Cara Agar Pengajuan Visa Jepang Diterima

Khusus buat kamu yang lagi planning traveling ke Jepang untuk pertama kali. Postingan berikut membahas beberapa cara agar pengajuan visa Jepang kamu diterima.

Banyak yang bilang kalau belum pernah ke luar negeri, susah mendapatkan visa Jepang. Ahh..yang bener lu ndroo? Padahal ada juga lho yang bolak-balik ke luar negeri, tapi pas mengajukan visa Jepang nggak diterima.

Mudah, Tapi Bikin Darah Naik-Turun

Visa Jepang menjadi visa yang pertama kali saya buat. Bersamaan dengan pertama kalinya juga saya backpacking ke luar negeri. Mengajukan visa Jepang itu mudah sekaligus menegangkan. Nah, lo! Bikin deg-degan banget. Terkadang berhalusinasi #eh. Kira-kira ditolak atau diterima yaa?

Banyak faktor yang menentukan keberhasilan disetujuinya visa Jepang. Dan, bahkan bisa karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Tapi alhamdulillah, pengajuan visa bisa diterima itu rasanya seneng banget.

Satu hal yang pasti, visa diterima atau ditolak adalah keputusan dari Kedutaan Besar Jepang. Mereka sudah mempertimbangkan secara matang dan adil. Jadi, kalau ada yang tanya, “Apa saja yang menyebabkan visa Jepang ditolak? Jawabannya adalah biarlah itu menjadi kenangan rahasia Kedutaan Besar Jepang.

Terus, gimana cara agar pengajuan visa Jepang diterima?

Saya berusaha untuk nggak melakukan kesalahan. Toh, upaya menghindari kesalahan itu bisa menghemat waktu, uang, dan yang pasti mencegah visa ditolak. Nyesek kan kalau semua harus berakhir sia-sia. Berikut beberapa cara yang saya lakukan.

1. Tujuan yang Jelas

Apapun alasannya, tujuan kamu harus jelas. Kalau kamu ke Jepang untuk tujuan wisata, pilih Single Entry Temporary Holiday Visitor’s Tourist.

Jangan sampai kamu pilih visa wisata kalau ternyata tujuanmu untuk urusan bisnis yaa. Atau diam-diam pengen nge-freelance disana. Soalnya sudah ada beberapa kasus serupa, dan akibatnya fatal. Aihh, repot kan kalau nggak jujur.

Terlebih kalau kamu mengajukannya dengan alasan kunjungan teman atau keluarga. Kamu bakal diminta surat undangan, surat jaminan dan bahkan dokumen lainnya (dari teman atau keluarga di Jepang).

Misal keluarga dekat, pakai akta kelahiran atau kartu keluarga. Lhaa dalaahh! Sedangkan kalau teman atau mitra, wah tambah ribet.

Kita ikuti aturannya saja. Ini sebagai contoh. Misalnya, saya mengajukan visa single entry (wisata). Tapi maunya tinggal sementara 30 hari. Mana bisa!!! Lha wongsingle entry itu hanya memiliki masa tinggal 15 hari kok.

Nah, kalau kamu yang jadi orang Kedutaan, bakal ambil keputusan gimana tuh? Hehehee.

2. Surat Sponsor Harus Meyakinkan

Surat sponsor bisa berasal dari perusahaan, usahamu (bisnis), atau dari orang tua seperti yang saya lakukan. Surat sponsor menjadi bukti yang kuat bahwa kamu dijamin akan kembali ke Indonesia tepat waktu. Sesuai dengan masa ijin tinggal sementara.

Isi suratnya juga harus jelas tentang tanggal berangkat dan pulang, tujuan kamu pergi ke Jepang, serta siapa yang menanggung biaya perjalanan.

Pengalaman pribadi : Saya menggunakan surat sponsor asli dari orangtua karena sesuatu hal.

3. Surat Keterangan Kerja Biar Lebih Afdol

Dengan melampirkan surat keterangan kerja, maka pihak Kedutaan Jepang akan mengevaluasi  status pekerjaan kamu. Bahkan besaran gaji, dan masa kerja kamu. Kalau kamu udah jadi dedengkot di perusahaan tersebut, pihak kedutaan akan lebih yakin.

Alasan adanya surat keterangan kerja ini cukup simpel. Kalau kamu pengangguran atau tidak punya pekerjaan tetap, ada kemungkinan akan ditolak. ikhawatirkan bahwa kamu akan jadi TKI disana.

