimewaan Shinkansen yaitu memiliki layanan JR (Japan Rail) yang cepat, intensitas keberangkatan yang sering, bersih, tepat waktu dan nyaman. Pada beberapa kereta, tersedia layanan koneksi internet nirkabel. Kereta inovatif ini sangat aman (tidak pernah ada kecelakaan fatal). Pertama kali saya mencoba kereta Shinkansen adalah pada perjalanan hari pertama dari Tokyo ke Hakodate, Hokkaido. Desain keretanya sama seperti yang saya lihat sebelumnya melalui internet. Bentuknya lucu…keretanya bagus, perpaduan warna kereta tosca dengan aksen garis berwarna pink tua. Hihihii. Gambar bisa dilihat dibawah yaa manteman.

Sebelum naik Shinkansen, kita harus reservasi seat terlebih dahulu di counter tiket JR Shinkansen yang ada di Stasiun. Begitu saya masuk kereta, dalemnya bersih banget dan rapi. Karena saya pakai JR Pass 7 Days Ordinary, jadi seat class nya juga ordinary. Seperti namanya (ordinary = biasa), saya mendapatkan kursi biasa yang terdapat di semua kereta shinkansen. Susunan kursinya yaitu model 3 – 2. Meskipun ukuran dan ruang kaki antar set kursi bervariasi, namun di Shinkansen rasanya tetap nyaman, pokoknya nggak bakal kesempitan deh. Btw, maap yaa teman-teman, potonya nggak komplit..apalagi yang di dalem kereta Shinkansen. Seperti yang sudah sering saya jelaskan di postingan sebelumnya, bahwa banyak foto-foto yang hilang (entah dimakan virus atau dicuri setan).

shinkansen
Ini model kursi Shinkansen yang Green Car/Gran Class/Business Class |  source

Begitu kereta mulai berjalan, rasanya seperti tidak sedang naik kereta, seperti kalau kita naik pesawat yang sudah berada di ketinggian. Alus banget dan nggak berisik, ini karena keretanya melayang, nggak nyentuh rel. Jadi, kamu bakal rugi deh kalau pergi ke Jepang tapi nggak nyobain naik Shinkansen. Lol.

Bagaimana peraturan mengenai bagasi penumpang di kereta Shinkansen? Shinkansen memperbolehkan penumpang membawa dua buah koper dengan berat maksimum 60 kg dan tinggi+panjang+lebar maksimum 250 cm. Sepeda juga diperbolehkan masuk ke Shinkansen tanpa biaya tambahan, tapi harus dilipat atau dibongkar dan dikemas. Nah, cocok banget tuh buat kamu yang punya sepeda lipat dan pengen nge-gowes di Jepang.

Bagi saya, menggunakan kereta Shinkansen untuk menelusuri banyak kota di Jepang dalam waktu yang singkat adalah pilihan yang tepat. Sebab dengan kecepatannya yang tinggi, kita akan sangat menghemat waktu perjalanan dengan biaya yang ekonomis. Dari Japan Rail Group sendiri menyediakan JR Pass 7 days, 14 days, dan 21 days, jadi bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan traveler. Saya menggunakan JR Pass 7 Days Ordinary untuk perjalanan ke Hakodate, Tokyo, Kyoto, Osaka, dan Hiroshima selama liburan 10 hari di Jepang. Andai waktu itu saya tidak menggunakan Shinkansen, waktu 10 hari rasanya tidak cukup untuk menelusuri kota-kota besar tersebut, dan pastinya biaya untuk transportasinya bisa mencapai lebih dari 50.000 yen!

Sebagai contoh nyata dari pengalaman saya nih. Jarak dari Tokyo ke Hakodate adalah sekitar 900 km. Cara paling cepat dari Tokyo menuju ke Hakodate adalah dengan pesawat (1 jam 25 menit) dan kereta peluru Shinkansen. Namun, saya menggunakan JR Tohoku Shinkansen dari Tokyo ke Hakodate dengan durasi perjalanan 4 jam 2 menit. Kalau tidak pakai JR Pass atau JR East South Hokkaido Rail Pass, maka tarif sekali jalan dari Tokyo – Hakodate adalah 23.000 yen! Inget, sekali jalan doang, men!

backpackeraddict
Siap-siap naek Shinkansen. Meringis dulu!

