Pengalaman Mengurus Visa Jepang Tanpa Harus Datang Ke Kantor Kedubes

Dalam bayangan saya waktu itu, mengurus Visa Jepang harus datang sendiri ke Kantor Kedutaan Besar Jepang. Ternyata ada cara lain yang mudah. Inilah pengalaman mengurus visa Jepang tanpa harus datang ke Kantor Kedubes Jepang. Excited! Excited!

Sebagai karyawan kita pasti memiliki kendala waktu. Itu saya saya rasakan satu tahun yang lalu ketika akan pergi ke Jepang. Hal terpenting yang membuat galau adalah mengurus Visa Jepang. Apalagi kalau domisili di luar pulau yang sangat tidak terjangkau.

Apa itu Visa?

Visa merupakan sebuah rekomendasi yang diberikan kepada warga negara asing untuk dapat masuk ke suatu negara. Tetapi bukan berarti izin mutlak atau jaminan dapat masuk ke negara tersebut.

Keputusan terakhir kita bisa masuk ke negara orang atau nggak, pihak Imigrasi lah yang memiliki kewenangan pada saat kita mendarat di sebuah negara.

Pengalaman Mengurus Visa Jepang, Mudah!

Jepang merupakan negara destinasi pertama kali saya backpackeran ke luar negeri, yaitu pada tahun 2016 (ngetripnya tahun kapan, field report nya kapan). Dan ketika travelmates saya bilang :

“Mendingan urus visa sendiri deh, biayanya lebih murah dan kita jadi tahu prosedur-prosedurnya.”

Saya sebenarnya tidak terlalu peduli dengan hal itu. Meskipun beberapa teman tahu kalau saya hanya bisa mengajukan di Jakarta, mereka kok yaa tetap ngotot menyarankan supaya mengurus visa sendiri tuh loh.

Apapun kritik dan sarannya, saya memang tidak memiliki banyak waktu untuk membuat Visa Jepang. Kalau saya bolak-balik Denpasar – Jakarta untuk urusan ini, bisa-bisa saya malah nggak bisa pergi ke Jepang karena cuti mulu dan cukup menguras tabungan. Toh, saya juga jadi punya pengalaman mengurus visa Jepang kan.

Perihal pengajuan Visa Jepang, kita juga harus memperhatikan wilayah Yurisdiksi Kedutaan Besar Jepang. Seperti saya yang ber-KTP D.I.Yogyakarta, maka hanya bisa apply di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta meskipun saya numpang tinggal di Bali.

Permohonan visa hanya akan diproses di Konsulat yang sesuai dengan wilayah Yurisdiksi masing-masing. Proses pembuatan visa : minimal 4 (empat) hari kerja. (klik di sini untuk melihat wilayah Yurisdiksi)

” Mengurus Visa Jepang sendiri = menguras waktu, tenaga dan uang “

Tidak cukup mengurus Visa dalam satu hari bukan? Harus antre, menunggu proses setidaknya 3-7 hari kerja, lalu kembali lagi ke Kedutaan untuk mengambil visa.

Kalau ada yang bersedia ngambilin visa sih enak, lhaa kalau nggak ada kan saya harus stay di Jakarta selama beberapa hari. Masa iyaa mau balik lagi ke Bali, trus terbang lagi ke Jakarta, balik lagi ke Bali gitu? Boros akomodasi bok! Iyaa kalau di approve pihak Kedutaan, kalau enggak? Nyahok deh, bakal kecewa sampe mati!

Saat itu banyak desas-desus yang menyatakan bahwa mendapatkan Visa Jepang itu cukup susah. Apalagi (konon) bagi belum pernah pergi ke luar negeri. Jadi, saking takutnya, saya cari jalan aman saja. Supaya bisa mendapatkan visa tanpa menguras tenaga, biaya, dan waktu, juga jaminan kelolosannya. Travel agent jadi pilihan saya.

Setelah jalan-jalan ke beberapa website, akhirnya saya memutuskan untuk memilih salah satu travel agent resmi dan terpercaya di Indonesia. Meskipun ada beberapa travel agent lain yang menawarkan harga terbaik. Mereka -travel agent yang saya gunakan- sudah berpengalaman lebih dari 15 tahun dalam melayani segala keperluan tour, ticket, hotel, visa, passport, cruise, dan lainnya.

