Pengalaman Spesial Naik Kapal Cepat dari Bali ke Banyuwangi (PP)

Sudah dari tahun 2017 lalu sebenarnya saya berencana jalan-jalan ke Banyuwangi. Tapi, keinginan tersebut baru terlaksana 28 Februari 2018. H-12 jam adalah waktu yang mendebarkan karena ada tugas dadakan dari kantor untuk pergi ke Banyuwangi. Naik kapal ferry dari pelabuhan Gilimanuk tentu bukan pilihan yang menarik, karena saya harus memulai perjalanan dari Gianyar dan ‘nggak banget’ berlama-lama di dalam bus (sekitar 5-6 jam). Nah, kali ini saya mau sharing pengalaman spesial naik kapal cepat dari Bali ke Banyuwangi. Saya tegaskan diawal, ini bukan sponsorship. Semua based on true story. Apa yang saya share cukup lengkap dan bisa menjadi referensi tambahan buat manteman backpacker or traveler semuanyah!

Sebelumnya, Garuda Indonesia menjadi satu-satunya maskapai penerbangan langsung untuk rute Bali – Banyuwangi, namun menurut mas Sugeng – driver saya di Banyuwangi – operasi penerbangan hanya berlangsung selama kurang lebih 2 bulan. Jadi, penerbangan direct Bali – Banyuwangi sekarang sudah almarhum. Kalau mau naik pesawat dari Bali ke Banyuwangi musti transit dulu ke Surabaya. Itupun kalau dikalkulasikan waktunya, sekitar 5-6 jam. Hadeh. Untungnya, sekarang sudah ada transportasi paling cepat menuju ke Banyuwangi dari Bali (khususnya Denpasar dan Jimbaran), begitu juga sebaliknya. Transportasi tersebut adalah fast boat (tebakan kalian benar!).

kapal-cepat-ke-banyuwangi-kapal-cepat-ke-bali-3
Fast boat Marina Srikandi (boat sebelah kanan)

Saya jadi ingat bulan Desember lalu, kak Martini sharing info di group Whatsapp Jalan2.com Regional Bali mengenai fast boat terbaru untuk rute Bali – Banyuwangi (PP). Segeralah saya browsing tiket penyeberangan fast boat Marina Srikandi. Bagi yang belum tahu, Marina Srikandi merupakan perusahaan pelayaran Indonesia yang melayani transportasi kapal cepat dari Bali ke Kepulauan Gili, Lombok, Nusa Lembongan, sekaligus menjadi kapal cepat pertama dari Bali ke Banyuwangi.

RESERVASI TIKET

Reservasi tiket fast boat Marina Srikandi bisa dilakukan melalui website, Whatsapp, atau datang langsung ke Pelabuhan Kedonganan, Jimbaran, Bali. Untuk keberangkatan dari Bali, saya memesan melalui website www[dot]marinasrikandi[dot]com.

Setelah itu, customer service menghubungi lewat Whatsapp untuk memberitahukan bahwa status pemesanan saya sudah diamankan dan disarankan untuk melakukan pembayaran. Namun, karena waktu itu cukup susah dalam melakukan pembayaran online maupun via ATM, maka pembayaran bisa dilakukan di loket. Saya juga diberitahu CS untuk check in tiket pada pukul 06.30 di loket Marina Srikandi, yaitu di pelabuhan Kedonganan atau Pasar Adat Kedonganan.  Tak perlu khawatir, harga tiket sudah termasuk asuransi resmi dari Jasa Raharja, tapi tidak termasuk sarapan & snacks. *hiks*

Harga tiket fast boat Bali-Banyuwangi dan Banyuwangi-Bali, yaitu :

Locals / WNI IDR 275.000 (one way)
Foreigners / WNA IDR 375.000 (one way)

Jadwal penyeberangan fast boat Bali-Banyuwangi dan Banyuwangi-Bali, yaitu :

DEPARTURE DESTINATION TIME
BALI (Kedonganan) BANYUWANGI (Blimbingsari) 07:30 WITA
BANYUWANGI (Blimbingsari) BALI (Kedonganan) 09:30 WIB

Marina Srikandi juga melayani rute dari Bali ke Nusa Lembongan, Nusa Penida, Gili Trawangan, dan Lombok. Info selengkapnya bisa cek website Marina Srikandi di www.marinasrikandi.com atau di nomer Whatsapp +6281998996688 .

