Bali Indonesia

10 Fakta Unik yang Wajib Diketahui Sebelum Traveling ke Bali

Traveling ke Bali backpackeraddict.com

Hai hai…travelers or backpackers! Sebelum traveling, apa aja sih yang udah kalian persiapkan? Tiket, akomodasi, destinasi tujuan, bahkan tempat makan yang recommended tentu udah ada di daftar kalian kan? Tapi pernah nggak sih kepikiran mengenai hal-hal sepele yang justru disepelein? Kali ini saya ingin membahas 10 Fakta Unik yang Wajib Diketahui Sebelum Traveling ke Bali. Yakin nggak mau baca, nih??

 

 

Postingan ini berawal dari cukup banyaknya teman-teman yang ternyata masih ‘pong-pong bolong’ saat memutuskan traveling ke Bali. Bahkan beberapa wisatawan mancanegara juga ada yang kayak gitu. Sebagian besar terjebak dalam hal akomodasi.

Saya menjadi perantau di Bali selama 4 tahun. Sehingga cukup paham mengenai Pulau Dewata ini. Tentu saja saya semakin hari, semakin hafal dengan keunikan-keunikan yang terjadi. Jadi, bukan karena baper yaa! Tapi berdasarkan pengalaman saya.

1. Tidak banyak angkutan umum di Bali

Meskipun Bali juga punya terminal bus, namun tak banyak tempat khususnya tempat wisata yang bisa diakses dengan angkutan umum. Beberapa pelancong terjebak masalah transportasi di Bali.

So, kalau kalian mau liburan ke Bali, lebih fleksibel sewa motor atau mobil maupun transportasi online. Misalnya Grab, Uber, Go-Car, Go-Jek. Namun, untuk kawasan-kawasan tertentu, transportasi online memang tidak diperkenankan beroperasi. Sedangkan untuk tempat-tempat tujuannya jauh-jauh, transportasi online tidak saya rekomendasikan. Bisa merobek dompet. 

2. Sistem traffic light yang unik di Bali

Jika kalian memutuskan untuk sewa motor atau mobil selama liburan di Bali, jangan kaget saat di jalan yaa. Pasalnya, kalian bakal sering nemuin sistem traffic light yang unik alias bikin bingung. Nggak seperti di Jawa ketika kita menemui perempatan jalan.

Di Bali ini kalian bakal ‘krik krik‘ ketika lampu di jalur kalian berwarna hijau tanda semua kendaraan berjalan. Dari arah yang berlawanan pun, kendaraan juga berjalan maju. Jadi, pas udah ditengah-tengah perempatan harus ada kendaraan yang mau mengalah. Sebab ada yang mau belok ke kanan maupun ke kiri dari arah yang berlawanan. Tapi, sayangnya pada nggak mau ngalah. LOL.

3. Awas!! Banyak anjing liar di Bali

Di Bali kalian bakal nemuin anjing-anjing berkeliaran. Bahkan mungkin anjing-anjing yang sedang tidur nyenyak di pinggir jalan aspal. Tips untuk keselamatan, jangan melaju kencang. Mereka para anjing sangat gemar menyeberang jalan seenaknya sendiri, secara tiba-tiba. Asal lari bahkan berbalik arah lagi.

10 Fakta Unik yang Wajib Diketahui Sebelum Traveling ke Bali
Nggak mati, tapi bobo syantikh!

Kalau kamu ngebut dan nggak siap untuk mengerem, bakal terjadi atraksi yang berujung ke IGD. Sudah banyak korban laka maut khususnya pemgendara motor yang diakibatkan karena anjing liar ini.

Selain itu, ada beberapa anjing yang tak segan-segan mengangetkan kita dengan cara mengejar secara tiba-tiba dan seperti mau menggigit kaki kita. Tapi, kalian nggak bisa nyalahin anjing, gaes.