Eh, tapi itu mas @arievrahman pernah bikin surat keterangan kerjanya sebagai travel blogger, dan visanya disetujui. Cuma, lupa deh dia pas mau traveling kemana. Kamu berani?

Pengalaman pribadi : Saya tidak menyertakan surat keterangan kerja. Karena liburannya diam-diam supaya nggak ketahuan kantor. LOL. Sebagai gantinya, saya diminta menyerahkan kartu nama resmi dari perusahaan saya bekerja. BUKAN bikin surat keterangan kerja palsu.

4. Itinerary atau Jadwal Perjalanan Simpel Tapi Jelas

Itinerary terdiri dari hari dan tanggal perjalanan, tempat yang dikunjungi (bisa disisipkan jenis transportasi yang digunakan), dan tempat tinggal (sertakan alamat lengkap dan nomer telepon hotel kamu).

Pastikan kamu menggunakan format yang sudah disediakan oleh Kedutaan Besar Jepang yaa. Seperti yang saya lakukan. Contoh itinerary yang sesuai dengan format Kedutaan Besar Jepang bisa download di bawah ini.

CATATAN PENTING : Pertimbangkan itinerary dengan bijak dan sopan. LOL. Buatlah itinerary yang tidak terlalu njlimet, please! Tapi jangan dibikin sembarangan juga. Semua harus teratur, masuk akal, dan dikemas secara simpel.

Itinerary yang nggak masuk akal yaitu :
Dalam satu hari destinasi wisata kamu sebanyak 20 tempat. Sedangkan jarak dari satu tempat ke tempat lain tidak dekat. Pagi harinya ada di Hakodate, kemudian siang hari ada kunjungan 3 destinasi wisata di Kyoto.

Apakah itu itinerary yang masuk akal? Kecuali kalau kamu punya ajian raga sukma! Yang demikian justru berpotensi permohonan visamu ditolak.

Pengalaman pribadi : Saya dan teman-teman saat itu hanya mampu menyambangi paling banyak 10 destinasi dalam satu hari. Berangkat pagi-pagi dan sampai di hostel sudah malam (jam 8-9 an).

5. Bukti Tiket Penerbangan

Ada beberapa negara yang Kedutaan Besarnya justru memberikan saran agar kita tidak membeli tiket pesawat terlebih dahulu. Jadi, cukup dengan memberikan bukti booking penerbangan.

Salah satu negara tersebut adalah Australia. Mungkin karena visa Australia itu cukup susah untuk didapatkan dan mahal banget yaa. Jadi, kasihan kalau visa nya ditolak. Udah tiket penerbangan jadi hangus, ditambah hangus pula biaya visa yang udah dibayarkan. Pedih!

Namun, dari Kedutaan Besar Jepang di Indonesia memberikan persyaratan lampiran bukti issued ticket (tiket pesawat pulang-pergi ke Jepang sudah dibayar).

Tiket pesawat adalah dokumen yang dapat dengan mudah diverifikasi oleh pihak Kedutaan Jepang. Nggak bisa tuh kalau kamu mau palsu memalsu.

Pengalaman pribadi : saya tidak melakukan penerbangan langsung Bali-Jepang (PP), demi menghemat pundi-pundi dolar. Jadi, saya melampirkan bukti tiket penerbangan lengkap, yaitu 4 tiket. Mulai dari Denpasar-Kuala Lumpur, Kuala Lumpur-Tokyo, Osaka-Kuala Lumpur, dan terakhir Kuala Lumpur-Denpasar.

tiket pesawat ke Jepang Air Asia

6. Informasi dan Interview Harus Konsisten

Formulir aplikasi visa adalah dokumen yang paling penting saat kamu mengajukan permohonan visa. Isinya yaitu tentang identitas dan perjalananmu. Baca seksama dengan teliti. Isilah data dengan jujur. Dan pastikan apa yang kamu tulis udah benar dan akurat sesuai dengan instruksi.

Kalau di formulir kamu tulis lama perjalanan cuma 5 hari, jangan kasih itinerary buat 10 hari. Jika kamu menyebutkan bahwa kamu adalah wiraswasta, berikan dokumen yang dapat membuktikannya.

Ketika kamu mengatakan dengan jujur, maka akan mudah untuk konsisten. Biarpun si pewawancara mau menjungkir balikkan pertanyaan, jawaban kamu akan tetap sama. Karena informasi yang kamu berikan memang benar adanya. Melihat kebohongan dan karangan cerita itu tidaklah sulit, kapten!