MENUJU PELABUHAN KEDONGANAN, JIMBARAN

Perjalanan saya pagi itu lancar sepanjang By Pass Ngurah Rai, sehingga saya tiba di pelabuhan Kedonganan jam 06.15. Saya pun langsung memasuki Kantor Pasar Adat (google maps), dimana loket fast boat Marina Srikandi berada. Mungkin kalian tidak asing dengan nama Jimbaran, sebuah daerah di Kuta Selatan yang terkenal akan wisata kuliner ikan bakar Jimbaran. Menurut mbah Wikipedia, ikan bakar Jimbaran menjadi tempat makan seafood pertama di Bali selatan loh. Teman-teman ada yang pernah menikmati hidangan disini? Aku belum! Yoo wes, ora popo.

loket-tiket-fast-boat-marina-srikandi-kedonganan-jimbaran-bali
Loket Marina Srikandi  berada di Kantor Pasar Adat Kedonganan

Nggak mau menyia-nyiakan kesempatan 45 menit, saya pun menikmati suasana pantai di pagi hari. Bonusnya bisa menyaksikan sunrise meskipun terbilang terlambat. Lalu berjalan ke arah barat untuk menghindari bau ikan. Yaa, disini memang jadi satu sama pasar ikan. Bagi pecinta ikan, kamu bakal excite banget ngelihat ikan-ikan yang masih segar diperjual belikan di pagi hari. *eh!*

pantai-kedonganan-jimbaran-bali
Pantai Kedonganan
pasar-ikan-pantai-kedonganan-jimbaran
Pasar ikan Kedonganan

Di Pantai Kedonganan yang sekaligus menjadi pelabuhan ini, kita bisa menikmati suasana Bali dari sisi yang berbeda. Merasakan suasana pantai yang masih segar dengan hiasan kapal-kapal nelayan di pagi hari. Di kala sore, kita bisa menyaksikan sunset dan pesawat yang hendak landing dan take off. Sebab, lokasi pantai Kedonganan tak jauh dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, yaitu cukup ditempuh sekitar 10-15 menit saja.

MEMBELAH SELAT BALI

Kru fast boat mempersilakan saya masuk kapal. Mesin mulai dinyalakan, tali pengikat kapal segera dilepas, fast boat yang didominasi warna putih dengan aksen kuning itu pun mulai lepas landas. Dan…tadaaaa!! Ternyata, saya adalah satu-satunya penumpang disana. Seolah saya nge-charter fast boat ini! Serasa menjadi penumpang istimewa tapi juga penumpang mati gaya. Kesan pertama, ukuran Marina Srikandi lebih besar daripada fast boat Glory Express dan Mola Mola yang pernah saya naiki waktu ke Nusa Lembongan & Ceningan dan Nusa Penida. Daya tampung Marina Srikandi yaitu 78 orang, ini menurut info yang saya dapatkan dari kru kapal. Di dalam fast boat sangat bersih, dan seats dengan model 3:3 berwarna orange ini masih bau toko pula hehe. Life jacket (pelampung) nya pun masih kinclong meong meong.

kapal-cepat-ke-banyuwangi---kapal-cepat-ke-bali
Masih kincling, cyin!

Baca juga :
2 Hari Explore Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan

Ketika itu air laut cukup tenang, tidak seugal-ugalan waktu ke Penida dan Lembongan. Sehingga, jauh dari mabuk laut. Lagi, menurut info dari kru Marina Srikandi, fast boat ini dirancang khusus untuk menangani arus dan kondisi laut Indonesia yang unik. Marina Srikandi pun juga selalu memantau kondisi cuaca terkini. Jika cuaca tidak memungkinkan maka penyeberangan akan dibatalkan, dan uang penumpang dikembalikan.

Oh yaa, menjadi penumpang seorang diri, perempuan lagi, itu rasanya kaya terjun payung. Semakin was-was resah dan gelisah ketika mesin kapal tiba-tiba dimatikan saat masih berada ditengah laut. Mau lompat kok nggak punya nyali, nggak lompat juga makin serem. Nah, lo! Tak lama, mesin dinyalakan dan nahkoda ‘banting’ stir ke arah kiri, dan fast boat melaju lagi. Hmmm…setelah saya tanya, ternyata dia harus menghindari pusaran air dan kayu. Yaa, saya menjumpai sampah-sampah yang menggenang di selat Bali ini.  Air laut menjadi tercemar. Sungguh menyedihkan! Pasti habitat-habitat di dalam air sana sedih tak karuan. Nah, makanya jangan suudzon dulu, Mik! Lagipula mereka sangat friendly, mengutamakan keselamatan, kenyamanan, profesionalisme dan kepuasan penumpang. Tampang-tampangnya doang yang ngeri, tapi hati kayak peri.

