Cerita Malam di Singapore dari Sudut Pandang yang Unik dan Berbeda

Buat teman-teman yang udah pernah ke Singapore pasti ngerasain gimana panasnya negara dengan fasilitas yang modern dan penuh dengan gedung-gedung pencakar langit ini. Untungnya diantara bangunan yang menjulang tinggi masih ada balutan penghijauan yang ditata unik banget, sehingga wajar saja Singapore dianggap sebagai salah satu green city terbaik di dunia. Setiap saya berjalan, disudu-sudut jalanan selalu saja ada tanaman. Kota nya bersih, dan sistem lalu lintasnya tertata rapi. Jika perjalanan siang hari saya dibasahi oleh keringat yang bercucuran jatuh ke bumi, maka saya justru dimanjakan saat malam di Singapore dari sudut pandang yang unik dan berbeda.

Barangkali ada yang lagi berencana pengen jalan ke Singapore dan menikmati malam disana, tapi masih bingung mau kemana. Kebetulan, saya baru saja pulang dari Singapore, dan kemarin saya sengaja pengen eksplore Singapore waktu malam hari juga. Sayang yaa, kereta dan bus terakhir beroperasi jam 23.30, jadi kurang puas, nggak semua-muanya bisa dieksplore. That’s OK.

MENELUSURI NIGHTMARKET DAN SEBAGIAN KECIL CHINATOWN

Waktu itu saya tiba di Singapore sekitar pukul 5 sore, dan baru sampai hostel pukul 7.30 malam karena pakai adegan salah masuk hostel segala. Lah, kok bisa? Iyaa, hostel saya menginap ini punya beberapa cabang yang ada di Chinatown juga. Harusnya masuk di hostel yang ada di Pagoda Street, eeh…saya kebablasan masuk ke hostel yang di South Bridge Road.

Chinatown merupakan distrik yang penuh dengan ruko dan jalan-jalan sempit. Disini banyak berjejer aneka street food, restaurant, bar & club dan souvenir-souvenir murah. Nightmarket yang paling terkenal di Chinatown antara lain di Pagoda Street, Sago Street, Trengganu Street dan Smith Street. Sekedar berjalan-jalan di area ini saja, saya sudah cukup senang walaupun nggak masuk tempat wisata.

Jujur, saya masih nge-blank gara-gara penerbangan kemarin 2 kali dicancel sama maskapai, sehingga cukup mengacaukan itinerary yang sudah saya susun rapi, dan membuat saya harus berpikir lagi mulai dari merubah rute sampai memesan hotel dengan harga semurah-murahnya.  Hostel yang sudah saya pesan dan bayar jauh-jauh hari, tidak bisa refund maupun reschedule meskipun pembatalan tersebut akibat force majeur, yaitu kejadian diluar kemampuan manusia dan tidak dapat dihindari (perang, kerusuhan, bencana alam, dan bencana lainnya). Jahat! Jadi, saya nggak banyak eksplore Chinatown, Singapore.

1.  Pagoda Street

Saya lebih tertarik suasana tradisional kampung pecinan yaitu di Pagoda Street. Di Pagoda Street, jalanan sempit ini dihiasi oleh lentera-lentera yang menyala pada malam hari. Orang-orang sering menyebut area ini sebagai Chinatown Night Market.

pagoda-street-chinatown-singapore

Chinatown Night Market merupakan tempat yang cocok untuk membeli oleh-oleh dengan harga murah di daerah Chinatown. Kebanyakan souvenir yang dijual disini ‘made in China’, bahkan beberapa toko menawarkan barang dengan sistem ‘buy 10$ get 3’, dan aneka penawaran yang lain. Selain souvenir, disini juga ada yang menjual barang-barang digital, tapi saya nggak berani jamin kualitasnya.

2.  Smith Street & Trengganu Street

Nah, buat yang hobi kuliner, Chinatown Food Street bisa jadi tempat icip-icip aneka jajanan dan sajian lokal Singapore yang paling populer di  Singapore. Letaknya di area Smith Street, juga beberapa di Trengganu Street.

Trengganu-Street-Chinatown-Singapore

Lokasi Chinatown Food Street nggak jauh dari Pagoda Street, bisa ditempuh dengan jalan kaki bentar. Nah, kalau yang di Trengganu Street ini, harga makanannya rata-rata cukup mahal buat kaum backpacker seperti saya. Untungnya juga, saya bukan ‘kulinerian’ (orang yang demen kuliner).