7. Rekomendasi Besaran Dana Rekening Tabungan

Di beberapa catatan para travel blogger, budget traveling ke Jepang diestimasikan minimal Rp. 1.000.000 per hari. Saya merekomendasikan untuk lebih amannya dibikin Rp. 2.000.000 per hari. Nominal tersebut berdasarkan apabila kamu mengurus visa sendiri ke Kedutaan Besar Jepang. Tanpa perantara/travel agent.

Kalau kamu ke Jepang selama 5 hari maka dana rekening tabunganmu minimal Rp. 2.000.000 x 5 (hari) = Rp. 10.000.000. Nominal diatas itu menurut saya lebih baik.

Pengalaman pribadi : Saya menggunakan jasa travel agent untuk mengurus visa Jepang single entry. Lama perjalanan di Jepang adalah 10 hari. So, dana rekening tabungan yang disarankan oleh travel agent saat itu adalah 25 juta Rupiah. Teman saya ada yang disuruh 30 juta.

Cukup jauh kan perbedaannya? Alasan saya menggunakan jasa travel agent sih agar lebih efisien yaa. Karena saat itu saya tinggal di Bali. Sedangkan KTP saya DI.Yogyakarta. Dan urus visa nya harus di Jakarta, sesuai wilayah yurisdiksi.

8. Jangan Ada Dokumen Palsu

Selain yang telah saya sebutkan diatas, ada dokumen-dokumen yang menyangkut identitas harus dikumpulkan. Seperti paspor yang masih berlaku (atau 6 bulan sebelum expired), Kartu Keluarga, dan KTP.

Ketiga dokumen identitas ini harus sesuai/sama semua. Mulai dari nama, tanggal kelahiran, alamat, dan lainnya harus sama datanya. Jangan sampai beda huruf, angka, bahkan salah ketik.

Barangkali kamu ada dokumen persyaratan yang nggak ada. Terus memilih untuk mengumpulkan dokumen palsu. Seperti surat sponsor perusahaan, surat keterangan kerja, surat bukti kepemilikan usaha atau yang terkait, mungkin bisa aja dipalsukan. Tapi, nggak usah sampai kayak gitu deh. Gimana coba rasanya kalau kamu dapat cinta palsu?

Kalau kebetulan berkas-berkas dikonfirmasi oleh staf yang super genius, siap-siap aja visa Jepang ditolak. LOL.

Keputusan diterima atau ditolaknya visa Jepang menjadi kebijakan Kedutaan Besar Jepang.


Poin-poin yang sudah saya tuliskan di postingan ini berangkat dari pengalaman pribadi saya. Selama dokumen dan informasi yang kita berikan kepada Kedutaan Besar Jepang itu sesuai persyaratan dan disampaikan dengan jujur, Insyaallah pengajuan visa Jepang kamu akan approved.

Mungkin, diantara kamu ada yang punya cara lain? Berbagi informasi yuk, biar ilmunya bermanfaat di akherat nanti. LOL.

Heavy Rock Backpacking!

11 Cara Asik Menikmati Musim Semi di Jepang ala Backpacker, Bikin Kangen!

Pengen banget rasanya bisa traveling lagi ke Jepang di setiap musim untuk menikmati suasana yang berbeda, nggak cuma berhenti sampai di musim semi untuk menikmati bunga Sakura saja. Jepang itu hebat, bisa dinikmati keindahannya di segala musim. Apapun musimnya, ia tetap menarik dan membuat setiap orang ingin kembali mengunjungi Jepang. Bisa dikatakan saya berada diantara peralihan musim semi ke musim panas, yang mana waktu itu saya ke Jepang awal bulan Mei. Continue reading

Persiapan Praktis Backpacking 10 Hari ke Jepang, Apa Aja?

“Kamu harus punya banyak duit kalau mau traveling ke Jepang,” kata orang sok tau. Kalimat semacam itu kerap bikin parno seseorang, bahkan sampai berhasil bikin mereka mulai mundur teratur dari impian jalan-jalan ke Jepang. Buat manteman yang ngebet banget pengen backpacking ke Jepang, jangan pernah ciut nyalinya dengan kalimat itu. Kalian juga bisa kok ke Jepang dengan budget hemat seperti saya dan teman-teman lainnya. Yang penting bener-bener ada persiapan backpacking ke Jepang. Continue reading