Nikmati Pagi dan Sore ke 6 Tempat Wisata di Jogja, Bikin Nagih!

Haloo Jogja, kampung halaman yang sudah lama tak saya sambangi. Senang rasanya bisa menghirup lagi suasana Jogja Istimewa, apalagi kala pagi dan sore hari yang selalu menciptakan romantisme sepanjang masa. Jadi, pulang kampung itu wajib hukumnya jalan-jalan di Jogja. Ini adalah penjelajahan yang memaksa saya untuk menjadi tukang jalan anti malas. Harus bangun subuh dan harus tiba di lokasi sebelum matahari terbit. Yaa walaupun kenyataannya, matahari selalu mendahului di tengah perjalanan saya. Ternyata, menikmati pagi dan sore ke 6 tempat wisata di Jogja berikut ini bikin nagih lho!

Sebelum meluncur ke Jogja sempat ada drama perjalanan saya menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Di sepanjang Jalan By Pass Ngurah Rai area Kuta sedang dilakukan pembangunan jalan waktu itu. Saya pikir, memutuskan untuk memilih penerbangan Air Asia pada pukul 14.25 adalah waktu yang tepat, dimana kondisi jalanan nggak akan semacet saat pagi hari. Waktu tempuh yang seharusnya 45 menit, molor jadi satu setengah jam.

Mengendarai motor menuju bandara nggak bisa dibilang untung juga, tapi mendingan lah daripada naik online car yang mungkin molornya bisa sampai 2 jam. Saya pun tiba di parkiran bandara dalam kondisi waktu yang sudah mepet, penerbangan kurang 30 menit lagi. Harus berlari sambil menggendong ransel berat dari parkiran yang jaraknya jauh setengah mati. Duh dek…untung nggak terguling!

Backpacker sejati tak pernah takut matahari. ~ BackpackerAddict

Kondisi cuaca di Jogja yang nggak bisa ditebak, kadang panasnya mampu bikin emosi, tentu akan jauh lebih menyenangkan menikmati pagi hari seperti di Candi Borobudur atau malam hari seperti menyaksikan gemerlap pertunjukkan Ramayana Ballet di Candi Prambanan.

Baca juga : 24 Jam Terbaik di Jogja : UNESCO World Heritage Sites

Meski hanya liburan di Jogja selama 3 hari, setidaknya ada 6 tempat wisata rekomendasi yang asyik banget di Jogja untuk dinikmati saat pagi dan sore. Sama seperti trip yang pernah saya lakukan di Bali, di Jogja ini saya pikniknya juga naik motor sendirian. Nah, kebetulan motor di rumah sedang sibuk dipakai untuk wira-wiri. Jadi, saya memilih sewa motor aja pas di Jogja.

1.  CANDI PLAOSAN

Pesawat mendarat di Bandara Adisucipto sore hari sekitar pukul 16.00 dan mas-mas dari rental-an mengantar motor ke bandara, delivery order gengs! Saya kemudian cuz ke arah timur menuju Candi Plaosan menunggangi motor matic yang saya sewa di Andies. Jarak Candi Plaosan dari Candi Prambanan kira-kira 1.5 km, kalau dari bandara kurang lebih 10 km atau setidaknya 20-25 menit perjalanan.

wisata-candi-plaosan-backpackeraddict-4

Oh yaa, FYI, sebenarnya Candi Plaosan tidak termasuk tempat wisata di Jogja yaa, namun karena trip ini satu rangkaian maka saya masukkan saja di post ini. Nggak apa-apa yaa, gaes hehee. Candi Plaosan merupakan kompleks percandian yang terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Candi berlatar belakang agama Budha ini dibangun oleh seorang putri raja bernama Pramodhawardhani atau Sri Kahulunan dari Dinasti Syailendra pada abad 9 Masehi.  Dalam mendirikan bangunan suci ini, ia didampingi suaminya bernama Rai Pikatan, seorang raja beragama Hindu yang membangun Candi Prambanan.

wisata-candi-plaosan-backpackeraddict-2

Sebenarnya kompleks Candi Plaosan terdiri dari dua kelompok bangunan yang saat ini sering disebut dengan Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul. Namun, saya memilih untuk berkunjung ke Candi Plaosan Lor aja karena lebih menarik. Tujuannya tetap, berburu matahari alias sunset. 

