[Part 1] Excited! One Day Trip Karangasem Bali Naik Motor Sendirian

Ada yang udah pernah ngetrip pake motor sendirian selama di Bali? Liburan di Bali naik motor itu excited kan! Irit sudah pasti. Bisa sesuka hati berhenti di suatu tempat untuk mengabadikan moment, dan kalau nyasar…nggak ribet putar baliknya dong.  Jadi, ini ceritanya adalah #ODT atau One Day Trip ke tempat hits di Bali tanpa rencana, serba dadakan. Hanya saja trip dadakan kali ini bukanlah tugas negara seperti awal Maret kemarin yang sambil icip-icip kuliner maknyus di Banyuwangi. Perjalanan ini semata-mata terjadi untuk memenuhi kebutuhan rohani. Apalah arti kerja keras 5 hari kalau yang 2 hari tidak bisa digunakan untuk memanjakan diri sendiri. ME TIME! Nah, saya pengen sharing pengalaman gimana excited nya one day trip ke Karangasem Bali naik motor sendirian, disertai budget yang saya keluarkan untuk one day trip ini.

Ada saat dimana seseorang memiliki keinginan untuk mengalami hal yang tidak direncanakan, tanpa terlalu peduli dengan apa yang ditemukan.

~ BackpackerAddict ~


🕖 07.15 – 07.40
SARAPAN BUBUH BALI

Seperti para traveler pada umumnya, saya mengawali perjalanan dengan sarapan supaya kuat menerjang arus lalu lintas sepanjang By Pass Prof. Dr, Ida Bagus Mantra hingga taman air di Karangasem yang bikin melting. Dalam bahasa Bali, bubuh berarti bubur. Jadi, bubuh Bali artinya bubur Bali. Sebagai pelanggan setia bubuh Bali di daerah Batubulan, biasanya saya ngetem di warung milik odah jika weekend tiba. Odah adalah sebutan untuk nenek di Bali selain dadong.

Bubur Bali merupakan hidangan tradisional yang sehat dan rasanya nikmat. Seporsi bubur disajikan bersama sayur urap khas Bali, ayam suwir, saur (serundeng kelapa), kuah kaldu ayam dengan isian labu siam, kerupuk beras (seperti kremes ayam), dan sambal goreng. Sambal goreng di Bali tidak lembut alias diuleg, namun berbentuk potongan cabai rawit yang ditumis setengah matang bersama bawang merah, bawang putih, dan terasi, kadang juga ada tambahan sedikit kencur.

Sarapan-Bubur-Bali-di-Batubulan
Bubur/Bubuh Bali

Penjual bubuh Bali tidak sebanyak penjual nasi jinggo yang setiap seratus meter ada di pinggir jalan.  Saya pernah mencoba bubuh Bali di pedagang yang lain, tapi rasanya tidak cocok di lidah saya, tidak seperti Bubuh Bali odah. Bubuh sehat milik odah dengan harga Rp. 7000 per porsi ini sangat cocok disantap saat pagi hari, setelah kita cuci muka dan gosok gigi, walaupun belum mandi. #eh

Warung bubur odah sangat sederhana. Atapnya hanya terbuat seng. Meski demikian, warung dengan nama di google maps “Bubur Ayam meC Ngah” selalu ramai. Lokasinya mudah ditemukan, karena berada di pinggir jalan raya, yaitu di Jalan Raya Batubulan (utara Bale Banjar Tegehe), satu area dengan tempat pertunjukkan Tari Barong Batubulan. Ada 2 warung disini, jangan salah pilih. Warung bubuh Bali odah berada persis di pojokan gang masuk, berada di tepi empang. Buka dari jam 06.00 – 09.00 atau sampai habis. Waktu terbaik untuk sarapan bubur disini antara jam 06.30 – 07.30.