Kalau mau maksa keliling Jepang  menelusuri kota-kota besar dalam waktu singkat tanpa memanfaatkan Shinkansen sih bisa saja, tapi apa enak? Yang ada kita pasti terburu-buru dan malah nggak bisa menikmati liburan, iya kan? Hehehe.

Ada kejadian lucu saat kereta berhenti di Hakodate Station. Ketika semua penumpang turun dari kereta, kami dengan pede-nya masih nangkring di kursi kereta. Kami berpikir bahwa kereta ini masih akan lanjut jalan menuju stasiun berikutnya. Hingga akhirnya seorang petugas dengan kesal menyuruh kami untuk turun. Pas kami turun, laahh…ternyata buntu! Alias itu stasiun terakhir, stasiun tujuan kami!! Pantes aja semua penumpang turun, wong udah sampe di stasiun. Lol.

JALUR KERETA PELURU SHINKANSEN

Melakukan perjalanan dengan kereta peluru di Jepang ini, kita bisa memilih 4 jalur kereta api yang berbeda, seperti ini :

  • Japan Rail Pass : mencakup seluruh wilayah Jepang (tak terbatas).
  • JR East Pass : mencakup wilayah Jepang bagain Timur seperti Tokyo, Nagano dan Gunung Fuji, hingga pulau Honshu.
  • JR Kyushu Rail Pass : mencakup perjalanan hingga pulau Kyushu.
  • JR Northern Kyushu Pass : mencakup perjalanan di bagian utara pulau Kyushu.

Namun, ada beberapa batasan penggunaan. JR Pass tidak dapat digunakan untuk perjalanan dengan kereta NOZOMI dan MIZUHO di jalur Tokaido, Sanyo, dan Kyushu Shinkansen.

Jalur utama Shinkansen dengan kereta peluru meliputi Tokaido, Sanyo, Tohoku, Joetsu, Nagano dan Kyushu. Rute yang populer termasuk Tokyo ke Osaka dan Tokyo ke Nagano. Kita bisa naik dan turun kereta di kota-kota seperti Kyoto, Nagoya dan di sepanjang jalan kota Yokohama!

shinkansen-japan

Jepang merupakan pelopor kereta berkecepatan tinggi (lebih dari 200 kilometer atau 125 mil per jam) yang kemudian diterapkan di beberapa negara Eropa dan di tempat lain, sehingga telah mengubah cara orang Eropa bepergian.

Memiliki kartu sakti JR Pass itu banyak untungnya, apalagi kalau kita melakukan perjalanan antar kota di Jepang. Ini merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan ketika saya bisa naik Shinkansen. Tidak pernah terpikir sebelumnya. Pengen naek Shinkansen lagi!

baca juga :

Pengalaman Buruk Liburan di Jepang

Heavy Rock Backpacking!

backpackeraddict

Referensi :
Majalah Kereta Api (Indonesian Railway Magazine) Edisi 100, November 2014. Penerbit PT. Ilalalang Sakti Komunikasi. Jawa Barat.
Majalah Kereta Api (Indonesian Railway Magazine) Edisi 99, Oktober 2014. Penerbit PT. Ilalalang Sakti Komunikasi. Jawa Barat.
Building The World. Shinkansen, Japan.
http://blogs.umb.edu/buildingtheworld/railways/shinkansen-japan/
Railway Technology. Shinkansen, Japan.
http://www.railway-technology.com/projects/shinkansen/
How The Shinkansen Bullet Train Made Tokyo Into The Monster It Is Today.
https://www.theguardian.com/cities/2014/sep/30/-sp-shinkansen-bullet-train-tokyo-rail-japan-50-years

7 thoughts on “Pengalaman Backpacking di Jepang Dengan Kereta Express ‘Shinkansen’

Terima Kasih Sudah Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s