4. Harga makanan bisa ditawar, bikin hemat biaya traveling ke Bali

Yaa, serius! Tapi cara yang dilakukan bukan seperti kita menawar daster di pasar dari harga 50 ribu menjadi 5 ribu lho yaa. Bukan itu! Jadi gini, sebagian besar warung yang menjual nasi campur sudah memiliki harga normal. Kisaran harga makanan tersebut 15.000 – 25.000. Tergantung menu yang mereka jual.

Biasanya, saat kita membeli, mereka akan bertanya :
Cari apa? = makan apa?
Berapa nyari? = harga berapa?
Berapa? = berapa bungkus?

Misalnya, nasi kaya foto diatas ini cuma Rp. 5000 aja. Sumpeeeehhh!! Adanya tiap pagi di Ubud, tepatnya di Jl. Raya Campuhan. Isinya nasi putih, pecel, kering tempe kacang, bakmi goreng, ayam suwir, dan bakwan dua biji. Ini langgangan saya buat sarapan. hehehee

Tips dari saya, kalau kalian mau mencoba metode ini, langsung aja bilang seperti ini :
“Buk, bungkus 10.000, satu. Campur yaa.”

Biar kamu dianggap seperti orang Bali, kamu juga bisa bilang begini misalnya : “Buk, bungkus ji dase, siki. Campur nggih.”

Nah, lumayan kan buat menghemat biaya liburan di Bali. Namun, metode ini nggak bisa kita lakukan di ‘warung makan Jawa’ (warung Muslim). Makin banyak lauknya, makin mahal harganya.

5. Sudah menikah? Sudah berkeluarga?

Jeng..jengg!!! Itu adalah pertanyaan yang sering banget saya dengar setiap kali ketemu orang baru. Misalnya pedagang makanan, warung langganan, Pak Polisi, driver, bahkan pegawai SPBU pun pernah menanyai saya.

Maap yee nggak bermaksud mendiskriminasi nih. Berbeda ketika saya tinggal di Jogja. Meski bertemu orang yang baru dikenal, rasanya jarang sekali ada yang menanyakan hal itu.

Sebenarnya risih aja. Bukan malu karena (waktu itu) belum nikah. Tetapi karena saya merasa “ini orang baru kenal kok kepo amat.” Ketika ada pertanyaan semacam itu, beehh..bakal merembet kemana-mana.

6.  Puja Trisandhya 3 kali sehari

Kalian akan jarang dengar suara adzan saat di Bali. Mungkinpun nggak pernah (seperti yang saya alami). Kalian akan sering mendengar Puja Trisandhya.

” Puja Trisandhya merupakan mantram/mantra dalam agama Hindu khususnya bagi umat Hindu di Bali, dan umat Hindu di Indonesia pada umumnya. Mantra bait pertama adalah Mantra Gayatri yang tertuang dari kitab Veda.” ~ Wikipedia

Mantra Tri Sandhya dilakukan 3 kali sehari. Yaitu setiap pagi pada pukul 06.00, siang pada pukul 12.00, dan sore pada pukul 18.00. Puja Trisandhya ini kita dengar dari televisi, radio, pengeras suara di Bale Banjar, dan sebagian besar public area.

7. Tradisi berjudi di Bali, ahh…biasa!

Di Bali, istilah judi ini disebut dengan “ceki” atau “meceki”. Bukan mencekik yaa! Setahu saya meceki ini taruhannya hanya sedikit, karena memang sifatnya hanya sebagai hiburan.

Berbeda dengan berjudi. Meceki tidak dipandang sebagai kegiatan yang negatif bagi masyarakat Bali. Justru kegiatan meceki ini merupakan permainan favorit yang sudah merakyat bagi kaum muda hingga para tetua. Bahkan perkumpulan ibu-ibu pun juga ada yang ikutan meceki.  Seru kan!

Bagi masyarakat Bali, meceki merupakan saranan untuk membangun keakraban dan menjadi media perekat sosial. Saking populernya, hiburan meceki ini  sampai dilombakan. Biasanya akan terlihat di baliho besar dengan tulisan tebal “Tournament Ceki”. Sayangnya, saya lupa nggak mendokumentasikannya.

Gimana, tertarik untuk mencoba ceki?