🕗 09.20 – 10.00
BUKIT ASAH 

Sebuah bukit di desa Bugbug yang menawarkan keindahan alam dan pantai dari ketinggian, dengan fasilitas kemah yang cukup lengkap. Dalam perjalanan menaiki bukit bersama motor bebek Honda, panorama lembah Gunung Agung di sebelah kiri itu benar-benar terasa lebih dekat dengan mata. Bukan hanya landscape Gunung tertinggi di Bali, saat memindahkan pandangan mata ke kanan (dalam istilah perfilman disebut panning atau pan right) saya juga sudah disuguhi  pemandangan perkebunan, bukit dan lembah, serta pantai dengan warna air lautnya yang biru bercampur tosca. Sepaket pemandangan alam yang nyaris sempurna!

Lembah-Gunung-Agung-Karangasem-Bali---Pemandangan-Bukit-Asah
Lembah Gunung Agung

Selain digunakan sebagai kawasan pacaran wisata, Bukit Asah menyediakan lahan berundak yang cukup luas untuk berkemah / camping. Kalau camping di gunung kan jarang ada sanitasi yang memadai, nah…di zona camping Bukit Asah sudah ada fasilitas toilet. Terlihat sangat menyenangkan dan memanjakan. LOL. Apalagi jika malamnya dimulai dengan menyalakan api unggun sambil menyanyi diiringi gitar atau sekedar melodi tepuk tangan, saat pagi hari diawali dengan doa, lalu dilanjutkan menikmati sunset di atas bukit dengan pemandangan laut yang begitu luas, juga tebing yang menjulang dengan hiasan bukit nan hijau di atasnya. Tentunya akan semakin sempurna sambil seruput kopi, yaa!

Baca juga :
Main Sebentar ke Pantai Nglambor dan Pantai Mbuluk, Yogyakarta

Tempat-Kemah-Camping-Bukit-Asah-Karangasem-Bali-Indonesia-4
Zona camping di Bukit Asah Karangasem
Pemandangan-Bukit-Asah-Karangasem-Bali-Indonesia-2
Pemandangan Bukit Asah Karangasem

Meskipun saya belum mencicipi berkemah langsung di Bukit Asah, namun saat berkunjung, saya memperoleh sedikit informasi seputar camping di Bukit Asah Bali. Kita perlu membayar lagi Rp. 10.000 untuk ijin camping. Zona camping juga menyewakan tenda dengan harga yang bervariasi – tergantung jumlah orang yang akan masuk tenda – mulai dari sekitar Rp. 100.000 – Rp. 300.000-an (per/tenda). Bawa tenda sendiri juga boleh kok.

One Day Trip ke Karangasem Naik Motor Sendirian - Bukit Asah
Zona camping dengan pemandangan laut

Tak hanya pemandangan laut, di depan zona camping kita juga bisa melihat sebuah pulau kecil di sebelah tenggara, namanya Pulau Paus. Kok dinamakan pulau Paus, apa karena bentuknya mirip Paus, Mik? Iya, begitulah. Ada yang menyebutnya Pulau Hiu, ada juga yang mengatakan Pulau Paus, karena bentuknya memang menyerupai kedua binatang laut tersebut saat dilihat menggunakan drone. Pemandangan Pulau Paus ada di bawah ini, gambar sebelah kiri.

Di sebelah timur, saya dimanjakan pemandangan yang nggak kalah menarik, yaitu dua pantai berpasir putih yang sayang banget kalau tidak disinggahi, mereka adalah Pantai Virgin dan Pantai White Sands.

