Indonesia Jogja Traveling

6 Ide Aktivitas Seru di Ekowisata Sungai Mudal, Jogja

air terjun di ekowisata sungai mudal

Perkenalkan, saya Ekowisata Sungai Mudal

Ekowisata Sungai Mudal atau lebih hits dengan sebutan Taman Sungai Mudal. Merupakan salah satu destinasi wisata swadaya di lereng pegunungan. Seperti dilansir dari CNN Indonesia, ekowisata ini dibangun oleh masyarakat di Kulon Progo melalui Program Bina Lingkungan yang diselenggarakan PT. PLN Persero Jateng-DIY.

Lokasi Taman Sungai Mudal sendiri berada di Dusun Banyunganti, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jaraknya sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Jogja. Atau, kurang lebih ditempuh sekitar 1.5 jam perjalanan dari Kota Jogja.

Sudah sejak lama kelompok masyarakat memiliki impian akan sumber mata air Sungai Mudal agar tetap terjaga dan memiliki daya tarik wisata. Dan akhirnya pada 2015, mereka berhasil mewujudkan impian tersebut. Dan kini menjadi tempat wisata hits di Jogja.

Makan Durian Sebelum Piknik ke Taman Sungai Mudal

Perut saya perlahan mulai meledak gegara menikmati 15 buah durian dari perkebunan di Nanggulan, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Oh yaa, mungkin ada yang belum tahu. Jadi, selain terkenal dengan alamnya yang asri, Kabupaten Kulon Progo juga terkenal akan buah durian.

Tujuan utama kami ke Kulon Progo pada awalnya memang makan durian di kebun langsung. Tapi, ternyata si mas yang punya kebun itu sudah menyiapkan durian yang sudah siap untuk dibuka. Jadi, ternyata pakai konsep petik borongan gitu.

Nikmat duniawi!

Dengan Rp.500.000 kami mendapatkan sekitar 15-18 buah durian. Awalnya kami ragu sama tuh gerombolan durian. Was-was kalau rasanya mengecewakan. Dan, setelah jungkir balik belah duren, yaa ampyuun…enak bangett! Gak nyangka, dibalik kulit yang ijo, dagingnya tebel dan matang sempurnah!

Menuju Taman Sungai Mudal

Masih di Kabupaten Kulon Progo tentunya, sebuah kabupaten di DIY yang terkenal keren wisata alamnya. Pengen ‘bablas’ piknik gitu. Tapi kami belum tahu mau kemana. “Saking telernya makan durian ini mah!” Sitha, teman saya berkulit putih imut-imut itu menyuruh saya browsing tempat wisata yang keren di Kulon Progo. Bermodal hashtag instagram, saya pun menjelajah dunia maya meski handphone udah hampir lowbatt.

Jadi, waktu itu saya ada dua pilihan tempat bagus di Kulon Progo. Namun saya memilih Taman Sungai Mudal saja. Karena termakan sama foto-foto di IG, itu alasannya. LOL.

Jalanan beraspal yang menanjak, berkelok, dan tak telalu lebar harus kami lalui. Sepanjang perjalanan kami happy banget dong yaa. Karena kita pergi rame-rame. Di sebelah kanan kiri, kami menikmati pemandangan bukit Menoreh, Kulon Progo. Emejiingg banget!! Yaa, walaupun ngerasa geram juga, karena tiba-tiba mendung. Kesal!

pemandangan bukit di pegunungan Menoreh Kulon Progo
Mendung…dan udah pasti ujan! hiks hiks

Untuk memasuki kawasan Taman Sungai Mudal, ada 2 gates (pintu masuk) yang dapat kita lalui. Kami memilih masuk dari gate 1. Jarak yang ditempuh sedikit lebih jauh dan kondisi jalanannya cukup menantang. Tapi, kalau masuk dari gate 1 ini, kita melewati desa ramah burung. Hah? Maksudnya? Emm..anu, yaa ramah burung. *krik..krikk* Saya belum bisa menjelaskan karena tidak sempat turun dan mencari tahu melalui bantuan penduduk setempat.

Nah, sedangkan buat yang pengen cepetan nyampe, gate 2 jadi pilihannya, soalnya lebih dekat dan jalanannya lebih halus.