Candi Plaosan Lor memiliki dua candi induk yang berderet utara-selatan, dan masing-masing candi induk memiliki pelataran. Relief pada dinding Candi Induk Utara menggambarkan wanita, sedangkan pada dinding Candi Induk Selatan menggambarkan pria. Masing-masing bangunan utama tersebut (candi induk) bagian dalamnya terbagi menjadi enam bilik : tiga bilik terletak di bawah, sedangkan tiga bilik lainnya terletak di tingkat dua. Setiap bilik yang ada pada lantai dasar, terdapat sebuah lapik arca yang diapit oleh dua arca batu. 

wisata-candi-plaosan-backpackeraddict-7

wisata-candi-plaosan-backpackeraddict-1

Menurut mitos tentang Candi Plaosan nih, bagi pasangan yang berkunjung ke Candi Plaosan diyakini akan memiliki hubungan yang langgeng. Jadi, mitos yang beredar dan dipercaya sampai sekarang itu bermula dari cerita legenda Rai Pikatan (berasal dari Dinasti Sanjaya dan beragama Hindu) yang menikahi Pramodhawardhani atau Sri Kahulunan  (dari Dinasti Syailendra dan beragama Budha). Hubungan percintaan kedua insan ini mengundang kontroversial karena perbedaan agama. Meski hubungan mereka ditentang, namun dasar cinta kasih yang kuat menjadikan cinta diantara keduanya tetap abadi. Terbentuknya Candi Plaosan menjadi bukti bahwa kekuatan cinta mampu menyatukan perbedaan dan menjadi simbol toleransi umat beragama.

wisata-candi-plaosan-backpackeraddict-3

Objek unik lainnya di area ini adalah banyaknya batu candi yang masih bertumpukan tak teratur. Saya rasa ini menjadi daya tarik tersendiri untuk dijadiakan objek fotografi yaa (kayak ngerti photography aja!). Apalagi jika pada saat itu berbarengan dengan beberapa biksu yang berziarah ke Candi Plaosan -seperti yang saya alami kemarin- tentu foto yang dihasilkan memiliki sisi dramatis tersendiri. Btw, saya nggak berani mengambil foto mereka, karena mereka sedang sibuk berziarah. Sebenarnya bisa aja langsung jepret, tapi sebagai blogger yang berbudaya, kita kudu punya etika; minta ijin dulu ketika hendak memotret orang demi kenyamanan mereka juga. Right?

Cuaca mendung membuat saya gagal berburu sunset dan hasil foto kurang sipp! Dengan motor sewaan pun, saya melaju pelan pada jalan ciut mengitari kompleks Candi Plaosan Lor dari arah timur – utara – barat. Sambil mengamati Candi Plaosan, saya berhenti sejenak di sisi jalan sebelah barat. Tiba-tiba suasana candi ini berubah seperti berada di Old Bagan, Myanmar. Aah, mungkin ini halusinasi kekecewaan gara-gara shooting menggagalkan saya backpacker-an ke Myanmar!!!

 

2.  BUKIT PANGUK KEDIWUNG

Mau tahu tempat seru menikmati sunrise di Jogja? Ini nih Bukit Panguk, merupakan salah satu spot uhuuyy menikmati sunrise di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Satu kata untuk Bukit Panguk : KEREN! Meskipun sunrise yang saya dapatkan tidak terlalu sempurna, namun saya benar-benar terkesima dengan pemandangannya. Suasana dingin dan sejuk, hamparan bukit-bukit dan sawah hijau yang diselimuti kabut, hiasan alam sungai dan rumah penduduk di bawah sana, dan warna kuning langit dengan paduan birunya…saya seneng banget nemu suasana kayak gini!

wisata-jogja-bukit-panguk-backpackeraddict-8

wisata-jogja-bukit-panguk-backpackeraddict-6

wisata-jogja-bukit-panguk-backpackeraddict-3

Seperti tempat wisata masa kini lainnya, Bukit Panguk juga dibangun spot untuk selfie dengan berbagai tema.  Nah, kalau pengen berfoto-foto di spot selfie tersebut, maka pengunjung harus membayar 2000 – 3000 Rupiah per/spot. Saya sendiri sebenarnya sedikit kecewa kalau nemu wisata alam yang terlalu banyak didirikan spot selfie. Karakter alamnya jadi kurang kental dan ada kesan “nggak alami” lagi. Yay or nay?