White-Sands-Beach-Virgin-Beach-Bali-Indonesia
Pantai Virgin dan Pantai White Sands dari atas bukit

Cara menuju ke Bukit Asah di Karangasem, Bali :
Naik motor melalui By Pass Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, terus saja sampai memasuki rute jalan berliku Bukit Sang Hyang Ambu  di Jl. Raya Bugbug . Ikuti saja sampai bertemu sebuah tikungan yang ada tulisan petunjuk “Bukit Asah dan White Sands Beach.” Ikuti tikungan itu 10 meter, lalu belok kiri kira-kira 20 meter (harus pelan-pelan supaya bisa lihat petunjuk di sebelah kanan). Akan ada petunjuk Bukit Asah dan White Sands Beach. Ikuti papan petunjuk tersebut dan masuk ke gang yang jalannya sedikit menanjak (5 meter) dan kamu akan melihat papan petunjuk lagi berwarna biru di sebelah kiri). Ikuti terus jalanan tersebut sampai bertemu pos retribusi dimana kamu akan melihat jalan bercabang. Kalau ternyata tidak ada penjaga pos yang memberitahu kamu, ambil jalan ke arah kiri. Kalau ada penjaga pos, berarti harus bayar retribusi Rp. 5000 saja, semoga tarifnya tidak naik. Ikuti terus jalanan yang berkelok tersebut sampai kamu bertemu beberapa warung yang terbuat dari bambu. Ini berarti sudah sampai di Bukit Asah.

Terus, tempat camping Bukit Asah nya dimana? Nggak jauh dari warung-warung itu. Pelan-pelan aja nglajunya, sampai kamu nemu petunjuk dibawah ini. Ikuti petunjuk. Jalanannya menurun dengan lebar jalan sekitar 2 meter-an sampai zona camping Bukit Asah.

Cara-menuju-ke-Bukit-Asah-Karangasem-Bali


🕙 10.15 – 11.30
WHITE SANDS BEACH & VIRGIN BEACH

White Sands dan Virgin adalah Vitamin B (Beach) yang bikin melting hatimu. Setelah jatuh cinta sama Bukit Asah, saya jatuh cinta lagi sama White Sands Beach dan Virgin Beach. Sekitar 2.5 tahun lalu saya pernah berwisata ke Virgin Beach, namun saya belum pernah mengulas karena saat itu belum punya blog, belum punya kamera, dan handphone sebagai satu-satunya harta benda sudah habis batre nya. Jadi, tidak ada gambar pendukung. Sekarang, yaa Alhamdulillah sudah ada.

White-Sands-Beach-Virgin-Beach-Bali-Indonesia-5

Memang sempat kaget sih waktu saya menginjakkan kaki di White Sands Beach ini, karena saya melihat lagi Pulau Paus setelah 2,5 tahun berlalu. “Loh, bukannya Pulau Paus ini juga aku liat waktu dulu ke Virgin Beach?” celetuk dalam hati sambil masih menenteng sepatu buluk. Saking penasarannya, saya terus saja menelusuri bibir pantai ke arah timur sampai mentok. Waah…ternyata memang benar, ini Virgin Beach yang dulu pernah saya kunjungi. Saya masih ingat jalan naik ke bukit nya (tempat parkir kendaraan Virgin Beach), dan saya juga masih ingat warung tempat dulu saya makan nasi goreng. Kawasan wisata pantai Virgin dan White Sands mengalami perkembangan yang cukup pesat. Kini pantai nya lebih ramai, dan area pinggir pantai sudah lumayan bersih dari sampah jika dibandingkan sebelumnya.

White-Sands-Beach-Virgin-Beach-Bali-Indonesia-3
Virgin Beach, Karangasem, Bali

Kembali berjalan ke arah barat menuju White Sands, seorang bapak nelayan menanyai saya, “Sendirian aja, gek?” Tapi anehnya ketika saya bertanya si bapak nelayan berpostur gempal itu…

“Pak, yang sebelah sana itu pantai Virgin yaa Pak?”
“Ini pantai White Sands, gek.”
“Maksud saya, pantai yang sebelah sana itu Pak. Ini White Sands memang jadi satu sama pantai Virgin yaa?” sambil menunjuk ke arah Virgin Beach.
“Yaa White Sands!! Sini nih White Sands.”

Okee sutra lah, bapak ini gagal paham dengan yang saya tanyakan.

“Kalau yang itu pulau apa, pak?”
“Itu pulau Hiu namanya.”