Ternyata benar! Prosesnya mudah dan tidak perlu datang ke kantor Kedutaan Besar Jepang untuk melakukan wawancara. #yaksip! Angkutt bleehh..

Persyaratan Visa Jepang (17+)

cara mudah mengurus visa jepang

Tujuan saya ke Jepang adalah untuk traveling. So, jenis visa yang saya gunakan adalah Visa Kunjungan Sementara untuk Tujuan Wisata dengan Biaya Sendiri.

Visa Kunjungan Sementara untuk Tujuan Wisata ke Jepang memiliki masa berlaku kunjungan selama 90 hari sejak tanggal dikeluarkannya Visa. Sedangkan Visa Waiver (khusus pemegang e-paspor) memiliki masa berlaku kunjungan maksimal 15 hari.

Sangat disarankan mengurus Visa Jepang nya sebulan hingga satu setengah bulan sebelum keberangkatan. Cukup mengirimkan semua dokumen-dokumen yang diminta oleh travel agent melalui jasa ekspedisi. Berikut dokumen-dokumen yang diminta dari travel agent untuk permohonan visa Jepang. Tetapi ada dokumen yang tidak saya penuhi.

1.  Paspor Asli (Lama & Baru, Berlaku Diatas 6 Bulan)

Syarat utama bepergian ke luar negeri adalah memiliki paspor. Paspor adalah dokumen resmi dari negara yang di dalamnya memuat identitas kita. Paspor yang masa berlakunya kurang dari 6 bulan tidak akan diterima oleh Kedutaan Besar Jepang.

Apabila sudah mengalami pergantian paspor, maka paspor yang lama harus dilampirkan. Mengurus paspor bisa dilakukan sendiri dan mudah! Kini bagi Warga Negara Indonesia pemegang e-paspor dinyatakan bebas visa (untuk kunjungan maksimal 15 hari), dengan sistem registrasi pra keberangkatan.

2.  Formulir Permohonan Visa

Isi data lengkap formulir permohonan visa. Jangan ada yang terlewatkan, termasuk tanda tangan kamu. Download formulir disini (PDF).

3. Pas Foto berwarna terbaru ukuran 4,5 X 4,5 sebanyak 2 lembar, dengan latar belakang putih.

Lampirkan foto terbaru setidaknya 6 bulan terakhir. Sebaiknya tidak memakai pakaian warna putih, supaya ada perbedaan antara obyek dan background (kalo putih sama putih, keliatan kayak hantu ‘gundul peringis’).

Foto harus jelas/tidak blur dan bukan hasil editan (jangan sampai antara muka difoto dan aslinya berbeda yaa), yang ada nanti malah ‘diciduk’ sama petugas imigrasi hehee.

4.  Surat Sponsor / Fotocopy SIUP (Jika Pemilik)

Surat sponsor diketik dengan menggunakan Bahasa Inggris. Surat sponsor yang dimaksud adalah surat sponsor dari perusahaan : lengkap dengan kop surat, cap perusahaan, dan ditandatangani oleh penjamin (HRD atau Boss).  Dimaksudkan, pejabat perusahaan tersebut yang menjamin bahwa si karyawan akan kembali ke Indonesia apabila urusan traveling sudah selesai sesuai jadwal.

Apabila Anda si pemilik perusahaan/tempat usaha, maka wajib menambahkan lampiran fotocopy SIUP. Surat sponsor ini bertujuan untuk meminimalisir adanya imigran gelap yang mencari pekerjaan secara ilegal.

Kebetulan saya punya masalah dibagian ini. Karena alasan tertentu, saya tidak bisa melampirkan surat sponsor perusahaan. Sebagai alternatifnya, mbak Lani dari travel agent saya memberi saran untuk melampirkan surat sponsor dari orangtua.

Surat sponsor dari orangtua menyatakan bahwa saya bepergian dengan biaya sendiri, dan menjamin bahwa saya akan kembali ke Indonesia sesuai waktu yang telah disebutkan. Surat sponsor disertai materai 6000 dan tanda tangan Ayah saya. Contoh surat sponsor orang tua disini.

*Note : Surat sponsor sudah tidak dicantumkan lagi oleh Kedubes Jepang di website resminya. Tapi, mungkin travel agent akan memintanya.

5.  Fotocopy Bukti Keuangan (3 Bulan Terakhir)

Fotocopy bukti keuangan merupakan jaminan bahwa isi tabungan kita bisa mencukupi kebutuhan selama kita bepergian. Jika mengurus visa Jepang sendiri, maka kira-kira perhitungan isi tabungan adalah 1 – 1.5 juta per hari dikalikan lamanya traveling.

