Amazing Solo Trekking ke Southern Ridges Singapore ala Backpacker, Berani Coba?

Southern Ridge merupakan salah satu tempat terbaik di Singapore untuk menikmati pemandangan flora dan fauna, kepulauan bagian selatan, panorama kota, dan pelabuhan. Mari mendaki di alam terbuka dan nikmatilah ketenangan yang ada.

Singapore itu kan negara yang panas!! Kalau sudah tahu panas, yaa jangan eksplor kotanya atuh. Cara menyikapi panas yang bijak adalah dengan eksplorasi alam atau Singapore pada malam hari. Gitu aja kok repot. Singapore nggak melulu tentang Merlion, Garden by the Bay, Marina Bay, Little India, Haji Lane, Sentosa Island atau ‘city sightseeing’ lainnya yang tentu saja suasananya cukup panas. Cobain deh trekking di Southern Ridges seperti yang saya lakukan. Meskipun sendirian, tapi saya benar-benar menikmati tantangan ini. Banyak hal yang saya dapatkan selama 3 hari menjadi solo backpacker.

Beberapa obyek yang sangat terkenal di Southern Ridges adalah Henderson Waves, Forest Walk, dan Canopy Walk. Untuk menuju Henderson Waves, saya menyertakan Mount Faber sebagai langkah awal. Solo traveling ke Mount Faber dan area Southern Ridges merupakan destinasi wajib bagi saya. Apa alasannya?

Baca juga :
  Cerita Malam di Singapore dari Sudut Pandang yang Unik dan Berbeda.
  8 Makanan Terbaik di Singapore. Nomer 3 dan 5 Recommended Banget!

Kalau denger kata mount, pasti berpikir bakal mendaki, harus punya tenaga ekstra, harus bawa tas gede (padahal nggak camping) atau pemikiran lain tentang gunung. Jangan samakan Mount Faber dengan Gunung Rinjani atau Gunung Fuji di Jepang. Mount Faber ini layaknya sebuah bukit. Untuk mencapi Mount Faber itu tidak butuh waktu berjam-jam untuk sampai ke puncak dan tidak butuh keahlian khusus kok. Yang dibutuhkan hanyalah tenaga, air minum, nasi bungkus dan iman, karena di jalur trekking Southern Ridge tidak ada warung. Saya malah nggak bawa makanan kesana, takut di PDKT-in ama monyet (walaupun saya nggak ketemu 1 monyet pun disini). Sebagai gantinya, saya makan dulu satu porsi duck rice/nasi bebek seharga 4.5 SGD yang ada di Seah Imm Food Center, lokasinya di HarbourFront Bus Interchange. Air minum yang saya bawapun tinggal dikit banget, nggak ada 500ml. Untungnya saya nemu tap water sepanjang perjalanan di Southern Ridges meskipun jauh banget lokasinya dari titik awal.

Buat kamu yang mau mencari pengalaman amazing di Singapore, lain daripada yang lain, dan pengen mencoba suatu tantangan, kamu bisa ikuti cara saya dibawah ini. Obyek-obyek yang saya sebutkan disini semuanya GRATIS, tidak ada biaya masuk. Jadi, sayang sekali untuk dilewatkan.

1.  MARANG TRAIL (starting point)

Marang Trail merupakan pintu masuk ke Mount Faber Park sekaligus menjadi titik awal yang harus dilewati saat akan eksplore Southern Ridges dengan cara trekking, bukan naik bus atau mobil. Saya tidak pernah merasa takut sejak awal saat harus solo traveling, apalagi ke area hutan seperti ini, karena saya cukup yakin bahwa Singapore merupakan salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat aman dan ramah wisatawan.

Saat memasuki Marang Road dari arah HarbourFront Interchange MRT, kita akan bertemu sebuah papan Mount Faber Park dan jalan bercabang. Kalau kamu nggak ketemu sama dua obyek ini, berarti kamu salah jalan.

marang-trail-mount-faber-park-singapore

Di jalan bercabang tersebut, saya pilih jalan yang sebelah kiri, yaitu rute trekking sebenarnya untuk menuju Mount Faber yang terdiri dari sekian ratus anak tangga. Rute trekking ini sepi sekali, mungkin karena saya sudah sore kesana, sekitar pukul 15.30. Di Marang Trail nggak ada jalanan yang turun, makin lama makin naik. Yaa iyalah, namanya juga naik bukit.

Semakin naik, semakin saya menemukan keindahan alam. Bahkan di trek ini, saya ketemu anak komodo liar yang besarnya kira-kira sepaha manusia dewasa. Baru saja saya mengeluarkan kamera, eeh, dia malah cepat-cepat kabur masuk ke semak-semak hutan. Aaaahhh!!!