8. Bengkel dan penjual bensin eceran 24 jam itu langka di Bali

Ini penting banget buat traveler yang mau eksplore Bali dengan motor atau mobil. Jangan harap ada banyak bengkel dan penjual bensin eceran khusus 24 jam, meskipun di area perkotaan.

Sebagian besar bengkel sudah tutup antara pukul 17.00 – 18.00. Nggak banyak juga SPBU yang buka 24 jam. Jadi, pastikan kondisi mesin kendaran dan bensinmu dalam keadaan sehat walafiat. Jangan tunggu sampai di garis merah. Waspada juga kalau pulang tengah malam dan tiba-tiba ban bocor. Wah,, bakal pipis ditengah jalan deh.

Saya pernah mengalami kejadian ini. Saat itu saya harus lembur dan baru pulang pukul 00.30. Then…tadaaa! Motor goyang-goyang sendiri. Ternyata ada yang membonceng di belakang. Ban motor bocor cuy!

Daerah Ubud udah sepi banget jam segitu. Kanan kiri saya pepohonan dan setra (kuburan). Lalu saya dikepung anjing-anjing kampung dan mereka menggonggongi saya. Saya sudah oder gojek namun percuma, karena nggak ada yang nyangkut. Ditambah lagi, baterai hp sudah sangat loyo.

Saya tetap nekat menaiki motor pelan-pelan banget. Nggak peduli bannya mau ancur gimana, yang penting harus keluar dulu dari kampret zone. Begitu saya nemu warung nasi babi yang ramai akan kehidupan, saya menitipkan motor disana semalam.

Kebetulan di seberang warung tersebut adalah bengkel Ahass. Dalam situasi ini tentu saja BPJS nggak bisa membantu. Hanya security kantor dan security rumah bos saya lah yang bisa membantu. Motor milik security diantar ke titik dimana saya berada. *Thanks Bli Dewa Anom dan Bli Wayan Kejit*.

Untuk bos saya, semoga Anda suatu saat baca postingan ini. Gini lhoo bos jadinya kalo dikasih lembur dadakan dan suruh cepet-cepet selesai. Resikonya besar. Selain hal keamanan di jalan bagi seorang perempuan, ban bocor nggak ditanggung asuransi. LOL.

9. Ada Peraturan Jam Buang Sampah.

Bagi saya, ini adalah tradisi yang unik. Peraturan ini saya jumpai di daerah Denpasar, tepatnya di area Hayam Wuruk. Dan beberapa kawasan juga menerapkan peraturan ini.

“Buang Sampah Selain Jam 06.00 akan terkena sanksi”.

Saya salut sekali terhadap pemerintah yang menerapkan peraturan ini. Tapi meskipun udah ada peraturan, tetep aja masih ada yang sembunyi-sembunyi buang sampah. Hmmm..gimana mau maju kalo disiplin aja susah. LOL.

Kira-kira, di tempat kalian ada peraturan semacam ini nggak?

10. Di Bali, Nasi Bungkus Berbentuk Kerucut

Ciri bentuk bungkusan nasi di warung makan Padang itu cenderung segi panjang. Di Bali berbentuk kerucut seperti tumpeng. Di Jogja beda lagi cara membungkus nasinya tapi saya nggak tahu istilahnya.

Kalau kalian beli nasi di warung Bali, biasanya akan dibungkus berbentuk kerucut. Apakah bentuk kerucut ini sekedar keunikan dari suatu daerah ataukah ada filosofi di baliknya?

***

Itulah 10 fakta unik yang wajib diketahui sebelum traveling ke Bali. Itung-itung, biar nggak merasa terjebak pas udah sampe tujuan.

Kalau kamu pernah mengalami salah satu hal diatas nggak?

 

Heavy Rock Backpacking!

10 Fakta Unik yang Wajib Diketahui Sebelum Traveling ke Bali.png

3 thoughts on “10 Fakta Unik yang Wajib Diketahui Sebelum Traveling ke Bali”

Terima kasih sudah berkomentar dengan sopan