Contoh : 1.5juta x 10 hari = 15juta.

Tetapi, karena saya mengurus visa melalui travel agent, maka kisaran tabungan yang disarankan yaitu antara 25 juta – 30 juta. Tabungan yang kita miliki juga tidak boleh terlihat misterius. Misal dari saldo 1 juta tiba-tiba menjadi 20 juta dalam waktu beberapa hari.

Saya melampirkan bukti rekening koran 3 bulan terakhir (asli). Cukup dengan menunjukkan KTP asli, maka saya sudah memperoleh rekening koran dari Bank BRI tanpa dikenakan biaya sepeserpun. Sedangkan travelmates saya yang menabung di BNI, dikenakan tarif Rp. 50.000.

6.  Fotocopy KK

Menurut Wikipedia, KK atau Kartu Keluarga adalah Kartu Identitas Keluarga yang memuat data tentang susunan, hubungan dan jumlah anggota keluarga. Kartu Keluarga wajib dimiliki oleh setiap keluarga. Kartu ini berisi data lengkap tentang identitas Kepala Keluarga dan anggota keluarganya.

7.  Fotocopy KTP

8.  Bukti Pemesanan Tiket

Merupakan dokumen yang dapat membuktikan tanggal masuk dan keluar Jepang. Print out tiket yang saya lampirkan adalah tiket penerbangan PP dan bukti booking hotel-hotel selama di Jepang.

Saya selalu mengandalkan booking.com untuk urusan pemesanan hotel. Selain tersedia banyak harga hotel yang terjangkau, booking.com juga menyediakan hotel-hotel dengan sistem Free Cancelation. Pesan sekarang, bayar saat tiba di hotel. Ini menjadi keuntungan tersendiri bagi orang yang nggak punya kartu kredit seperti saya. LOL.

9.  Itinerary / Rencana Perjalanan
Nggak perlu ribet dan terlalu detail menyusun itinerary perjalanan. Itinerary kan biasa berubah, jadi lampirkan garis besarnya saja, yang penting semua kegiatan sejak masuk dan keluar Jepang itu jelas. Jangan lupa diberi tandatangan. Form itinerary standar Kedutaan Besar Jepang [Downlod Disini]

VISA APPROVED!

Masa penantian 8 hari kerja proses pengajuan Visa Jepang terlewati. Travel agent menghubungi untuk memberitahu bahwa visa saya sudah disetujui oleh Kedutaan Besar Jepang. Visa yang sudah menempel cantik di paspor akhirnya mendarat di tangan saya juga, plus passport cover biru dongker dari travel agent.

paspor cover

Akhirnya, berkurang sudah penderitaan saya. Sudah siap untuk backpackeran ke Jepang menikmati sakura yang spektakuler, mencicipi sake, berburu kuliner Jepang, dan ke danau Kawaguchiko sambil menikmati pemandangan Gunung Fuji.

Berapa Biaya Pembuatan Visa Jepang Melalui Travel Agent?

“Gimana, visa udah keluar, Mik? Ngeluarin biaya berapa? Pasti mahal kan…hahaa”, tanya seorang teman dengan tengil.

“Udah. Cuma bayar 456.000 Rupiah, udah termasuk pengiriman paspor ke Bali.”

“Ohh, murah yaa ternyata!”

“Iyaa songong…” (kata saya dalam hati wkwkwk)

Biaya pembuatan visa Jepang yang saya sebut diatas adalah biaya tahun 2016. Segitu nominal yang harus saya bayarkan kepada travel agent pilihan saya, yaitu Avia Tour & Travel. Bagi pemegang e-passport, cukup mengurus visa waiver dengan biaya 100.000 (per/tahun 2016).

Biaya visa Jepang saya adalah biaya total ya, sudah termasuk PPN 1% dan pengiriman paspor & visa. Murah banget shayy…daripada saya harus PP Denpasar – Jakarta dan ribet sendiri, kan? Tidak mengecewakan lah untuk orang yang sok sibuk seperti saya.