wisata-jogja-bukit-panguk-backpackeraddict-9

wisata-jogja-bukit-panguk-backpackeraddict-2

wisata-jogja-bukit-panguk-backpackeraddict-4

wisata-jogja-bukit-panguk-backpackeraddict-1
Lungo Dewe Rapopo, gaes!!!

Baca juga : Excited! One Day Trip Karangasem Bali Naik Motor Sendirian

 

3.  HUTAN PINUS MANGUNAN

Yaa Allah, akhirnya ke hutan pinus juga. Meskipun hutan ini bukan tergolong sebagai tempat baru di Jogja, tapi hutan ini udah saya idam-idamkan lamaaa banget, bahkan sebelum kenal sama yang namanya backpacker dan travel blog, sekitar tahun 2012-an ketika hutan ini resmi dibuka sebagai tempat wisata.

wisata-jogja-hutan-pinus-backpackeraddict-2

Hutan Pinus Mangunan menjadi destinasi tujuan saya selanjutnya setelah menikmati sunrise di Bukit Panguk. Suasana masih dingin, udara yang saya hirup juga benar-benar fresh, pengunjung belum banyak yang berdatangan, masih tersisa sedikit kabut, dan cahaya matahari pagi yang saling menyelinap diantara batang-batang pinus yang berdiri rapi dan kokoh. Suasana idaman saya banget ini mah! 

Tau nggak sih? Hutan Pinus yang berada di Desa Mangunan, Kecamtan Dlingo, Kabupaten Bantul, dulunya merupakan hutan produksi kayu putih. Tapi karena tangan-tangan jahat tak bertanggung jawab membabat habis hutan kayu putih tersebut, alhasil jadilah hutan gundul. Namun berkat reboisasi tahun 1985 yang digalakkan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY, tanaman pinus itu tumbuh subur dan sampai sekarang menjadi buruan para wisatawan.

Meskipun namanya hutan pinus, namun hutan ini menawarkan spot lain seperti taman bunga (asli…ini keren lho) yang mana saya paling suka bunga Celosia karena bentuk dan warna merah kuningnya.

wisata-jogja-hutan-pinus-backpackeraddict-1
Taman Bunga
wisata-jogja-bunga-celosia-backpackeraddict
Bunga Celosia

Kemudian ada panggung di tengah hutan pinus (ini letaknya di sisi sebrang jalan) yang bisa dijadikan sebagai tempat untuk menyelenggarakan pertunjukan seni (menyelenggarakan pernikahan juga mantul abis!!)

wisata-jogja-hutan-pinus-backpackeraddict-7

Duduk manis, nyeruput kopi, sambil ngeblog disini juga asyik banget lho, karena suasananya mendukung untuk mencari inspirasi. LOL. Nggak perlu khawatir, Hutan Pinus Mangunan ini cocok untuk segala umur dan mantap dijadikan destinasi liburan keluarga.

wisata-jogja-hutan-pinus-backpackeraddict-6

Begitu udah puas dan capek mengeksplore Hutan Pinus Mangunan, kita bisa mampir ke warung-warung makan yang berjejer di samping halaman parkir yang begitu luas. Harga makanan yang ditawarkan oleh para pedagang disini mulai dari Rp. 6000 – Rp. 20.000, dengan berbagai pilihan menu seperti dibawah ini.

Baca juga : Solo Trekking ke Southern Ridges Singapore ala Backpacker, Berani Coba?