Apapun lah pak, mau Pulau Hiu kek, Paus kek, yang penting itu pulau sudah pernah saya lihat dari pantai ini. Kebetulan saya pengen banget ke Pulau Paus walaupun disana hanya ada secuil padang rumput dan sebatang pohon. Menuju ke Pulau Paus bisa dicapai menggunakan perahu milik para nelayan. Oleh karena gelombang air hari itu sedang kencang, maka bapak nelayan yang saya tanya-tanya tadi tidak mengijinkan.

Baca juga :
Pengalaman Spesial Naik Kapal Cepat dari Bali ke Banyuwangi (PP)

Nama kedua pantai ini masih membingungkan, ada pula yang menyebut Pantai Bias Putih. Virgin Beach sendiri berada satu lokasi sama White Sands Beach, padahal tidak ada pemisah antara keduanya, lalu kenapa namanya dibedakan yaa? Wujud pembedanya hanyalah pemandangan yang disuguhkan di pinggir pantai, sisi satu dipenuhi dengan perahu nelayan, satunya lagi dipenuhi dengan resto & cafe dan kursi malas.

White-Sands-Beach-Virgin-Beach-Bali-Indonesia-8

White-Sands-Beach-Virgin-Beach-Bali-Indonesia-7

Cara menuju ke White Sands Beach dan Virgin Beach di Bali :
Waktu tempuhnya hanya sekitar 5 menit dari Bukit Asah. Dari zona camping Bukit Asah, naik kembali sampai bertemu papan petunjuk tadi, kemudian melaju ke arah kanan menuruni bukit sampai jalan halusnya berubah menjadi jalan tanah berbatu. Disini ada jalan bercabang lagi, ada papan petunjuk parkir ke arah kiri, tapi saya pilih arah kanan. Ternyata tidak ada tukang parkir wkwkwk. Saya adalah orang yang paling senang kalau TIDAK bertemu tukang parkir.

Biaya retribusi Rp. 5000 yang dibayarkan diawal tadi sudah termasuk retribusi Bukit Asah & White Sands Beach (termasuk Virgin Beach).

. . . B E R S A M B U N G . . .

Cerita bersambung disini :
[Part 2] Excited! One Day Trip Karangasem Bali Naik Motor Sendirian

 

Heavy Rock Backpacking!

backpacker-addict-travel-blog-indonesia

Author: BackpackerAddict | Miki

backpacker • travel blogger Indonesia • video editor • personal travel photographer

10 thoughts

  1. AAAAKH, BALIIIII!
    BALIII!
    BALI YAAA ALLAH, BALIIII :’

    Suka mupeng kalau sudah melihat orang berwisata ke Bali. Itu kamu sendirian pula naik motoran. Bahagianya kehidupan ini ya wgwgw.

    Semoga ku bisa disegerakan ke Bali ah 😀

    Liked by 1 person

  2. Emang asik solo travelling motoran sendiri.. Saia juga sering ke tempat-tempat sekitar Kota Surakarta-Yogyakarta naik motor..
    Masih belum ada kesempatan ke Bali motoran…

    Masalahnya kalau sudah lebih dari 5-6 jam naik motor udah kerasa pegel-pegelnya.. haha

    Liked by 1 person

    1. Harus coba solo traveling mbak…minimal sekali seumur hidup hehee. Justru solo traveling mengajarkan kita untuk lebih bersosialisasi terhadap warga setempat. berbeda kalau traveling sama teman-teman, kadang kita terlalu fokus sama kelompok kita sendiri hehee..

      Liked by 1 person

  3. Asiik perjalanan naik motornya, mbak. Jadi selama perjalanan ke bukit Asah hingga kedua pantai itu jatuh cinta sampai 3 kali, mbak? Luar biasa … Hahahaha

    Coba itu bubuh Bali-nya ya… luar biasa membuat saya juga meneteskan air liur 🙂

    Like

Terima Kasih Sudah Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s