Berikut update terbaru (2017) biaya pembuatan visa Jepang dari Avia Tour & Travel.

biaya-pembuatan-visa-jepang
source : avia.travel

Sedangkan biaya pembuatan Visa Jepang tanpa melalui agent alias datang sendiri ke Kantor Kedutaan Besar Jepang di Indonesia adalah sebagai berikut :

[update] Mulai 15 September 2017, proses pengajuan maupun pengambilan visa dilakukan di Japan Visa Application Center (JVAC) yang terletak di Lotte Shopping Avenue lantai 4 (samping Studio XXI).
Untuk persyaratan dan lainnya, silahkan membaca website JVAC berikut: http://www.vfsglobal.com/japan/indonesia/

Nah, itulah pengalaman mengurus Visa Jepang tanpa harus datang ke Kantor Kedubes Jepang dari saya. Mudah dan praktis nggak tuh?

Buat kamu yang memiliki kendala jarak, tenaga, dan waktu dalam pengajuan Visa Jepang maupun visa yang lain baik untuk liburan atau bisnis, kamu bisa memilih Avia Tour & Travel. Sama kaya aku kemarin urus visa Jepang 🙂 . Mengurus visa Jepang melalui Avia Tour bisa via telepon di (021) 4223838/88, dan juga via email aviaweb@avia-tour.com.

 

Heavy Rock Backpacking!

* NOTE : postingan ini bukan sponsor atau promosi, tetapi pengalaman dan penilaian yang bersifat pribadi. *

Terima kasih sudah berkomentar dengan sopan

  1. Mau tanya dong kak, travel agent nya apa ya, kebetulan saya tinggal d bali DAN ktp bandung, mau mengajukan visa jpg lg bingung ke travel mana yg d percaya, smg d balas ya thanks before

  2. Kl tabungan bru bikin akhir mei kira2 bisa gk ya ? Kendala disni sm wkt kmrn buat paspor dpt paspor biasa krn to epaspor blm bisa . Ktp kupang tp domisili skrng jkt . Ms hrs ke bali to ngurus visa .

  3. Wah murah yah, aku kira mahal kalo pake travel agent. Kalo cuman jarak dikit dan bisa hemat waktu sih gakpapa yaa, btw aku stupid bgt ngurus visa china dulu di jkt bolos kuliah seminggu trs harus nginep di hostel pula seminggu. Bener bener stupid toh biayanya sama pula

  4. Halo mbanya, saya mencari postingan ini, karena masalah saya juga yg super mirip, yaitu tentang surat keterangan kerja yg tidak bisa saya dapatkan, saya melihat surat sponsorship orang tua yang mba berikan di link, itu di bagian occupation apa benar ditulis “parent”? atau seharusnya diisi pekerjaan orang tua saya ? thanks sebelumnya

  5. Halo saya mau nnya ni kalo misal pembuatan visa pelajar bisa ga ya melalui tour agent gtu? Soalnya saya juga daerah tmpt tnggal jauh sama jakarta yang skrang di jaksel, lotte mall.. dan saya di ponti.. jadi kalo bolak balik ya susah hehhe

    • Kemungkinan gak bisa, karena 4 bulan lalu saya bikin visa pelajar ke Jepang ada sedikit wawancara dan ditanya tentang informasi tentang studi (LoA) juga.

  6. Mlm mba..mksh infonya..sangat membantu.. harga 456 yang diinfokan..apakah sdh termasuk biaya pembuatan visa total?
    Atau baru jasa dan ongkir visa nya?
    Terimakasih banyak

    • Halo mbak.. Itu sudah biaya all in. Tapi perlu kroscek lagi harga terbaru dari travel agent yaa. Karena informasi yg saya bagikan berdasarkan data terakhir pada saat artikel ini diposting..

  7. Mbak saya tertarik dengan postingannya
    Berharap bisa seberuntung mbak, saya mencoba menghubungi TA yang disebutkan di atas karena permasalahan kita mirip mbak. 1 terkait surat sponsor, di perusahaan saya bekerja yang namanya surat menyurat harus dari satu pintu aka kantor pusat Jakarta, site tidak diberi kewenangan pegang cap atau mengeluarkan surat. Sementara lokasi kerja saya sekitar 3,5 jam penerbangan menuju ke CGK. Namun agak kecewanya balkasan dari TA nya “karena bapak bekerja ya harus diprint dari tempat kerja”. belum lagi saldo minimal yang diminta kepalanya ada angkanya LIMA… luar biasa.