 

4.  KEBUN BUAH MANGUNAN

Kalau di Agrowisata Kebun Buah Mangunan, kita bisa menikmati berbagai buah segar yang dapat dipetik langsung. Sedangkan di Puncak Kebun Buah Mangunan kita akan menikmati indahnya pancaran sinar matahari yang masih berwarna orange diantara kabut, gumpalan awan, Pegunungan Sewu, serta kelokan Sungai Oyo yang semuanya dapat kita saksikan dari gardu pandang.

wisata-alam-jogja-kebun-buah-mangunan5

wisata-alam-jogja-kebun-buah-mangunan7

Kebun Buah Mangunan merupakan objek wisata alam yang berada di perbukitan Mangir dengan ketinggian antara 150-400 dpl, tepatnya terletak di Dusun Mangunan, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jaraknya kurang lebih 35 km dari Kota Yogyakarta. 

Cukup dengan membayar tiket masuk seharga Rp. 5000, kita sudah bisa menikmati suasana pagi di Puncak Kebun Buah Mangunan Selain menikmati matahari terbit di puncak Mangunan dan memetik buah durian, salak, jambu air, jambu biji, matoa, cempedak, sawo, belimbing, rambutan, mangga, klengkeng maupun buah jeruk, beberapa aktivitas yang dapat klian lakukan di Kebun Buah Mangunan antara lain :

  1. Memancing ikan di kolam pemancingan.
  2. Melihat proses pembibitan sapi.
  3. Jogging santai; atau
  4. Uji adrenalin sepeda gunung. Terdapat lahan disekitar kebun buah sebagai lintasannya, tapi kurang bersahabat kalau mau dipakai buat gowes asyik karena treknya memiliki tantangan yang sangat keras dan ekstrim. Lebih cocok untuk para kaum yang suka olahraga sepeda ekstrim.

Kamu pilih yang mana gaes?

5.  TEBING BREKSI

Kali ini tujuan jalan-jalan paginya udah bukan di Dlingo, Bantul lagi. Tebing Breksi adalah salah satu destinasi wisata alam berbasis geologi di Kabupaten Sleman, DIY. Kok geologi? Yash, sebab tempat wisata ini merupakan perbukitan batuan breksi yang memiliki corak indah.

wisata-jogja-tebing-breksi-backpackeraddict-1

wisata-jogja-tebing-breksi-backpackeraddict-6

Breksi adalah istilah dari batuan sedimen klastik yang tersusun atas fragmen bersudut besar (angular). ~ Geologinesia.com

Sedikit info nih dari Wikipedia, Tebing Breksi dulunya adalah tempat penambangan batuan alam. Karena hasil kajian menyatakan bahwa batuan yang ada di lokasi penambangan ini merupakan batuan yang berasal dari aktivitas vulkanis Gunung Api Purba Nglanggeran, maka kegiatan penambangan di tempat ini ditutup oleh pemerintah tahun 2014. Penutupan itu justru menjadikan masyarakat setempat berinisiatif untuk menyulap bekas pertambangan breksi menjadi objek wisata yang bernilai seni tinggi melalui pahatan-pahatan pada sisi tebing.

wisata-jogja-tebing-breksi-backpackeraddict-2

Akhirnya, Mei 2015 Tebing Breksi diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai tempat wisata baru di Jogja. Waktu ke Tebing Breksi, dari atas saya melihat aktivitas perluasan pembangunan Tebing Breksi. Akan menjadi seperti apa? Mungkin beberapa bulan lagi akan terlihat hasilnya.

wisata-jogja-tebing-breksi-backpackeraddict-7

Hanya saja, hal yang membuat saya kembali tertunduk lemas yaitu adanya spot-spot selfie yang super alay. Padahal, awalnya saya udah girang sebelum naik ke atas, berharap diatas sana bakal ada sesuatu yang sangat menarik daripada sebatas spot selfie saja.

wisata-jogja-tebing-breksi-backpackeraddict-4

Oh yaa, disini ada jeep tour juga lho. Dan rute nya asik banget, seperti : Tebing Breksi, Spot Riyadi, Embung Pandan Rejo, Banyunibo Hill, Selo Langit ( Watu Payung) , Batu Papal, Candi Ijo, Bukit Klumprit, Bukit Teletubies, Rumah Domes Teletubies, dll. Harganya bervariasi mulai dari 300.000 Rupiah, tergantung mau ambil paket short trip, medium trip atau long trip. Karena saya cuma datang sendirian, jadi saya nggak nyobain jeep tour. Berat di ongkos, bang!