Mata air Sungai Mudal

Lokasi parkir yang berada di gate 1 tidak terlalu jauh dari pintu masuk Taman Sungai Mudal. Jadi, kita harus jalan kaki ke bawah mengikuti jalan aspal. Suasana pedesaan yang dingin dan alami, nggak akan bikin kita capek deh.

Nah, ini salah satu daya tarik dari Sungai Mudal. Ketika kami sedang berjalan, kami berjumpa dengan sebuah bilik yang terbuat dari bambu dan seng. Seperti toilet, tapi bukan toilet. Di dalamnya terdapat bak mandi dari semen. Tampilannya udah usang dan berlumut. Disanalah sumber mata air Sungai Mudal mengalir. Sumprit deh! Airnya itu jernih banget dan nyesss! Segerrr! Anak-anak sampe pada betah cuci mukanya.

Cuci muka 1 jam

Harap diperhatikan yaa manteman, tempat ini nggak boleh dipakai untuk mandi maupun buang air kecil (apalagi BAB). Kalau untuk wudlu, boleh lah.

AKTIVITAS SERU YANG DAPAT DILAKUKAN DI TAMAN SUNGAI MUDAL, KULON PROGO, YOGYAKARTA


Ambiens dan atmosfer alam pegunungannya masih sejuk. Sebuah sungai dengan kolam alami dan air terjun yang aduhay elok, sekaligus sumber mata air alami yang benar-benar bening. Begitulah gambaran dari saya tentang Taman Sungai Mudal yang pertengahan Januari 2019 kemarin saya ‘sowani‘.

mata air jernih dari air terjun sungai mudal

Setelah ‘blusukan’ di Taman Sungai Mudal yang hanya sebentar, tentu saja saya menjadi lebih tahu tentang potensi apa saja yang ada di Taman Sungai Mudal ini, dimana kita dapat secara langsung memanfaatkannya berupa melakukan aktivitas seru disini.

1. BERENDAM . MANDI . BERENANG

Bersiaplah! Bersiaplah untuk membawa panci baju ganti. Secara yaa, dibawah mata air Sungai Mudal terdapat lubuk jiwa yang disulap menjadi kolam dengan aliran air terjun yang masih bersih.

Jadi, jangan lewatkan aktivitas berenang atau sekedar berendam bersama teman, keluarga, anak-anak, maupun kekasih yang sah. Bagi anak-anak maupun kalian yang tidak bisa berenang, disini disediakan pelampung kok. Catatan yang terpenting yaitu tetaplah menjaga kebersihan dan kenyamanan bersama dengan tidak pipis di dalam kolam ini, kasian yang lainnya kalau sampai minum ‘itu’…iihh. Toilet sudah disediakan disana. Mengerti anak-anak?

Selain di kolam, teman-teman juga bisa mandi dibawah air terjun, yang penting harus hati-hati yaa…khususnya bagi yang suka selfie. Karena batu kalau udah kena air, suka bikin kita hilang keseimbangan.

2.  MENYUSURI AIR TERJUN MUDAL

Air terjun Mudal ini keren banget! Kalau dilihat dari bawah, terlihat seperti berundak-undak gitu. Akses untuk turun ke bawah sangat mudah sebab sudah ada fasilitas tangga dan jembatan penghubung yang unik terbuat dari bambu. Namun, harus tetap hati-hati terhadap tampias air terjun yang cukup membuat beberapa tangga menjadi basah.

fasilitas tangga dari bambu di sungai mudal kulon progo jogja
Akses tangga dari bambu, hati-hati cyin.
air terjun sungai mudal kulon progo

Saya cukup gempor sodara-sodara. Karena udah di bawah, saya harus balik naik menyusuri tangga lagi, apalagi harus lari gara-gara hujan tiba-tiba. Ngos-ngosan banget euy! **Ketahuan kalo badannya gede dan nggak kuat lari.** LOL. Naiknya nggak semulus waktu turun, mirip sama problematika kenaikan gaji…susaahh!

3.  NYANTAI DI TAMAN

Namanya juga Taman Sungai Mudal, tentu saja ada taman dengan gasebo dan rumah payung. Fasilitas ini sangat cocok untuk kita merilekskan kaki sembari menikmati pemandangan alam dan air terjun.