3.  Sri Mariamman Temple

Sri-Mariamman-Temple-Singapore

Keluar dari Pagoda Street, saya melangkahkan kaki di South Bridge Road, masih di distrik Chinatown pusat kota. Nggak jauh dari gapura Chinatown, saya sudah bisa melihat Sri Mariamman Temple dengan view tampak depan. Sri Mariamman Temple merupakan kuil Hindu tertua di Singapore, yang didirikan pada tahun 1827 oleh Naraina Pillai. Waktu berjalan di Pagoda Street, Sri Mariamman Temple juga bisa saya lihat dari sisi samping. Saya nggak masuk ke kuil ini, karena selain malam itu sangat ramai, di Sri Mariamman Temple juga sedang ada private event yang dipenuhi oleh orang-orang Tamil.

4.  Buddha Tooth Relic Temple and Museum

Selanjutnya berjalan ke arah selatan, saya menemukan Buddha Tooth Relic Temple and Museum yang tinggi dan berdiri megah diantara lampu-lampu kota. Kuil Buddha ini berada di South Bridge Road, masih satu deretan sama Sri Mariamman Temple. Menurut website resmi Buddha Tooth Relic Temple and Museum, kuil ini didirikan pada tahun 2002 oleh Yang Mulia Shi Fazhao dan berperan sebagai wujud amal di bawah Charities Act. Kuil ini didedikasikan untuk Buddha Maitreya, yang berarti ‘Yang Welas Asih’, dan juga disebut ‘Sang Buddha Masa Depan ‘.

Buddha-Tooth-Relic-Temple-and-Museum-Singapore
Buddha Tooth Relic Temple and Museum

Sayangnya, kuil dan museum ini tutup jam 7 malam sehingga saya nggak bisa menjelajah ke dalam. Untuk masuk ke kuil dan museum yang tinggi ini GRATIS. Buka setiap hari pukul 7 a.m – 7 p.m. Yang harus diperhatikan betul adalah : berpakaian sopan untuk menunjukkan rasa hormat (hindari berpakaian dengan punggung terbuka, tank-top, celana pendek, rok mini, dll), dan jangan membawa makanan ‘non-vegetarian’ maupun hewan peliharaan di dalam kuil.

Erskine-Road-Singapore
Eskine Road

chinatown-singapore-3

Cara paling mudah menuju ke pusat Chinatown :

Naik kereta MRT pakai jalur Downtown Line (garis biru) dan North East Line (garis ungu). Turun di Chinatown MRT Station, dan keluar di Exit A sehingga kita akan langsung berada di pusat Chinatown yaitu Pagoda Street.

MENDAMAIKAN HATI DAN PIKIRAN DI MARINA AT KEPPEL BAY

Sepertinya nama Keppel Bay ini masih asing di telinga sebagian besar traveler Indonesia. Mereka para traveler lebih mengenal Marina Bay Sands maupun Garden by the Bay. Keppel Bay sebenarnya merupakan hunian semacam perumahan berbentuk menara yang menawarkan lansekap apik Singapore dengan pemandangan laut dan kapal-kapal yang berlabuh di dermaga. Mungkin model ini bisa juga disebut dengan istilah apartemen.

keppel-bay-view-1

Enam kompleks bangunan menara atau apartemen ini dikelilingi air dan sejumlah vegetasi yang subur. Tidak seperti di pusat kota Singapore. Di malam hari, area sekitar Keppel Bay cukup sepi dan tenang. Saya suka suasana seperti ini.  Inilah alasan yang membuat saya tertarik pergi ke Keppel Bay pada malam hari, kalau siang panasnya bakal minta ampun. Selain itu, menurut saya, foto yang dihasilkan jauh lebih dramatis. Pemandangan menara dan kapal-kapal dermaga, dan refleksi lampu-lampu di air. Oleh sebab itu, tempat ini juga disebut sebagai Reflection at Keppel Bay dan Marina at Keppel Bay.

Nah, pas saya jalan kaki dari Keppel Bridge (Keppel Bay Vista) menuju Keppel Island, rupanya si security mencium gelagat saya yang pengen masuk ke pulau itu. Jadilah dia lalu menutup portal pulau kecil di selatan Singapore ini sambil melihat ke arah saya.