6.  CANDI IJO

Biasanya, orang-orang lebih banyak berkunjung pada waktu sore hari untuk menikmati sunset di Candi Ijo. Hmm…pasti sangat ramai, jadi saya putuskan untuk ke Candi Ijo nya pagi-pagi. Asiiikk, ternyata lumayan sepi! Selain udara masih adem dan sangat sejuk, sinar matahari nya pun terbaik banget untuk kebutuhan tulang.

candi-ijo-jogja-backpackeraddict2

Situs Candi Ijo yang berada di Desa Groyokan, Sambirejo, Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, merupakan kompleks percandian bercorak Hindu. Dinamakan Candi Ijo karena sesuai dengan lokasinya, yaitu di lereng bukit padas Gunung Ijo dengan ketinggian kurang lebih 427 dpl. Situs Candi Ijo berada pada sebuah puncak bukit kapur yang tidak subur dan merupakan situs paling tinggi dibanding situs-situs candi lain di kawasan Prambanan, yaitu di ketinggian 375 dpl.

candi-ijo-jogja-backpackeraddict3

Kompleks percandian ini berteras-teras, semakin meninggi ke belakang (sisi timur) dengan bagian belakang sebagai pusat percandian. Pola yang semakin meninggi ke belakang tersebut adalah suatu keunikan, karena pola semacam ini kebanyakan dijumpai pada candi-candi dari masa Jawa Timur.

candi-ijo-jogja-backpackeraddict

candi-ijo-jogja-backpackeraddict4

Candi Ijo telah ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya. Sebagai wujud pelestarian, dilakukan upaya pemugaran candi seperti restorasi, rekonstruksi, rehabilitasi, konsolidasi serta konservasi – preservasi. Selain pemugaran juga dilakukan perawatan terhadap fisik bangunan melalui konservasi material berupa pembersihan secara mekanism fisis, dan khemis.

[ BONUS KULINER ] : KAMPOENG MATARAMAN

Awalnya saya ragu ketika Jaka mengajak saya makan sore ke tempat ini. Ehh, ternyata nggak nyesel, karena suasananya asik dengan konsep taman hehe. Sebuah tempat makan unik di daerah Sewon, Bantul, Yogyakarta yang tidak boleh untuk dilewatkan.

kuliner-jogja-kampung-mataraman-1

Pokoknya wajib kesini. Saya katakan unik karena Kampoeng Mataraman ini benar-benar menggambarkan suasana tradisional Yogyakarta. Bangunannya yang berbentuk Joglo dan rumah kuno, para staff menggunakan pakaian adat Jawa, dan yang istimewa adalah menu makanan tradisional yang nikmat, disajikan secara prasmanan dengan perkakas tradisional pula.

kuliner-jogja-kampung-mataraman-2

Saya memilih menu mangut lele, oseng kikil, oseng daun pepaya dan tempe mendoan. Kami cuma bisa menggelengkan kepala pada suapan pertama. Rasa masakannya itu benar-benar enaaaakkk, “ndeso” banget rasanya. Dan harganya murce! Makan berdua disini totalnya nggak lebih dari Rp. 50.000 dengan menu kami yang hampir sama. Maap yee, nggak bermaksud ngiklan hehee. Tapi serius, saya ketagihan lho.

Baca juga : Mencicipi 6 Kuliner Maknyus di Banyuwangi

  *   *   *

Masih banyak banget wisata alam, wisata budaya, dan wisata kuliner lainnya di Jogja seperti di Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, dan Kabupaten Kulon Progo. Apalagi pemerintah DIY dan Dinas Pariwisata lagi gencar-gencarnya mengembangkan sektor pariwisata Yogyakarta. Insyaallah man-teman, saya akan lebih rajin jalan-jalan mengeksplore Jogja dan membuat field report nya di blog ini biar jadi panduan singkat liburan di Jogja.

Dari ke-6 Tempat Wisata di Jogja yang saya ceritakan tadi, mana saja yang menarik menurut manteman?

 

 

Heavy Rock Backpacking!

backpacker-addict-travel-blog-indonesia

Author: BackpackerAddict | Miki

backpacker • travel blogger Indonesia • video editor • personal travel photographer

Terima Kasih Sudah Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s