Saya yang sendirian, merasakan haus yang tak berkesudahan. Waktu itu saya pas nggak bawa air minum. Tiba-tiba saya melihat ada benda gendut berwarna biru bening dan disampingnya tersedia beberapa gelas. Dia adalah galon air minum. Hahahaa!

galon aqua di pinggir sungai

Yaa Allah, alhamdulillah..! Kejadian ini mengingatkan saya ketika trekking sendirian di Mount Faber – Southern Ridge, di Singapore. Kasusnya sama, sumber air so jauuhh kakak!

4.  CAMPING / BERKEMAH

Hingga bulan Januari kemarin, BMKG bilang sama saya kalau gelombang air laut sedang kurang bersahabat lantaran cuaca ekstrim yang melanda Indonesia. Khususnya daerah pantai selatan Indonesia. Beberapa orang senang berkemah/camping di pinggir pantai. Karena suasana yang disuguhkan sungguh menggiurkan.

Oh yaa, kamu nggak bisa camping di pinggir pantai seperti kakak-kakak sosialita? Ojo kuatir (jangan khawatir), di Taman Sungai Mudal sudah disediakan camping ground. Cukup dengan Rp. 30.000/per orang, kita sudah bisa camping sambil menikmati suasana alam pegunungan di Taman Sungai Mudal. Menurut mbak-mbak petugas loket, harga tersebut sudah termasuk sewa tenda. Wah, murce marice yaa!

5.  REUNI KELUARGA TRAH

Kalau tradisi keluarga trah saya, kami biasanya mengadakan arisan trah keluarga sebulan sekali. By the way, yang namanya ibu-ibu kalau diajak piknik pasti seneng banget deh. Nah, Taman Sungai Mudal bisa menjadi tempat alternatif untuk bersilaturahmi bersama keluarga trah.

pendopo gaya Jawa

Pendopo yang dibangun di pinggir sungai, air terjun, dan ditengah taman ini mampu menampung kurang lebih 50 orang. Wah, keluarga trah saya 1000 orang mbak…mana cukup! Weleehh…itu keluarga trah apa penduduk se-kecamatan? Ndak apa-apa dek, nanti yang nggak kebagian suruh berendam di sungai aja.

6.  PRE WEDDING

Ini yang nggak kalah menarik. Banyak potensi alam yang terus dibenahi sebagai destinasi baru, dan salah satunya menjadi magnet bagi sepasang kekasih. Yuk bang, kita prewed disini aja!! LOL. Nah, kalau mau yang nggak mainstream, Taman Sungai Mudal bisa menjadi ide lokasi prewedingnya kamu-kamu yang katanya cintak sama alam. Asik banget kan!

air terjun di ekowisata sungai mudal

*   *   *

Karena kondisi hujan di bulan Januari kemarin cukup menjengkelkan, saya tidak bisa menikmati Taman Sungai Mudal Kulon Progo semua-muanya. Disisi lain, kami tiba disini udah jam 4 sore. Dan Taman Sungai Mudal ditutup jam 5 sore. Engg..ing..engg.

Saya seperti berada dalam pertandingan Takeshi Castle. Harus berlomba dengan hujan. Sementara dia turun dengan seenaknya. Saya berlari menaiki puluhan anak tangga dengan susahnya. Sedangkan teman-teman saya lagi pada asyik menikmati dunia mereka. Makan pop mie, nasi goreng, dan‘ngethemil’ di warung Pengkolan yang berada di depan pintu masuk Taman Sungai Mudal.

warung pengkolan di ekowisata sungai mudal

Satupun dari mereka nggak ada yang mau ikut saya ‘mblusuk’ ke dalam. Padahal yang ngajak piknik kan mereka. Piye to cah? LOL. Buat yang tertarik sama Taman Sungai Mudal, main sini yuk! Cobain aktivitas-aktivitas serunya.

Kegiatan outbond, camping, canyoning, rappeling dan kegiatan lain diluar jam operasional, silakan menghubungi pengurus Ekowisata Sungai Mudal.

Jam Buka : 08.00 – 15.00 WIB
Tiket masuk :
Rp. 6000
Pengurus Ekowisata :085210235949 , 085287482749 , 085326432473

Heavy Rock Backpacking!

4 thoughts on “6 Ide Aktivitas Seru di Ekowisata Sungai Mudal, Jogja”

Terima kasih sudah berkomentar dengan sopan