“Saya bertanya kepada Bapak Security yang menutup portal, apakah saya tidak memiliki hak untuk berkunjung ke Keppel Island dengan hak asasi yang saya miliki? Saya hanya meminta keadilan. Soal keselamatan jiwa saya, sepenuhnya saya serahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. (emangnya Pak Esbeye doang yang bisa bilang gitu?)”

Saat saya ke Keppel Bay sudah jam 8 malam, waktu terbatas karena harus melanjutkan perjalanan ke Gardens by the Bay. Niat pengen masuk ke Keppel Island pun gagal. Meskipun harus jalan kaki dari terminal bus HarbourFront sejauh 1 km lebih dan kaki udah berasa kayak digelendotin kuda, tapi saya nggak nyesel begitu sampai di Keppel Bay. Pemandangan malamnya benar-benar ngilangin rasa pegal di kaki, jadi malas balik. Beberapa orang yang lewat disini seperti aneh melihat saya berdiri sendirian di jembatan, mungkin mereka mengira saya mau bunuh diri disitu.

keppel-bay-vista-2

keppel-bay-vista-singapore

Dahulu, sejak awal abad ke-13, Keppel Bay (Teluk Keppel) dimanfaatkan sebagai jalur lalu lintas perairan bagi kapal-kapal yang berlayar dari Selat Malaka ke Laut Cina Selatan. Lambat laun pelabuhan berkembang pada pertengahan abad ke-19, dan Singapore menjadi wilayah yang makmur. Kini, Keppel Bay sudah berubah menjadi wilayah modern dengan pemandangan yang menarik. Marina at Keppel Bay yang dirancang oleh artsitek bernama Daniel Libeskind, menjadi ikon bangunan perumahan tepi laut dengan perpaduan pusat perkantoran, perbelanjaan, serta fasilitas hiburan dan rekreasi. Asli, keren banget night view nya!!

🚊 Cara menuju ke Keppel Bay :

  1. Naik bus dan turun di Caribbean at Keppel Bay bus stop. Lalu jalan kaki menuju Keppel Bay Dr (nama jalan, seperti gang) sekitar 100 meter (Keppel Bay Dr letaknya sebelum bus stop). Berjalan lah sepanjang kurang lebih 450 meter, sampai ketemu jembatan. Nomer bus yang melayani rute ke Keppel Bay : 10, 30, 57, 61, 93, 97, 100, 124, 131, 143, 145, 166, 188, 408, 963
  2. Naik MRT pilih North East Line (jalur ungu) atau Circle Line (jalur kuning), turun di stasiun MRT HarbourFront Interchange keluar di Exit B. Diteruskan jalan kaki ke arah barat sekitar 500 meter. Masuk ke jalan Keppel Bay Dr, dan lanjutkan perjalanan sejauh 450 meter ke arah selatan sampai ketemu jembatan.

MERASAKAN MOMENT NATAL DI ORCHARD ROAD

christmas-moment-at-orchard-road-singapore-6

Kabar gembira buat yang akan berkunjung ke Singapore di bulan Desember seperti saya, teman-teman bisa menikmati suasana Natal di sepanjang Orchard Road. What?? Backpackeran tapi nge-mall??? Ehmm…dibilang nge-mall sih enggak, dibilang nggak nge-mall…juga iya, karena keluar dari stasiun MRT Orchard langsung berada di dalam mall. Tapi kan eyke kesini bukan buat shopping cyin! Pengen ngerasain moment Natal yang berbeda. Maklum, saya belum pernah menikmati suasana menjelang Natal seperti ini.

christmas-moment-at-orchard-road-singapore-2

christmas-moment-at-orchard-road-singapore-3

Christmas on A Great Street Orchard Road ( #OrchardRdXmas ) merupakan acara tahunan yang biasanya diselenggarakan mulai pertengahan November hingga bulan Desember penuh untuk menyambut Hari Raya Natal. Selama acara tersebut, di sepanjang 2.88 km antara Tanglin Mall dan Plaza Singapura, dan termasuk Scotts Road, ditransformasikan menjadi tempat yang diterangi oleh irama lampu dengan aneka pohon Natal, bola gantung berisi LED di dalamnya, dekorasi Natal lainnya yang sangat memikat dan mengesankan juga terpasang di sepanjang jalan sehingga menimbulkan kesan lorong yang gemerlapan.

