Kehilangan Barang Saat Liburan di Jepang? Ini yang Harus Dilakukan

Sebagian besar traveler, kehilangan barang saat traveling pasti akan berasumsi kalau barang yang hilang di negara orang ngga akan ketemu. Apalagi barang kita hilang di kota yang super duper sibuk. Itu juga pernah saya alami saat traveling ke Jepang,  ceritanya ada di postingan sebelumnya yang berjudul “Pengalaman Buruk Liburan di Jepang”.  Kehilangan merupakan salah satu fenomena alam yang nggak bisa diprediksi, seperti Gunung Agung yang katanya bakal meletus malam, ternyata tak meletus hingga saya membuat postingan ini. Unpredictable. Tapi, seandainya (bilang dulu : “amit-amit jabang bayi”) kita kehilangan barang saat liburan di Jepang, apa saja yang bisa dilakukan? Masih bisa balik ke kita nggak itu barang?

Pertanyaan klasik, namun seperti candu. Sudah banyak sekali kasus barang hilang di Jepang, dan sudah banyak pula kabar menggembirakan dibalik tragedi memilukan ini. Berkat banyaknya spot Lost and Found dan kerja baik dari pihak polisi di Jepang,barang-barang tersebut siap kembali ke pelukan sang pemilik yang sah, mulai dari uang triliunan yen bahkan hingga gigi palsu. Jangan ketawa! Ini serius, saya baca di Japan Times! Jadi, ada kemungkinan besar barangmu yang hilang saat liburan di Jepang bisa didapatkan kembali.

Apa itu Lost and Found? Bagi yang belum tahu, Lost and Found adalah sebuah tempat kepentingan publik, berfungsi untuk mengamankan/menyimpan barang-barang yang hilang maupun barang-barang yang ditemukan orang lain. Dan tempat ini, barang yang hilang siap menunggu klaim dari pemilik aslinya.

“Berarti, handphone saya bisa balik lagi dong, Mik?”

“Bisaa…”

“Dompet saya? Passpor? Cincin berlian?”

“Bisaa saja..! Malah, ada flashdisk juga yang balik lho! Saya saksi mata waktu di kantor polisi Minami, Osaka. Asal jangan minta sama Lost and Found Jepang buat balikin mantanmu.”

So, apa saja yang harus dilakukan saat kita sadar bahwa barang milik kita, teman kita, keluarga kita, atau pasangan kita hilang maupun tertinggal di suatu tempat? Berikut ini beberapa hal yang hendaknya dilakukan saat kehilangan barang di Jepang terlebih jika menginginkan barang itu kembali.

1.  JANGAN PANIK

Meski panik adalah hal manusiawi dan saya sendiri juga mengalaminya waktu kehilangan barang di Jepang, tapi saya sarankan supaya nggak over panik. Kepanikan akan mempengaruhi tubuh kita dengan rasa takut sehingga kita bisa kehilangan kendali. Tenang..tenang, negeri Sakura memiliki budaya ‘lost and found’ dan kejujuran yang tak perlu diragukan lagi.

2.  SEGERA LAPOR

koban-jepang-japan-police
Koban

Segera lapor ke Keisatsusho (kantor polisi) atau ke Koban (pos polisi) setempat. Bisa juga lapor di bagian informasi stasiun kereta api, mall, dan lainnya, tergantung mana yang paling dekat dengan posisi kita pada saat itu. Semakin cepat kita melapor, barang yang hilang juga akan semakin mudah ditemukan.

Apa yang harus dijelaskan saat melaporkan barang hilang, adalah :

  • Kapan, dimana, dan jam berapa kita kehilangan barang. Jam nya bisa dikira-kira.
  • Deskripsikan secara detail barang yang hilang atau jatuh. Misalnya, dari pengalaman saya : pouch kecil kira-kira ukuran 10 x 7 cm, berwarna merah, terbuat dari kain, isi yang ada di dalam dompet adalah bla bla blaa. Seperti itu penjelasannya. Semakin detail, semakin baik!