Kurang dari 30 menit, saya sudah sampai di atas, di area Mount Faber car park. Disini sudah tidak ada lagi anak-anak tangga. Jalanan menuju destinasi selanjutnya sudah berupa jalan aspal. Di puncak Mount Faber, saya melihat pemandangan luas gedung-gedung bertingkat dan kompleks hunian warga.

cityscape-singaporeharbourfront-singapore

Ada juga pemandangan laut, kapal-kapal dan dermaga yang bisa dilihat disini. Tentunya ditemani angin sepoi-sepoi yang akan menyejukkan kita dari cuaca panas Singapore.

Mount Faber Park merupakan salah satu Nature Park tertua dan populer di Singapore.

2.  FABER WALK & FABER PEAK
Selesai menyusuri tangga di Marang Trail, saya berjalan ke arah barat. Rute sepanjang 1 km ini disebut sebagai Faber Walk, menempuh kurang lebih 20 menit berjalan kaki. Di Faber Walk, pemandangan yang disuguhkan disebelah selatan yaitu Sentosa Island, laut beserta dermaga bagian selatan Singapore, serta cable car yang berseliweran menuju ke/dari arah Sentosa Island.

cable-car-singapore-kereta-listrik

Jadi, kalau mau ke Sentosa Island dengan cable car, naiknya disini, yaitu di Faber Peak (Cable Car Station). Cable car merupakan cara yang menyenangkan untuk menuju ke Sentosa Island.

Nggak cuma suguhan pemandangan alam, di sekitar Faber Peak dan Faber Walk saya menemukan spot yang bisa dibilang cukup unik, yaitu tangga berwarna dan bekas cable car yang disulap menjadi obyek untuk foto selfie maupun sekedar melepas lelah.

cable-car-singapore-mount-faber

colourful-stairs-singapore-tangga-berwarna

Sayangnya, tangga berwarna tersebut kemudian ditutup security saat ada pasangan muda yang hendak berfoto mesra disitu.

3.  HENDERSON WAVES

Ini dia yang ditunggu-tunggu. Setelah berjalan 1 km kurang lebih 20 menit jalan kaki dari Faber Walk, saya sampai di pintu masuk Henderson Waves yang berada di sebelah kanan.

henderson-waves-southern-ridge-singapore

Henderson Waves merupakan sebuah jembatan unik yang disusun dengan kayu-kayu berkualitas super. Panjangnya 300 meter dan berada 36 meter diatas Henderson Road, sebuah jembatan dengan design luarnya bergelombang yang menghubungkan Mount Faber Park dan Telok Blangah Hill. Meski design luarnya bergelombang, namun papan-papan kayunya tidak berarti bergelombang. Rata dan datar.

henderson-waves-southern-ridge-singapore4

aerial-southern-ridge-singapore

Disini saya masih menikmati pemandangan kota dan pulau-pulau kecil Singapore di bagian selatan. Sebenarnya jembatan ini tidak terlalu spesial untuk saya. Pengen yang spesial? Coba deh ke Henderson Waves saat malam hari karena lampu-lampu di jembatan ini akan dinyalakan mulai pukul 7 p.m – 2 a.m. Bakal terasa spesialnya dan fotomu pasti bisa lebih keren! Yang pengen ke Henderson malam hari, nggak perlu trekking dari Marang Trail. Kejauhan. Cukup start dari car park terdekat Henderson Waves saja.

4.  HILLTOP WALK
Dari Henderson Waves saya melanjutkan perjalanan menyusuri Hilltop Walk sepanjang 1 km. Karena kaki mulai terasa berat, saya memperlambat kecepatan jalan kaki, mungkin 30 menitan lamanya. Kalau jalan cepat paling hanya 20 menitan.

faber-walk-mount-faber-singapore

Saya sempat berhenti di tengah perjalanan Hilltop Walk. Membuka online map, sambil meratapi sisa air minum di botol yang hanya cukup untuk 2 kali tegukan. Waktu itu matahari sudah hampir meredup dan suasana semakin sepi. 50 meter di sebelah kanan saya hanya ada orang pacaran, dan sekitar 3 orang lainnya sedang jogging. Melihat orang pacaran semakin membuat rasa haus saya menjadi-jadi. Namun berkah pun nampak di depan mata. cling! TAP WATER!!! Akhirnyaaa..