christmas-moment-at-orchard-road-singapore-5

Disini saya berjumpa dua musisi jalanan yang kualitasnya nggak abal-abal. Kalau nggak keberatan, boleh lah kita sumbangkan sepeser uang untuk mereka-mereka ini. Saya sempat baper karena salah satu musisi jalanan tersebut sudah paruh baya, sebut ‘uncle’ saja lah yaa. Melalui jenis alat musik tiupnya (bukan flute, bukan juga saxophone, tapi nggak tau juga namanya apa), si uncle melantunkan musik Natal yang membuat saya hampir mewek. Musiknya sendu sih, jadi inget bapak sama ibu di rumah.

🚊 Cara mudah menuju Orchard Road :

Naik MRT pilih North South Line (jalur merah). Turun di stasiun MRT Orchard, dan keluar di Exit E.

MEMANJAKAN MATA MELALUI GEMERLAP LAMPU DI GARDENS BY THE BAY

Seusai mengunjungi Keppel Bay, saya bergegas mengejar waktu menuju GBTB atau Gardens by the Bay. Tadinya saya udah nyerah dan mengurungkan niat untuk ke GBTB karena kaki udah gempor banget setelah seharian jalan, 3.5 jam jalan di Mount Faber sampai Telok Blangah Hill, dan jalan lagi dari HarbourFront Bus Interchange ke Keppel Bay. Tapi mendengar bisikan-bisikan misterius dari alam, saya pun tetap nekat ke GBTB dari HarbourFront MRT ke Bayfront MRT. Dari Bayfront MRT saya masih harus berjalan cukup jauh lagi menuju GBTB melalui exit B.

Gardens by the Bay atau GBTB adalah sebuah nature park (taman alami) seluas 101 hektar dan bersebelahan dengan Marina Reservoir. Disamping aneka tanaman yang tertata cantik dan rapi, GBTB juga menyediakan habitat perairan untuk keanekaragaman hayati seperti ikan dan capung. Ada 3 bagian taman tepi laut disini yang bisa dieksplor, yaitu Bay South Garden, Bay East Garden dan Bay Central Garden.

supertree-gardens-by-the-bay-singapore
Dragonfly Lake di Gardens by the Bay

Kalau saya amati, spot Supertrees merupakan spot yang sangat fenomenal dan banyak diminati orang. Ada 18 Supertrees di Gardens by the Bay, dan 12 di antaranya bisa dijumpai di Supertree Grove. Supertree yang tertinggi berukuran hingga 16 tingkat. Hal yang nggak boleh dilewatkan adalah berjalan di sepanjang OCBC Skyway dengan tinggi 22 meter.  OCBC Skyway ini seperti sebuah jembatan dengan panjang 128 meter, yang menghubungkan dua Supertrees. Melalui OCBC Skyway kita bisa melihat view Gardens by the Bay secara menyeluruh, Marina Bay yang menjulang tinggi, icon Singapore yaitu patung Merlion, ArtScienic Museum, Singapore Flyer, maupun pemandangan kota di sekitar GBTB dengan sudut pandang yang berbeda.

Khusus di bulan Desember ini wisatawan juga bisa berkunjung ke Christmas Wonderland. Christmas Wonderland merupakan sebuah perayaan Natal tahunan di GBTB yang diwarnai dengan pesona cahaya di malam hari. Moment Natal sangat terasa disini, apalagi dekorasi-dekorasi Natal unik yang instagramable.

Banyak sekali spot Gardens by the Bay yang keren banget untuk dikunjungi malam hari. Tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan, apalagi di hari Minggu dan musim liburan. Karena itu, saya memilih spot-spot yang sepi aja, yaitu di Dragonfly Lake, Silver Garden yang isinya cuma 3 Supertrees dan beristirahat di tepian Marina Bay sambil mijetin kaki sendiri. Kasian.