Nah, waktu saya di kantor polisi Minami, Osaka, saya diberi surat keterangan kehilangan atau “Ishitsubutsu todoke juri shomeisho” yang diketik dan dicetak menggunakan huruf Kanji.

surat keterangan kehilangan di Jepang
Ishitsubutsu todoke juri shomeisho

Umumnya, Ishitsubutsu todoke juri shomeisho digunakan sebagai senjata untuk registrasi ulang kartu identitas yang hilang. Itu sebabnya, karena pouch saya yang hilang berisi surat-surat identitas penting, termasuk SIM, KTP, Asuransi, dan karut-kartu ajaib lainnya, maka saya diberi surat sakti tersebut oleh Keisatsusho Minami, Osaka.

3.  BARANG HILANG DI TAKSI

Buat yang suka naik taksi, pastikan kamu mendapat bill pembayaran dari taksi yang kamu naiki. Selain nominal, di dalam kertas bill itu lengkap tercetak mengenai tanggal, jam, dan nomor plat taksi. Dengan begitu, saat ada barang yang tertinggal di taksi, kita bisa menghubungi nomer telepon perusahaan taksi tersebut yang tertera di bill pembayaran. Kalau perusahaan taksi tersebut tidak melayani cukup baik, laporkan saja hal ini di kantor polisi terdekat.

4.  BARANG HILANG DI KERETA / STASIUN KERETA

  • Kalau sadar hilangnya di waktu yang sama dan kita masih berada di stasiun, maka solusinya adalah bertemu dengan manajer stasiun kereta api untuk menjelaskan tragedi kehilangan yang kita alami. Entah itu hilangnya di kereta maupun di stasiun, sang manajer selanjutnya akan menghubungi stasiun berikutnya agar mencarikan barang tersebut.
  • Kalau kita ingat tujuan kereta dan nomer kereta, waktu keberangkatan dan kedatangan, nomer kursi kereta yang kita duduki waktu itu, akan lebih lebih memudahkan pelacakan.
  • Kalau hilangnya tadi pagi dan baru sadar siang ini, maka hubungi stasiun yang kita datangi saat masuk maupun keluar.
  • Kalau hilangnya kemarin dan baru lapor hari ini, berarti kita harus menghubungi atau datang langsung (paling efektif) ke Tokyo Metro Lost & Found Center yang ada di Stasiun Ueno. Karena barang yang hilang, terlebih dulu akan disimpan di Ueno Lost & Found Center selama 3-4 hari.
  • Kalau baru lapor 4 harian setelah kehilangan gimana, kak? Bisa jadi, barang kita sudah dipindahkan ke Metropolitan Police Lost & Found Center yang lokasinya berada di dekat Stasiun Iidabashi (Nanboku line, Iidabashi station, exit C2).

Berikut daftar nomer telepon stasiun-stasiun di Jepang :

nomer-telepon-lost-and-found-di-stasiun-jepang-3

5.  BARANG HILANG DI AIRPORT

Kalau hilangnya di Airport, kita hubungi bagian informasi Airport tersebut. Namun bagaimakan jika hilangnya kemungkinan di pesawat? Segera hubungi pihak maskapai penerbangan yang kita pakai, kantornya berada di dalam Airport. Kalau bingung, tanyakan ke bagian informasi mengenai kantor maskapai.

6.  KARTU KREDIT AKU ILANG, KAK!!

image_bni-jcb-platinumKalau kartu kredit kita berbasis Jepang – seperti kartu kredit Indonesia yang berafiliasi dengan JCB (Japan Credit Bureau) : Maybank (BII) JCB Platinum Credit Card, BNI JCB Platinum Credit Card, CIMB Niaga JCB Ultimate Credit Card, BRI JCB Platinum – kita bisa langsung hubungi nomer dibawah ini untuk pemblokiran kartu kredit.

nomer-telepon-call-center-kartu-kredit-di-jepang-2
Sedangkan jika kartu kredit kita tidak berafiliasi dengan JCB, maka saat kita menelepon nomer diatas, operator akan menghubungkan nomor khusus ke kita untuk dimintai informasi. Sebab kartu kredit selain berbasis Jepang tidak dapat diblokir dengan bantuan call center kartu kredit yang ada di Jepang.

APA YANG BAKAL TERJADI SETELAH KITA MELAPOR?