View this post on Instagram

Setiap perjalanan adalah berserah diri, sebab maut tak pandang moda transportasi yang kita naiki. . . Dan…setiap kehidupan adalah berserah diri. Berserah diri bukan berarti pasrah secara pasif, fatalisme, atau dalih untuk bermalas-malasan, bukan juga menerima status quo. Berserah diri bisa benar-benar kebalikannya, yaitu, berkorban demi mengubah apa yang perlu diubah, dengan tidak meninggalkan cara berpikir rasional. . . . . 📷 : @mick.boddah . . . #sea #bluesea #ocean #waves #laut #vitaminsea #indonesia #lifequotes #motivation #goodcaption #positivevibes #journey #inspirationalquotes #toughtoftoday #wildlife #nature #dailynesia #travelgram #instatrip #instatravel #vacation #instagood #goodvibes #instagood #motret #motretforfun #motivasi #splashwater #water

A post shared by Miki Miki (@mick.boddah) on

Pengalaman spesial yang saya dapatkan yaitu si abang nahkoda mempersilakan saya untuk merasakan bagaimana berada di ruang nahkoda. Ini sih karena nggak ada penumpang selain saya, barangkali kalau ada yang lain, saya justru nggak dapet kesempatan langka kayak gini. Wah…sayangnya saya malah nggak sempat foto-foto sama mereka saking keasyikan ngobrol. Semua kru fast boat merupakan perantau, ada yang dari Batam, Flores, dan Jawa. Kami ngobrol banyak hal. Kami bercerita tentang pengalaman kerja dan suka duka menjadi anak rantau di Bali. Saling bertukar cerita tentang suasana dan budaya kampung halaman masing-masing. Ada juga yang malah curcol. Daaanngg!

Dua jam sudah penyeberangan ditempuh, kami tiba di pelabuhan Blimbingsari, Banyuwangi, dan saya sudah disambut bapak-bapak TNI AL. Bukan karena saya caleg, melainkan pelabuhan Blimbingsari dikelola oleh Pangkalan TNI Angkatan Laut Banyuwangi. LOL.  Sekedar informasi, sebelumnya fast boat Marina Srikandi berlabuh di Pantai Boom Banyuwangi. Saya sempat bertanya pada kru, mengapa berpindah ke Pantai Blimbingsari? Menurut penuturan mereka, karena alasan operasional. Letak Pantai Blimbingsari sangat strategis karena dekat dengan Bandara Blimbingsari (BWX) / Blimbingsari Airport, Banyuwangi. Yang tak boleh dilewatkan saat berada di Pantai/Pelabuhan Blimbingsari adalah menikmati aneka hidangan seafood yang terdapat di sepanjang pinggir pantai, tinggal pilih yang mana karena banyak sekali warungnya.

pelabuhan-blimbingsari-banyuwangi
Beli tiket pulang ke Bali disini, di Pangkalan TNI AL. Tenang, nggak ditembak mati! Si  bapak TNI malah minta dipotoin.

DARI BANYUWANGI KE BALI

Kalau tadi saya sudah membahas pengalaman naik kapal cepat dari Bali ke Banyuwangi, sekarang saya nggak akan bahas bagian ini sepanjang tulisan diatas. Arah pembicaraannya tetap sama, bedanya yaitu naik kapal cepat dari Banyuwangi ke Bali. Nah, untuk kepulangan – dari Banyuwangi menuju Bali – saya langsung membeli tiket di pelabuhan Blimbingsari satu jam sebelum jadwal keberangkatan. Ini sih mengikuti saran dari salah satu bapak TNI AL yang saya temui pertama kali ketika Marina Srikandi berlabuh di hatimu Blimbingsari. Beliau menjamin saya nggak akan kehabisan tiket pulang. Ember bok, ternyata bener nggak kehabisan tiket, lha wong pagi itu penumpangnya cuma 4 orang. LOL.

Bagi saya, naik fast boat Marina Srikandi adalah pengalaman yang menyenangkan, serta efisien tenaga dan waktu. Hanya saja tiketnya masih tergolong mahal dibandingkan jika kita menyeberang melalui pelabuhan Gilimanuk dan Ketapang. Kalau yang punya budget lebih, naik fast boat ini bisa menjadi alternatif yang menarik demi menghemat waktu dan tenaga tentunya.

Bagusnya naik fast boat dari Banyuwangi ke Bali hanya menempuh 2 jam penyeberangan, dan akan langsung sampai di Jimbaran. Tinggal lanjutin ke Denpasar aja, kurang lebih 30 menit. Berbeda dengan naik kapal ferry dari Ketapang ke Gilimanuk, kita harus antri (tergantung banyak tidaknya), penyeberangan dan masih harus menempuh perjalanan dari Gilimanuk ke Denpasar dengan rentang waktu sekitar 3-4 jam. Namun, kalau tujuannya ke Buleleng, Singaraja, atau Tabanan, memang lebih baik naik kapal ferry dari pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Baca juga :
Excited! One Day Trip Karangasem Bali Naik Motor Sendirian