 

silver-gardens-by-the-bay

marina-bay-night-viewSayangnya saya cuma punya waktu 1 jam, dan operasi MRT dan bus cuma sampai jam 23.30. Lagi enak-enaknya menikmati pemandangan dari tepian Marina Bay, saya lihat hp ternyata udah jam 23.05! Saya sempat nekat mau masuk ke event Christmas Wonderland, tapi belum sampe di pintu masuk sih udah ciut nyali duluan gara-gara jam. Maklum, saya harus jalan lagi ke MRT Bayfront sekitar 15 menit. Daripada ketinggalan kereta atau bus, mending saya cari jalan aman dengan perasaan yang sangat menyesal. Andai saja saya punya waktu 3 jam disini, saya pasti udah bisa eksplore semua spot di Garden By The Bay. Aah..Doraemon, kamu kemenong???

christmas-wonderland-singapore

Buat teman-teman yang pengen ke GBTB khususnya ngincer ‘Supertrees’, saran saya lebih baik berkunjung di waktu sore hingga malam hari. Karena selain menghindari panas, pemandangan di GBTB lebih indah dinikmati pada malam hari, dimana semua lampu-lampu disini akan menyala beraneka warna.  Sayang banget kan kalau nggak dapet moment kayak gini? Dijamin deh, kalian akan puas dan foto-foto yang dihasilkan akan jauh lebih menarik. Kecuali kalau berniat mengunjungi Cloud Forest dan Flower Dome, lebih cantik dikunjungi pada siang hari.

🔖 Tiket masuk Gardens By The Bay

Tiket masuk ke Gardens By The Bay ini GRATIS lhoo! Namun yang perlu membayar tiket masuk adalah apabila ingin ke :
1. OCBC Skyway – 8$
Disini kita bisa jalan-jalan di jembatan yang menghubungkan 2 Supertree, dan bakal menikmati pemandangan Singapore dari atas.
2. Christmas Wonderland – 6 $SGD (hanya berlangsung selama bulan Desember)
Buat yang pengen merasakan suasana Natal, spot ini sangat recommended. Semua dekorasi Natal yang disuguhkan benar-benar bagus dan wow!
3. Cloud Forest & Flower Dome – 28 $SGD
Berupa hutan dan taman yang nyaman banget buat terapi mata. Mata kita benar-benar dimanjakan dan kita akan merasakan suasana alam yang sejuk di dalam Cloud Forest & Flower Dome. Kalau hanya pengen ke salah satu atraksi juga bisa, harganya 16 $SGD per atraksi. Tiket Cloud Forest & Flower Dome bisa beli via online. Tapi, kalau hanya satu atraksi, tiket tidak bisa dibeli online. Jadi, harus beli on the spot.
Buat yang pengen hemat tenaga or nggak mau rusak kakinya, disediakan juga shuttle bus seharga 3 $SGD dengan rute pp pintu masuk – Cloud Forest & Flower Dome.  Jangan dibayangin kayak bus beneran. Shuttle Bus berlaku di hari yang sama, dan tidak terbatas penggunaannya alias seharian bisa berkali-kali pakai shuttle bus. Tapi cuma dari pintu masuk ke Tiket Cloud Forest & Flower Dome.

🚊 Cara mudah menuju Gardens by the Bay :

Naik MRT melalui Downtown Line (jalur biru) atau Circle Line (jalur kuning). Turun di BayFront MRT Interchange, dan keluar melalui Exit B.

*   *   *

Mumpung bulan Desember masih cukup panjang, menikmati suasana Natal di Singapore bisa jadi pilihan lho. Apakah ada teman-teman yang pernah ke spot unik dan lebih menarik lainnya untuk menikmati malam di Singapore? Yuk, silakan share di kolom komentar, supaya para pembaca yang belum tahu jadi punya referensi baru.

 

spot keren dan bagus di singapore 2

 

Heavy Rock Backpacking!

backpacker-addict-travel-blog-indonesia

 

*All images reserved © 2017 BackpackerAddict.com

2 thoughts on “Cerita Malam di Singapore dari Sudut Pandang yang Unik dan Berbeda

  1. blm prnh ke luar negeri, bahkan negara yg lumayan deket aja seperti singapura blm pernah hahaha.. #Ndesooooo tpi siapa tau aja nnti ada rejeki bisa main k sni jg.. spertinya motret malam hari dengan lampu2nya ckup menarik, apalagi d sana ada kampung bugis… pengen banget k situ 😀 😀

    Like

    • Belum ke luar negeri bukan berarti ndeso kok mas hehee. Amiin, aku doa’in deh mudah-mudahan dilancarkan rejekina…biar bisa ngebolang ke luar juga.

      Yess,, eksplorasi malam bisa jadi alternative mengingat Singapore cuacana panas banget kalo siang..

      Like

Terima Kasih Sudah Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s