5.  FOREST WALK

Setelah bertemu surga dunia (tap water), saya dengan semangat melanjutkan separuh rute Hilltop Walk hingga akhirnya sampai di depan pintu masuk Forest Walk.

forest-walk-singapore

Forest Walk adalah tempat favorit di area Southern Ridges buat saya. Merupakan area hutan yang sangat mudah dilalui oleh siapapun – baik anak-anak, orang tua, maupun kaum difabel – sebab kaki-kaki cantik sudah dimanjakan dengan jembatan berwarna abu-abu yang terbuat dari besi baja. Jembatannya berbentuk zig-zag, alasnya rata, kalaupun menanjak tidak terlalu tinggi. Pokoknya nyaman sekali berjalan di Forest Walk sepanjang 1.3 km ini. Hawanya suejuk rek.

forest-walk-singapore2forest-walk-singapore5

Forest Walk merupakan area hutan kedua yang mengubungkan Telok Blangah Hill dan Alexandra Arch. Konon, di area Forest Walk kita akan bertemu dengan nyemot-nyemot (monkeys) yang mungkin saja tiba-tiba menjambak rambut kita. Tapi saya beruntung, mereka nggak menampakkan ekornya. Selamet!!

forest-walk-singapore4forest-walk-singapore3

Waktu telah menunjukkan hampir pukul 19.00, itu tandanya saya harus mempercepat langkah kaki, karena cahaya matahari sudah kurang bersahabat untuk saya berlama-lama di hutan tanpa penerangan.

6.  ALEXANDRA ARCH (finish)

Keterbatasan waktu hanya memberikan saya kesempatan untuk melewati tantangan yang singkat dalam menakhlukkan Southern Ridges dan harus berakhir di Alexandra Arch.

alexandra-arch-bridge-1alexandra-road

Alexandra Arch merupakan jembatan yang didesign menyerupai bentuk daun yang terbuka. Jembatan ini berada di atas Alexandra Road sekaligus merupakan penghubung antara Forest Walk dan Hort Park. Uniknya, warna lampu di Alexandra Arch ini akan berubah-ubah ketika mulai dinyalakan pada pukul 7 malam hingga tengah malam.

*     *     *

Total rute yang ditawarkan diatas berkisar 5 km atau kurang lebih 3-5 jam trekking santai. Buat kamu yang cuma mau ngejar foto dan nggak pengen capek, lakukan start  dari masing-masing tempat parkir obyek tersebut.

Pengalaman solo traveling menyusuri Southern Ridges, tentu memberikan kesan yang sangat berharga bagi saya, seperti perjalanan lainnya yang selalu memiliki kesan tersendiri. Saya belajar untuk semakin mencintai alam, saya belajar untuk tidak menyerah walaupun sudah lelah, saya belajar untuk bertahan – dengan sisa stok air yang saya punya – serta belajar lebih sabar.

Dan yang terpenting, saya jadi semakin cinta Indonesia. Kenapa? Kalau cuma hutan, gunung dan lautan, Indonesia masih juara! Alam Indonesia lebih keren dan beraneka ragam. Nggak ada yang bisa mengalahkan kekayaan alam Indonesia. Sayangnya, banyak tiket-tiket penerbangan domestik kita menuju tempat wisata cantik di Indonesia masih mahal.

Baca juga :
  Destinasi Menarik di Sabang Pulau Weh.
  Explore Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan Dalam 2 Hari.

 

PIN ME!

SOLO TREKKING AT

Heavy Rock Backpacking!

backpacker-addict-travel-blog-indonesia

Author: BackpackerAddict | Miki

backpacker • travel blogger Indonesia • video editor • personal travel photographer

7 thoughts

  1. Glad to find another travel blog who shares similar interests. Salam kenal, kak.

    4 kali ke Singapura, aku belum kesampaian juga nanjak ganteng ke Henderson Waves sama Mount Faber Park ini. Anaknya suka arsitektur sih, jadi nggak bosen-bosen strolling around di kota, hahaha. Berarti di Mount Faber ini sejuk ya? Aku pernah ke Bukit Nanas Forest di KL, tetep gerah dooonggg nggak ada angin.

    Like

    1. Sounds good that you’d glad for it!

      Hehee iyaa arsitektur di Singapore bagus-bagus. Kotanya bersih dan rapi. Sayangnya panas aja. Di mount faber
      ini sejuk mas, kecuali pas udah sampe di Henderson hahaa. Tapi terobati karena banyak angin.

      Aku malah belum pernah ke Bukit Nanas, waktu itu cuma transit 1.5 hari aja di KL..haha.

      Salam kenal juga mas Matius..

      Liked by 1 person

      1. Ooh suka panasnya disana yaa, pantesan bulak-balik ampe 4 kali hehee. Aku jalan bentar disana aja keringetan, makanya kemarin balik ke Indonesia langsung turun 10kg. LOL

        Like

Terima Kasih Sudah Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s