    • Waduhh…kok gitu. Beda banget lho mas sama pengalaman saya waktu itu. Mbak nya baiikk banget mau bantuin. syarat keuangannya serem udah kepala lima. Padahal waktu itu saya disarankan min.25 mas. Sepertinya mas dapet mbak-mbak yang menyebalkan.. coba cari travel agent lain mas,, siapa tau urusannya lebih mudah.

  8. Terima kasih banyak atas infonya! Saya awal bulan Juli akan ke Jepang, deg-degan nih untuk masalah visa, ha ha ha, saya rencana mengajukan bulan Juni.

  9. Selamat malam.
    KTP saya Bogor sedangkan saya sekarang tinggal di Makassar dan ternyata saya harus membuat visa di Jakarta.
    Saya ingin bertanya, bagaimana cara pembuatan visa melalui travel agent Avia Tour and Travel ini?
    Terima kasih.

    • Haloo Angga, maaf yaa baru balas.
      Cara mengurus visa Jepang melalui travel agent sangat mudah. Jika semua dokumen persyaratan sudah lengkap, bisa dikirim melalui email. Kecuali untuk passport, kamu harus mengirimkan melalui jasa ekspedisi. Untuk info lebih lanjut kamu bisa menghubungi langsung pihak travel agent. Thanks

  10. Hai, jika berkenan saya mau mengajukan pertanyaan mengenai rekening koran 3 bulan. jika saya melakukan submit visa pada pertengahan bulan februari, rekening koran yang dibutuhkan adalah bulan november, desember, dan januari? atau terhitung mulai sejak desember, januari, dan pertengahan februari? terima kasih.

    • Haloo..
      Betul, bukti keuangan yang dibutuhkan untuk pengajuan visa Jepang bulan Februari adalah terhitung mulai November,Desember, dan Januari. Harap diingat yaa bahwa masa berlaku visa Jepang hanya 90 hari dari diterbitkannya visa (supaya menyesuaikan dengan pengajuan visa dan jadwal berangkat).

      Terima kasih

  11. Oh iya, kebetulan ktp sy bikin pas status kerja masih mahasiswi gimana y?
    Dan di situ masih ada expired date, tapi katanya udh berlaku seumur hidup sih soalny ektp ga bs dganti katanya, itu ngaruh ga y?

    • Untuk berjaga-jaga kalau diminta pihak Kedutaan, silakan minta surat keterangan dari kantor Kelurahan setempat mengenai KTP yang masih ada masa berlakunya namun ternyata sudah berlaku seumur hidup. Nanti surat keterangan tersebut dilampirkan bersama dokumen-dokumen yang lainnya. Semoga membantu 🙂

      • Thank God jadi bisa diwakilkan ke travel agent ya Mbak. Saya KTP padang, kerja di Jakarta.Ga mungkin kan bolak balik Medan buat urus visa, hehehe. Eh itu buat yang nanyain expiry date di KTP, pengalaman bikin visa China dan Philippines pakai KTP yang ada expiry datenya ga ngaruh kok. Kan katanya udah ada himbauan dari Kementrian Dalam Negeri ke pihak2 yg memakai KTP sebagai verifikasi data (misalnya kedutaan asing, bank, dan lain2) bahwa e-KTP berlaku seumur hidup meskipun ada expiry date nya

      • halo helsa, masalah kita sama nih, kemarin pas apply visa akhirnya ngaruh ga ? atau tetap harus kekelurahan minta surat keterangan? thanks before

  12. hallo… mau tanya donk mba, saya kan niat mau buat visa Jepang juga dan sepertinya masalahnya ampir sama, di surat sponsor perusahaan, kantor saya agak ribet klo soal ini, itu beneran bisa ganti dengan surat dari orang tua ya? saya sempet tanya ke agent langganan saya, kata nya klo di KTP status nya: Karyawan, surat sponsor perusahaan harus tetep ada.

    klo KTP mba statusnya karyawan atau mahasiswa ya? makasih

    • Halo mbak..
      KTP saya status karyawan. Surat sponsor perusahaan diganti surat sponsor orang tua itu memang benar, justru pihak Avia Tour yang memberikan solusi seperti ini. Yang pasti saya menceritakan keluhan, dan mereka baik banget mau bantu, enggak mempersulit..

      Nah, di agent langganan mbak mungkin punya kebijakan sendiri.

    • Halo mas,
      Thailand membebaskan visa bagi WNI yang punya tujuan traveling kesana selama 30 hari. Visa Thailand cuma dibutuhkan untuk WNI pebisnis, reporter, dan yang mau kerja disana mas..