Setelah kita melaporkan barang hilang ke pihak yang sudah saya sebutkan diatas, mereka akan menghubungi kita. Jika kita dihubungi oleh kantor polisi atau bagian Lost and Found Center, maka pastikan kita pergi ke kantor yang benar, jangan sampai salah kantor. Saat akan mengklaim barang, kita harus menunjukkan identitas seperti paspor, atau identitas lain yang jelas (misalnya KTP, SIM, Kartu Asuransi, dan sebagainya).

Jam kerja Lost and Found Jepang yaitu Senin – Jumat, jam 08.30 – 17.15 (kecuali hari libur Nasional dan 29 Desember – 3 Januari). Jadi, kalau mau ambil barang disana, harus pada saat jam kerja.

Sedangkan untuk kasus kehilangan kartu kredit, pihak bank akan menghubungi kita setelah ada pemberitahuan dari kepolisian. Tanyakan, kantor polisi mana yang mengamankan barang kita beserta nomer laporannya untuk memastikan bahwa kita datang ke kantor yang benar selama jam kerja.

BAGAIMANA KALAU KITA TIDAK BISA MENGAMBIL BARANG TERSEBUT?

Waktu adalah kendala. Sebagai pelancong, waktu kita untuk jalan-jalan aja terbatas, apalagi untuk mengurusi hal tersebut. Nah, tapi ada cara lain apabila kita tidak bisa mengambil barang di Keisatsusho maupun Lost and Found Center.

Dengan menghubungi Lost and Found Center, kita bisa meminta tolong barang tersebut dikirim melalui jasa ekspedisi. *aasyyiikk!* Wait..wait..waitttt.. jangan terlalu girang dulu. Ada syaratnya, yaitu biaya pengiriman barang ditanggung oleh kita sendiri lho yaa. Namun, ada baiknya terlebih dulu menanyakan kepada kantor polisi yang menelepon kita (menginformasikan barang kita yang hilang), untuk meminta keterangan lebih lanjut. Formulir untuk mengambil barang tersebut bisa download disini (resmi dari Jepang), bisa juga menghubungi Lost and Found Center untuk memberikan formulir yang relevan melalui faximile.

Nomer telepon Lost and Found Center : 0570-550-142

Jika tidak memiliki kemampuan berbicara bahasa Jepang, silakan meminta bantuan kepada orang Jepang atau orang asing yang bisa berbahasa Jepang.

Karena saya bukan ahli ramal, jadi saya nggak bisa menjamin 100% bahwa barang yang hilang di Jepang akan benar-benar balik ke tangan kita yaa. Tapi dari informasi yang saya ketahui melalui cerita om Agus Nawi saat membantu saya di Keisatsusho, setidaknya 98% barang itu akan kembali.

Orang Jepang menumbuhkan harga diri kepada anak-anak sejak usia dini dengan memberikan pengajaran bahwa mengembalikan barang yang bukan miliknya merupakan pekerjaan yang sangat baik dan sifat yang mulia. Inilah salah satu bagian dari budaya di Jepang, termasuk budaya lost and found. Di Jepang sendiri, tugas anggota kepolisian bukan hanya menindak kejahatan, namun juga meningkatkan perbuatan baik bagi masyarakat setempat.

Selain nomer-nomer diatas, silakan simpan juga nomer-nomer penting dibawah ini, siapa tahu suatu saat teman-teman membutuhkan.

nomer-telepon-lost-and-found-jepang

Sebagai backpacker yang numpang jalan-jalan di negeri orang, kita harus belajar dari budaya ‘lost and found’ ini. Saat kamu melihat ada barang orang lain yang tertinggal atau terjatuh, segera ambil diam-diam dan masukkan ke tas, segera laporkan ke pihak yang berwajib. Berlakukanlah hal seperti ini dimanapun kita berada, khususnya di Indonesia. Ingat barang hilang, ingat selalu Lost and Found, Koban dan Keisatshuso! *bukan ngiklan*

 

Heavy Rock Backpacking!

backpacker-addict-travel-blog-indonesia

 

 

References : BestlivingJapanJapan TipsMetropolitan Police Department | Tokyo ICCTokyo Metro Japan

Image of Koban : Japan Times

Terima Kasih Sudah Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s