 

TIPS & CARA HEMAT KE BALI

Ada secuil tips hemat nih, walaupun nggak bisa dibilang hemat-hemat banget sih, tapi setidaknya lumayan lah. Jika tiket penerbangan menuju ke Bali dirasa mahal, berikut tips dan cara hemat menuju Bali :
1.  Naik kereta dari Jakarta, Bandung, Jogja, dan sebagainya. Turun di stasiun kereta api yang dekat dengan Pantai/Pelabuhan Blimbingsari, yaitu Stasiun Rogojampi. Kalau kereta api dari kota asal kalian tidak melayani tujuan ke Stasiun Rogojampi, ambil yang tujuan Stasiun Banyuwangi Baru (dekat pelabuhan Ketapang).
2.  Lanjutkan naik gojek atau go-car menuju pantai Blimbingsari.
3.  Pesan tiket di pelabuhan Blimbingsari, Banyuwangi (atau bisa juga booking via online sebelumnya).
4.  Pukul 09.30 WIB siap mengarungi Selat Bali dengan fast boat Marina Srikandi, dan turun di pelabuhan Kedonganan, Jimbaran, Bali.
5.  Dari Jimbaran naik gojek atau go-car menuju Denpasar (sesuai destinasi tujuan)
Dan begitu pula sebaliknya!

*   *   *

Pariwisata di Banyuwangi sudah berkembang sangat pesat, dan beberapa tahun terakhir ini mulai dilirik kaum traveler karena keindahan alamnya dan kuliner Banyuwangi yang maknyus. Jadi gimana, tertarik untuk liburan ke Banyuwangi atau Bali dengan fast boat? Siapa tahu kamu kamu mendapat pengalaman spesial seperti saya : menjadi satu-satunya penumpang di Marina Srikandi.

Heavy Rock Backpacking!

backpacker-addict-travel-blog-indonesia

Note!
– Harga yang tertera bisa berubah kapan saja. Cek website Marina Srikandi di www.marinasrikandi.com untuk mengetahui info dan harga terbaru.

Author: BackpackerAddict | Miki

backpacker • travel blogger Indonesia • video editor • personal travel photographer

15 thoughts

  1. Enak bener yah cuma sendirian di kapal, berasa kapal pribadi.. Hehe.. BTW tips murah ke bali nya boleh juga tuh, lumayan daripada berenang ke bali, bisa naik kapal aja. Thanks sharingnya mbak.

    BTW salam kenal yah mbak mik, saya baru belajar nge blog 😀

    Like

  2. wah, makasih infonya ya kak 🙂
    saya baru tau malah ada speed boat dari Bali ke Banyuwangi 😀
    jadi ada ide nih buat extend liburan di Bali akhir tahun nanti hihi

    makasih buat artikel yang menarik dan informatif kak.
    keep sharing ya!

    Like

    1. Hi kak Lianawati,

      Makasih yaa udah nyempetin baca artikel ini. Saya senang kalau cerita perjalanan saya bisa memberikan ide yang bermanfaat bagi teman-teman pembaca.

      Siaapp kak, nanti saya akan sharing terus pengalamannya. Jangan bosan baca artikel-artikel saya yaa hehee

      Liked by 1 person

    2. Hi kak Lianawati,

      Makasih yaa udah nyempetin baca artikel ini. Iyaa lho, masih banyak yang belum tau kalo ada fast boat Bali-Banyuwangi (return). Moga yang lain ikutan tau setelah baca blog ini, dan bisa punya ide menarik seperti kak Lianawati.

      Siaapp kak, nanti saya akan sharing terus pengalamannya. Jangan bosan baca artikel-artikel saya yaa hehee

      Liked by 1 person

  3. Wah, jadi lebih gampang ya. Btw, untuk pesan gojek/gocarnya apakah bisa lgsg dri pelabuhan mbak? Soalnya kan di beberapa tempat biasanya transportasi online masih diharamkan masuk tempat2 strategis.

    Like

    1. Waktu itu saya pesan online taksi dari pelabuhan mas. Nggak tahu juga kalau nanti pelabuhannya sudah mulai ramai, kemungkinan transportasi online bisa diharamkan. Di pelabuhan juga ada ojek tapi harus pinter-pinter nawar.. Sementara untuk layanan antar jemput pelabuhan baru ada di Banyuwangi, dengan tambahan biaya Rp. 50.000.

      Like

  4. Jadi inget dulu waktu kecil jaman belum kenal pesawat, tiap main ke jakarta naik bus malam sampai tepos dua hari duduk di bis 😂 Tapi seru sih nyeberang via gilimanuk, dan lebi deket kalau dari singaraja 😀

    Like

Terima Kasih Sudah Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s